Merajut Asa dari Malang

Beberapa malam ini, pesan WA dari sahabat seliweran. Satu grup secara khusus saya pantengi (perhatian serius). Mereka mengeluarkan ide bagaimana memberikan sumbangsih untuk perbaikan negeri ini. Terharu juga. Meski kadang diselingi rasa geli. Ada saja yang iseng. Terlepas itu semua, wow ternyata masih banyak anak bangsa yang ingin turut berkontribusi dalam pembangunan negeri ini. Positif !
Mencari ide yang tepat dan juga nendang bukan perkara mudah. Apalagi ini mengumpulkan berbagai disiplin ilmu. Acara yang dikemas lintas fungsi. Multi keinginan. Ada yang serius. Tetap fun. Olah raga tak ketinggalan. Ada upaya berbagi bagi sesama. Nha ini.. jangan sampai ketinggalan, melepas rindu. Ehm.. rindu teman kuliah. Yang ini tak perlu diperpanjang, bukan ? Boleh juga, kangen kampus. Melihat perkembangan kawah candradimuka yang semakin mendunia prestasinya. Nggak salah juga, jika rindu kulinernya. Rujak cingur. Tahu telor. Tahu campur. Sego pecel. Bakso Malang. Es Tawon. Kalau disebut bisa 2 halaman bolak balik ini…
Bagaimana membungkus rasa rindu yang tetap produktif. Tidak sekedar kangen-kangenan. Itulah salah satu pekerjaan rumah bagi Panitia Reuni Universitas Brawijaya.
Misi besar lain yang tak kalah penting adalah bagaimana kumpul-kumpul itu nantinya dapat memberikan sumbangsih pikiran dan karya nyata untuk negeri. Kami mengajak merajut asa bersama. Negeri besar ini perlu uluran tangan kita.
Banyak yang ingin dilakukan oleh panitia. Tapi kadang tangan kami tidak cukup. Waktu sangat tidak memadai dengan jumlah ide yang perlu direalisasikan. Tapi pilihan harus ditetapkan dengan resources yang terbatas. Mohon maaf atas kekurangan itu. Yakinlah, panitia berusaha memberikan yang terbaik.
Kami sangat terbantu jika sahabat berkenan berbagi melalui :
Bank BRI (kode antar bank 002)
0433 01 000552 569
a.n. Panitia Reuni Universitas Brawijaya
Konfirmasi bisa melalui WA Bendahara : Erny 08158057212
Dan yang lebih penting adalah kehadiran sahabat di Kota Malang pada tanggal 7-10 Desember 2017. Bisa hadir seluruh rangkaian, kami sangat berterima kasih. Hanya satu hari saja, juga tak masalah.
Umak nggak oket, nggak neam blas, Ker !
Mari catat diri untuk hadir ! Jangan segan update info via link :
Manfaatkan juga program perjalanan hemat bersama Citilink. Salah satu maskapai berbiaya rendah kebanggaan Indonesia. Ingin berangkat bareng dengan Citilink bisa kontak koordinatornya : Sam Umar Basya (WA : 085774850095) atau Ketua Ikatan Alumni terdekat.
Ladub bareng, ker !
Mari menciptakan harapan baru bagi negeri !
Merajut asa dari Malang !
Salam Satu Jiwa,
#ngalupngalam

Habibie dan Pesawat Itu

Berinteraksi dengan beliau hampir 27 tahun lalu. Seliweran Malang-Jakarta kadang Malang-Jakarta-Bandung. Menyita waktu tapi tetap mengasyikkan. Beberapa kali juga silaturahim. Tak berubah. Tetap semangat dan berapi-api. Apalagi kalau bicara teknologi Indonesia. Tentu saja menyisakan kenangan. Sosok yang selalu optimis. Cinta sama tanah airnya selangit. Juga cinta kepada istri dan keluarganya. Ya, itulah seorang pria yang bernama BJ. Habibie.

Tentunya sahabat juga bisa mengail ingatan tentang beliau. Suka dukanya. Perjuangannya. Dan kiprahnya untuk Indonesia. Termasuk salah satu yang fenomenal adalah desain, manufaktur dan penerbangan perdana pesawat turboprop Tetuko CN235.

