Mendunia di Tahun 2018

Apa langkah pertama yang akan Anda lakukan di tahun 2018 untuk mewujudkan resolusi Anda?

Jika Anda membaca ini, sungguh Anda temasuk golongan orang yang sangat beruntung.

Jika Anda masih mencari pencerahan, kami akan memberikan salah satu alternatif jawabannya.

Seorang guru pernah berkata bahwa,

“Dunia hanya menyediakan tempat bagi pemberani”

Berani tampil menyuarakan gagasannya. Berani menunjukkan kepada dunia sebuah kebenaran. Berani mempengaruhi audience dengan performa kelas dunia.

Sebuah event langka yang menghadirkan 5 pembicara nasional akan menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya mendunia. Lima pembicara yang expert dan telah melalui 10.000 jam terbang akan membuka ilmunya langsung kepada Anda. Untuk selangkah lebih dekat menjadi seorang World Class Presenter .

Siapa mereka?

1. Fay Irvanto – Charisma Leadership Guru. Yang akan membantu memancarkan karisma dalam diri Anda dalam hitungan detik!

2. Brili Agung. Authormaker / Writing Mentor. Yang akan membantu Anda memilih kata kata yang menyihir untuk mempengaruhi audience Anda.

3. Andy Sukma Lubis . Seorang Slide Designer yang akan menunjukan bagaimana sebuah perubahan kecil pada presentasi Anda akan mengubah seisi presentasi Anda.

4. Ari Wijaya. Cost Killer & Corporate Supply Chain Expert. Akan membantu Anda siap menghadapi persaingan dan menjadi juara di 2018

5. Vahrudin Jayadi. Seorang Motivator Quran yang akan membuka fakta mencengangkan bagaimana sebenarnya Al Quran telah menunjukan jalan untuk menjadi presenter kelas dunia.

Semua ilmunya akan Anda dapatkan dalam satu panggung di World Class Presenter.

Ahad, 7 Januari 2018
08.30-12.00
Titan Centre, Bintaro, Tangerang Selatan

Lokasi klik disini :https://www.google.co.id/maps/place/Titan+Center/@-6.280595,106.724083,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e69f075225947d9:0xa37cc0dbb4f29931!8m2!3d-6.280595!4d106.7262717

Pendaftaran dan CP : Dee (081296137239)

Kolaborasi ini bisa jadi adalah kolaborasi yang pertama dan terakhir kelima pembicara yang siap membawa Anda menjadi berkelas dunia.

So, jangan lewatkan kesempatan emas untuk bergabung di kelasnya. Karena hanya 99 peserta beruntung yang dapat mengikuti kelas ini.

Apakah Anda salah satunya?

Take action sekarang juga!

Silakan melakukan registrasi melalui link ini http://bit.ly/WorldClassPresenter

 

 

Buah Harapan

Beberapa kali artikel ini saya baca. Menggugah dan menyemangati, terlebih ketika hati sedang gundah gulana.

Perkenankan saya berbagi. Semoga sahabat berkenan mengambil hikmah dari buah pena Adimas Ust. Salim A. Fillah ini.

BUAH HARAPAN

“Sebuah harapan, sekecil apapun, jika dibandingkan dengan keputusasaan, adalah kemungkinan tanpa batas.”
(Silver, dalam ‘L.O.R.D: Legend of Ravaging Dynasties’)

“Al Quran”, demikian Syaikh Muhammad Al Ghazali : “Adalah Kitab tentang kegagalan & harapan. Ia hargai setiap perjuangan insan, bukan hasilnya; ia larang mereka berputus asa dari kasih sayang Penciptanya. Maka siapapun, dalam keadaan apapun, akan menemukan semangat baru untuk bangkit jika membacanya.”

Kegagalan apa yang lebih besar dari melanggar larangan Allah hingga dikeluarkan dari surga?

Tapi Adam & Hawa dengan doa sesalnya telah memberi harapan pada anak cucu mereka; kesempatan masih dianugrahkan selama hayat dikandung badan.

Kekhilafan apa yang lebih ngeri dari membunuh?

Tapi Musa, pelarian, & jalan pengabdiannya di Madyan telah menyalakan binar di mata manusia yang hendak menempuh jalan juang bahwa Allah selalu berlimpah memfasilitasi tekad suci.

Keberpalingan apa yang lebih bodoh daripada meninggalkan tugas dariNya dengan hati murka?

Tapi Yunus di dalam perut ikan di dasar samudera telah menerbitkan ilham bagi siapapun, bahwa di puncak rasa tak berdaya itulah akan datang pertolonganNya yang Maha Jaya.

Dan seindah-indah harapan pernah diucapkan Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam di tengah tawaran sedahsyat-dahsyat kekuatan. Saat itu, di Qarnul Manazil, setelah 3 hari dakwah di Thaif yang menguras jiwa & raganya, berbuah usiran & sambitan.

“Wahai Rasulallah,” ucap malaikat penjaga gunung :

“Perintahkanlah, maka akan kubalikkan gunung Akhsyabain ini agar membinasakan mereka yang telah mendustakan, menista, & mengusirmu”

“Tidak,” jawab Nabi Muhammad SAW :

“Sungguh aku ingin agar diriku diutus sebagai pembawa rahmat, bukan penyebab ‘adzab. Aku berharap agar dari sulbi dan rahim mereka, Allah keluarkan anak keturunan yang mengesakanNya & tak menyekutukanNya dengan sesuatupun.”

Bersebab hati yang ditanami harapan semacam ini, orang yang pernah berniat membunuhnya kini berbaring mesra di sampingnya, dan dari penista Quran Walid ibn Al Mughirah, lahirlah pedang Allah.