Kemarin saya mendapat pesan singkat nan padat dari guru sekaligus sahabat saya, Pak Jamil Azzaini yang baru saja bersilaturahim dengan beliau. Ternyata Pak Jamil bawa oleh-oleh.

Perkenankan saya cuplik buah tangan dari beliau untuk sahabat.

Anda tahu pesawat angkut pertama milik RI? Namanya Dakota RI-001 Seulawah, dibeli dari sumbangan rakyat Aceh. Memiliki pesawat untuk sebuah negara yang baru saja merdeka ternyata memunculkan kepercayaan diri, memunculkan semangat patriotisme dan memperlancar akses ekonomi Sumatera dan Jawa. Bukan hanya itu, jalur penerbangan ke luar negeri pun menjadi terbuka.

Pesawat terbang bukan hanya rangkain besi yang bisa terbang. Pesawat terbang juga salah satu modal untuk mengangkat harga diri bangsa. Sebelum industri pesawat kita (IPTN) ditutup atas permintaan IMF, setiap saya berkunjung ke luar negeri dan memperkenalkan diri dari Indonesia, sebagian besar mereka mengungkapkan kekagumannya dengan Indonesia karena bisa membuat pesawat terbang.

Alhamdulillah, Juni 2017 Program R 80 mendapatkan dukungan dari pemerintah dan dinyatakan sebagai program Strategis Nasional. Pesawat R 80 murni buatan Indonesia yang diarsiteki oleh bapak BJ Habibie. Mari kita dukung program ini agar menjadi program milik bersama rakyat Indonesia. Selain bantuan doa, mari kita bantu dengan menyisihkan penghasilan kita untuk ikut berpartisipasi dalam program ini.

Berapapun keterlibatan kita, itu merupakan bukti bahwa kita punya komitmen untuk mengangkat harkat dan derajat negeri ini menjadi negeri yang disegani negara lain. Mengangkat kepercayaan diri rakyat dan menambah keyakinan bahwa kita negara besar dan siap melakukan hal-hal yang besar.

Ya, pesawat bukan hanya sekedar rangkain besi tetapi juga menerbangkan mimpi banyak orang, kebanggaan, keyakinan, menumbuhkan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan harga diri sebuah bangsa. Segera berpartisipasi melalui :

https://kitabisa.com/JamilAzzainiR80

Mari ajak orang lain juga untuk menyukseskan program ini sebagai salah satu bukti bahwa kita masih sangat peduli dengan kejayaan dan kebesaran negeri ini.

Saya jadi teringat salah satu pesan Pak Habibie ketika itu memberi wejangan bagi kami yang masih culun ketika itu :

“Kegagalan hanya terjadi ketika kita menyerah.”


Beliau menasihati bahwa tidak ada orang yang berhasil tanpa mengalami jungkir balik, perjuangan. Bisa jadi mengalami down, jatuh. Tidak apa-apa. Kegagalan bukan akhir. Kegagalan bukan pertanda bahwa tidak mampu. Yang terpenting adalah bangkit dari kegagalan. Tak berhenti. Mencoba lagi dengan lebih keras dan lebih cerdas.

Sahabat…. nampaknya, beliau ingin menegaskan kembali pesan itu.

Mau mengikuti dan mendukung program beliau ?

Bisa jadi kueciiil sumbangsih kita, tapi setidaknya itu menunjukkan dukungan dan ikatan kita.

Mari sahabat kita bergotong royong ! Kecil tapi bersama. Bisa membesar dan berpengaruh. Silakan bergabung bersama dengan klik link ini: https://kitabisa.com/JamilAzzainiR80

 

Saudagar Tangguh

Sebulan lalu, saya bersyukur mendapat tantangan sekaligus peluang. Nah lho. Yup, nano-nano rasanya. Sodoran kegiatan yang tentunya memberi warna lain dalam perjalanan training.

Tantangan ? Iya. Tantangan ! Karena harus membuat materi pelatihan yang cespleng berdurasi 45 menit. Materi itu didesain khusus. Tentunya harus langsung menyentuh harapan audiens. Kebutuhan peserta. Peserta yang mendengar langsung bisa punya ‘call to action’. Langsung bisa bertindak !

Peluang ? Tentu saja. Setiap sodoran kegiatan akan memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar lagi. Pun memberikan panggung bagi saya. Tempat berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tak bisa dipungkiri, menjadi alat pemasaran baru. Baik bagi saya dan juga materi yang dihadirkan.

Apalagi kali ini untuk turut berkontribusi terhadap tumbuh kembangnya usaha mikro, kecil, dan menangah. UMKM. Event ini diselenggarakan oleh Serikat Saudagar Nusantara. Mereka menggelar Festival Saudagar Nusantara dari 27 Oktober hingga 29 Oktober 2017. Bertempat di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sebuah kehormatan bagi saya bisa hadir dan berkontribusi di event yang besar ini. Saya yakin, sahabat juga punya rasa yang sama.

Sahabat, mau bisnisnya tumbuh dan berkembang ? Bisnisnya ingin besar. Punya jejaring kuat. Ingin saling menguatkan dan membesarkan UMKM. Menjadi Saudagar Tangguh ? Sekaligus mendapatkan manfaat lain ? Yuk sempatkan waktu akhir pekan ini. Mari merapat ke Sentul. Daerah bagian dari Bogor yang menggeliat dan tambah besar ini.

Insya Allah, saya akan berada di sana dan memberikan sharing knowledge & experience tentang :

“Tiga Jurus Menjamin Ketersediaan Pasokan Bahan Baku”

Kapan ?

SABTU, 28 Oktober 2017 pukul 15.00-16.00 WIB khusus di Hall/Tenda Besar : Klub Inovator Bisnis (KIB).

Undangan ini spesial untuk sahabat semua. Free of charge. Namun, karena keterbatasan tempat, mohon perkenan sahabat memberikan konfirmasi kehadiran melalui WA dengan format :

FSN_KIB_Nama_NamaUsaha

Konfirmasi dikirimkan kepada Ayu : 085692053051.

Saya tunggu di sana ya !

Mari tumbuh berkembang bersama menjadi Saudagar Tangguh !

 

Catatan Khusus dan Penting :

Bagi sahabat yang ingin hadir, dipersilakan mencetak tiket masuk melalui web :

http://kopdarsaudagar.com/fsn/

 

 

Ada Pelajaran di Kisahmu

Mencermati perjalanan karir orang-orang terkenal menjadi salah satu kegemaran saya. Apalagi yang masih relatif muda. Mereka sudah mampu menduduki posisi strategis. Young on top. Termasuk kiprahnya saat menjabat. Banyak yang bisa dipelajari. Bagaimana persiapannya. Semangat belajarnya. Membangun tim. Kecermatan dan kecepatan eksekusinya. Pun sandungan yang mereka alami.

Perhatian saya tertuju pada sosok yang bernama Silmy Karim. Saya mengenal justru saat rekan saya meminta pendapat dan masukan ketika akan mengisi acara televisi. Ia jadi host yang menyertakan Pak Silmy Karim sebagai nara sumber.

Kiprahnya mengembangkan Pindad menjadi daya tarik. Perusahaan pelat merah yang difokuskan memproduksi persenjataan. Salah satu pabriknya di dekat kampung halaman saya. Pabrik khusus produksi peluru (amunisi) di Turen, Malang. Ada satu lagi di Bandung. Produksi Senapan Serbu (SS) dan juga kendaraan taktis (rantis) Panser Anoa menjadi salah satu hasil andalan. Dan mudah dikenal. Apalagi ketika Tim TNI AD menjadi kampiun Kejuaraan Menembak di Australia dengan menggunakan senjata bikinan Pindad itu. Belum lagi Anoa-nya yang acapkali digunakan Pasukan Perdamaian PBB.

Ia punya pendapat bahwa industri pertahanan dan ekonomi suatu bangsa saling bertaut erat. Indonesia punya peluang sebagai pemain besar industri pertahanan dunia. Perlu segera melakukan penguasaan teknologi, modal kerja, model bisnis, manajemen korporasi, serta akses global supply chain. Pun hal yang menentukan yaitu affirmative action atau keberpihakan pemerintah terhadap pertumbuhan industri militer. Ia membuat langkah-langkah strategis yang mungkin dilakukan untuk membuat terobosan. Inovasi seperti itu yang membuat Pindad menjadi lebih bersinar.

Tak lama menikmati suguhan produk-produk inovatif tadi, Pak Silmy diberikan amanah baru. Ia menjadi nahkoda PT. Barata Indonesia (Persero). Perusahaan milik negara yang memproduksi alat berat. Satu yang saya ingat waktu kecil adalah mesin selender (baca : wales, alat pemadat tanah). Barata juga punya instalasi pengecoran logam yang besar. Bangunan konstruksi pabrik karya engineer Barata sudah menyebar seantero Indonesia.

Lagi-lagi ada hal yang menarik yang menjadi program besar CEO muda ini. Menjadikan Barata terdepan untuk industri alat berat

“‎Ada banyak pelabuhan, itu butuh crane untuk bongkar muat. Crane kita masih impor. Belum lagi alat-alat pertanian. Ada banyak ide. Akan saya pelajari kemampuan dan kapasitas internal. Jika memang mumpuni akan saya dorong di situ. Jadi ruang lingkup pekerjaannya : engineering, kemudian crane, mekanisasi pertanian, infrastruktur kelistrikan, dan juga  infrastruktur yang sifatnya mendukung proyek konstruksi. Berkolaborasi dengan perusahaan BUMN lainnya,”  katanya ketika diwawancarai oleh media sesaat setelah pelantikannya.

Saya berharap Barata melaju kencang menjadi salah satu perusahaan yang mendukung kemandirian di bidang alat berat.

Saya dan tentunya rekan sejawat, sangat berterima kasih. Karena di sela kesibukannya, Pak Silmy berkenan hadir berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama kami. Insya Allah pada Jumat 20 Oktober 2017 pukul 08.30-11.00 WIB bertempat di Executive Lounge Graha Elnusa.

Sudah tak sabar mendengar langsung kiat beliau mengkilapkan kinerja perusahaan. Pendek memang, tapi semoga lebih dari cukup untuk menginspirasi saya dan sahabat semua.

Kehadiran beliau akan menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Seperti pesan langit yang diberikan Allah SWT Sang Maha Pencipta kepada Rasulullaah SAW dalam surat Yusuf ayat 111.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

 Semoga kami termasuk bagian dari orang berakal itu.

Pilah Pilih

Harus diakui, setiap insan tidak dapat hidup sendirian. Secanggih apa pun dunia ini. Jaman now atau nanti. Kita butuh teman. Ember ! Itulah keniscayaan sebagai mahluk sosial. Sunatullaah.

Sehingga mempunyai banyak teman juga sangat dianjurkan. Tidak  pilih-pilih dalam berkawan juga baik. Tentunya ada risiko di dalamnya. Membawa pengaruh. Bisa Mewarnai ? Atau justru kita terpengaruh alias terwarnai ? Bagaimana kemudian kita bersikap ?

Sesuai nasihat guru saya, saya pun berniat. Saya patri di hati dan juga aksi. Setiap kumpulan manusia yang saya ada dan berada di dalamnya, organisasi resmi maupun sosial, saya harus bisa mewarnai. Membawa manfaat. Hal yang tidak mudah memang. Tapi sangat mungkin dilakukan.

Banyak cara, bagaimana kita bisa mewarnai himpunan yang berisi manusia tadi ? Bukannya kita tidak perlu pilih-pilih ?

Ehm.. sebentar. Pas kita punya program, maka perlu dukungan teman. Bisa sih sendirian. Tapi memakan waktu lelbih lama. Bisa pula kita kehabisan bensin. Alias padam semangat ditengah jalan. so, kita butuh tim yang kuat. Tentunya harus sejalan. Teman seperjuangan. Nha.. kalau yang ini harus memilih. Kalau tidak, belum apa-apa sudah berantem. Tidak satu biduk. Tidak sama visi dan misi. Program malah terbengkalai. Tidak jalan.

Ada idiom dari negeri yang terkanal dengan jam besarnya, Big Ben :

“Bird of a feather flock together”

Orang yang punya kepentingan, gagasan dan juga karakteristik yang sama akan memiliki kecenderungan berhubungan satu sama lain. Menyatu. Sehati.

Tentunya dengan kesamaan itu, mempemudah dalam menjalankan program. Upaya memberi pengaruh. Aksi untuk mewarnai menjadi relatif lebih mudah. Memilih menjadi krusial. Malah keharusan. Guru saya pun memeberi penguatan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tarmidzi :

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat kepada siapa ia berteman.”

Sahabat, ketika berkawan…..cari sebanyak-banyak. Perluas networking. Jadilah insan gaul. Namun, ketika ada suatu misi khusus, membentuk tim, carilah teman seperjuangan. Pilah dan pilih diantara mereka.

Siap ?

Monggo. Agar upaya memberi manfaat yang lebih banyak menjadi tambah mantap.

Selamat menebar manfaat !

Tribute to Panitia Reuni Universitas Brawijaya 2017 : http://reuniub.com/kepanitiaan/

dan juga Pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya :  http://www.ikaub.net/

Rezeki dan Reuni

Sekitar 14 tahun lalu, saya terkena PHK. Melihat pesangon hati sedikit berbunga. Namun, ada hal yang masih menggantung. Banyak pilihan. Usaha mandiri ? Atau bekerja lagi di perusahaan lain ? Atau sekolah lagi ?Belum lagi perasaan, ada rasa rendah diri. Nggak pede.

Ketika itu saya putuskan ketiganya. Saya ambil semua. Sekolah program magister jalan terus.  Cari pekerjaan lain, juga hunting tak lenal henti. Plus memulai menjalankan usaha.

Singkat cerita, saya bangkrut. Usaha gagal. Bekerja resmi pun sudah diputuskan berhenti, setahun sebelumnya. Studi lanjut terbengkalai. Ketemu orang pun jarang. Minder.

Tapi saya tidak ingin berlama-lama dengan situasi itu. Doa jalan terus. Dan ditambah aksi lain, menghubungi teman. Sebelumnya, Kami sudah punya kebiasaan ngumpul. Gantian. Ketika itu berkumpul di kediaman salah satu rekan. Berganti tiap bulan. Kadang di Serpong. Pernah pula di Bekasi Timur. Kalau dipikir jauh juga. Dari cuma berempat plus keluarga hingga lebih dari itu. Aksi itu, boleh dikatakan reuni kecil.

Situasi keterpurukan saya pun, mereka tahu. Karena saya membuka diri. Minta pendapat. Masukan sangat banyak dan bermakna sekali. Di saat seperti itu, nasihat kecil seperti air ditengah dahaga. Seugeeer ! Ada yang memberi peluang. Positif sekali. Ternyata juga ada seorang teman yang mengalami hal serupa. Kita saling mengisi. Memberi semangat.

Kebiasaan kecil itu pun saya kembangkan hingga teman kerja yang pernah sama-sama terkena PHK. Rekan alumni saat kuliah dulu. Dan beberapa lagi.

Suatu masa, salah satu mantan atasan saya di perusahaan lama, memanggil saya untuk membantu dia kembali. Tentunya di perusahaan yang berbeda. Saya memutuskan mengambil kesempatan itu. Bekerja lagi. Alhamdulillaah. Itulah salah satu pembuka pintu rezeki saya ketika itu. Mental kembali terangkat. Tak lama setelah itu, semacam masa recovery, sekolah lanjut pun tuntas.

Saya jadi teringat nasihat guru ngaji di langgar dekat rumah  :

“Barangsiapa ingin dibentangkan PINTU REZEKI untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung SILATURAHMI”

Sahabat, ketika mengalami kondisi terpuruk. Bisa jadi usaha macet. Terkena PHK. Sekolah mampet tak kunjung beres. Karir juga nggak beranjak membaik. Ada satu jalan penyelesaiannya yang diberikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemurah, membuka networking. Menyambung silaturahim ! Reuni. Insya Allah salah satu jalan membuka kembali pintu rezeki kita.

Reuni ? Dahi langsung mengernyit. Ya, memang betul, setiap kegiatan termasuk reuni ada juga sisi negatifnya, tapi jauh lebih banyak manfaatnya. Kita maksimalkan sisi positifnya. Semoga rezeki itu berawal dari reuni.

Mau ?

Silakan kontak saya atau kunjungi laman :http://reuniub.com/

Sampai jumpa di Kota Malang.

 

 

 

Siapkah Kita ?

Malam itu suasana diskusi membahas permasalahan lingkungan sempat menghangat. Seru. Utamanya berisi keluh kesah. Beban yang tidak sepadan. Ada yang tidak optimal. Tanggung jawab menumpuk. Jumlah orang terbatas. Banyak yang beberapa peran dipikul sendiri. Belum lagi, sudah mendediakasikan tenaga yang all out, dana pun masih keluar dari kantong. Menarik. Semua yang hadir ingin berkontribusi. Semangat yang patut diacungi jempol.

Saya termenung sejenak, di sela urun rembug itu. Teringat akan nasihat para pinisepuh. Wejangan bagaimana menyikapi ketika kita diberi amanah. Terlebih kegiatan sosial.

“Jam e rusak. Kesak e jero”, itu kata beliau ketika menasihati saya.

Arti dalam Bahasa Indonesia : Jamnya rusak dan kantongnya harus dalam.

Maknanya sangat dalam. Ketika kita berkomitmen aktif sebagai penggiat kegiatan sosial. Apalagi diberi amanah menjadi pemimpinnya, maka banyak konsekuensi logis yang harus kita terima. Tentu saja harus juga dipraktekkan. Walk the talk !

‘Jamnya rusak’ bermakna bahwa siap melayani kapan saja. Setiap saat bersedia diganggu. Bisa jadi mengabaikan waktu istirahat. Waktu bersama orang kita cintai pun, bisa berkurang jauh banget. Lho ? Apakah kita tidak boleh istirahat ? Tentu saja boleh dan harus. Sehebat apa pun kita tetap manusia biasa. Bagaimana mengatasinya ? Salah satu kiat adalah memberikan jam layanan, misal setelah sholat subuh. Asumsinya, banyak orang mulai beraktivitas. Masih ada waktu sebelum masuk kerja. Atau pilihan waktu lain, pertemuan setelah pulang kerja. Lain lagi bila aktivis sosial ini seorang pengusaha. Memang waktu lebih fleksibel. Namun tetap saja perlu ada waktu khusus yang ditetapkan.

‘Kantong dalam’ bermakna rela berkorban. Utamanya dana. Tidak dapat dipungkiri. Kadang ada kondisi kas organisasi cekak. Padahal ada program penting dan harus jalan. Acapkali ia harus merogoh kocek sendiri. PKS alias pakai kantong sendiri. Bisa hanya sebagai trigger. Pemancing donatur lainnya. Atau bahkan ia danai sendiri. Semuanya. Tergantung bagaimana kondisi keuangan dan tujuan kita. So, ketika ada anggapan atau bahkan praktik seorang pemimpin organisasi sosial malah memanfaatkan uang kas untuk kepentingan pribadi, sungguh sangat kontradiktif.

Wow.. berat bukan ? Betul. Jadi bagaimana ? Niat menjadi kunci. Ya, ketika memutuskan bergabung dalam suatu organisasi sosial. Diberi amanah menjadi pimpinan. Kita fokuskan untuk mendapatkan ridlo Illahi robbi. Insya Allah menjadi lebih ringan.

Siapkah kita ? Harus siap. Apalagi bagi sabahat yang memiliki kapabilitas. Punya visi memajukan masyarakat dan negeri ini. Karena sudah hukum alam, bahwa setiap lingkungan/organisasi harus ada leadernya. Silakan ambil peran itu. Kita yang pegang kendali. Menularkan kebaikan dan menggerakkan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Karena dengan kesiapan itu, kita menutup kemungkinan masuknya orang yang hanya mendahulukan kepentingan pribadinya.

Dan yang patut diingat adalah :

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin terhadap keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang pembantu adalah pemimpin terhadap harta majikannya, dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.”

(H.R. Bukhari dan Muslim )

Mari singsingkan lengan baju. Bahu membahu. Jadi penggerak utama ! Berkontribusi maksimal untuk keadaan yang lebih baik. Setidaknya, lingkungan terdekat di sekitar kita.