We Can !

Yakin bahwa kita bisa. Kita mampu !
Berarti kunci pembuka pintu kesuksesan sudah ada di tangan.

Tambahkan doa :

“Laa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil’adzhim”

“Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”

Insya Allah, semua hambatan akan jebol ! Luluh lantak !

Sahabat …..
Selamat beraktivitas, terus berbagi, dan beramal sholeh.
Mari menjemput rezeki Allah ‘azza wa jalla.

Marketing Langit !

Selayaknya perusahaan yang dikelola dengan baik. Perusahaan tempat Allah Maha Pemurah menggelontorkan rezekinya kepada saya dan keluarga, juga melakukan muhasabah. Introspeksi atas pencapaian setahun silam. Lesson learnt diambil. Apa yang kurang dan harus ditingkatkan. Tak jarang melakukan hal yang membawa kesuksesan untuk diulang dan dimodifikasi. Agar punya daya ungkit.

Pun tak ketinggalan menetapkan visi dan misi yang disesuaikan dengan kondisi kekinian, kedisinian dan juga cita-cita yang ingin mengglobal. Merambah dunia internasional.

Ketika visi sudah dicanangkan. Misi pun dijabarkan. Aksi dilakukan dengan segera dan penuh perhitungan.  Marketing team menjalar kemana-mana.  Merangsek mempengaruhi pelanggan. Menawarkan produk dan jasa.

Masih ada langkah yang tak boleh dilupakan. Tak bisa dianggap remeh. Harus dikuatkan. Apa itu ? Diantaranya adalah berdoa. Berbakti kepada Ibu dan Bapak kita. Bersedekah.

Itulah marketing langit !

Kita menghamba dan menghiba kepada Sang Maha Berkendak agar mendapatkan kemudahan dan dimudahkan atas segala urusan. Karena DIA lah yang Maha Kuasa. Ketetapan yang tak pernah kita tahu.

Ada doa yang diajarkan guru saya ketika memasuki hal baru. Pasar baru. Tempat usaha yang baru dijalani. Atau juga lini bisnis yang baru.

“Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi yadihil khoiru, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir”.

Tidak ada Tuhan kecuali Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan dan pujian, Yang menghidupkan dan Yang mematikan, Dia Mahahidup Yang tidak akan mati, di tangan-Nya sumber kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (HR. Tirmidzi dan Hakim).

Doa ini dianjurkan dibaca saat hendak masuk ke tempat usaha atau ke pasar. Fadilah dari doa ini adalah Allah SWT akan memberikan beribu-ribu kebaikan, menghapuskan beribu-ribu kesalahan atau dosa seperti tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Tahun ini ditancapkan visi baru. Memasuki dan merambah lini bisnis yang lebih luas. Mau sukses ?

Mari berupaya sangat keras dan kuat untuk membuat usaha kita maju dan membawa keberkahan. Upaya ruhiyah yang membersamai usaha lahiriyah. Tak ada kata bosan untuk melakukannya. Marketing langit !

Semoga membawa kebaikan dunia dan akhirat.
Sejahtera dan menyejahterakan.

Pancasila Market Economy

PANCASILA MARKET ECONOMY : JANGAN PRETELI PANCASILA
(Sebuah Pencarian Maklumat untuk Ekonomi yang Berkeadilan)
Oleh : dr. Gamal Albinsaid

Dua pekan lalu, setelah memenuhi undangan dari Bupati Banyuwangi, Bapak Azwar Anas, saya langsung terbang ke Jakarta untuk bersilaturahim dengan tokoh yang saya idolakan semenjak kecil. Empat belas tahun lalu, dalam kelas bahasa inggris ketika saya bersekolah di SMP Negeri 3 Malang, pernah guru bahasa inggris saya menanyakan siapa tokoh yang saya kagumi. Dengan penuh kebanggaan saya jawab Pak Habibie. Ada 4 hal yang menjadikan saya begitu mengagumi sosok Eyang B.J. Habibie, antara lain, kemampuan intelektualitasnya yang memiliki daya saing global, ketulusan cintanya yang begitu mendalam kepada Indonesia, spiritualitas yang menjadi dasar berpijak dan bergerak, dan yang keempat kemampuannya membangun harmoni keluarga dan jiwa pengabdiannya.

Mengejar kekuasaan itu sulit, tapi lebih sulit lagi meninggalkan kekuasaan. Kebanyakan politisi berambisi mengejar kekuasaan dan begitu berat sekali melepaskan kekuasaan. Namun, kekuasaan menghampiri Pak Habibie dengan mudahnya dan beliau lepaskan dengan mudahnya. Beliau benar-benar menunjukkan sebuah prinsip yang saya dapatkan dari Profesor saya 7 tahun lalu.

“If you get scientific position, it’s easy for you to get political position”.

Pak Habibie pun pada saat itu mengatakan kepada kami bahwa “I am survive in politic, but I’m not a politician. I am a technocrat”. Sebagaimana Ibu Ainun pernah menyampaikan bahwa service terbesar beliau untuk Indonesia itu memastikan Habibie menjadi teknokrat, menjadi orang yang berguna. Itu semua menjadikan saya mengagumi karakter, sosok, dan yang paling penting saya mengikuti dan meyakini gagasan -gagasan kebangsaan beliau yang visioner.

Dalam kesempatan silaturahim dengan beliau, saya menanyakan soal bagaimana menyelesaikan masalah kesenjangan di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun hingga menghantarkan kesenjangan kita terbesar ke-4 di dunia dengan koefisien gini 0,40. Tidak sampai disitu Bank Dunia angkat bicara bahwa 61% masyarakat kita memilih pertumbuhan ekonomi yang melambat asalkan kesenjangan juga menurun.

Bayangkan tahun ini kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 juta penduduk Indonesia.

Dari diskusi panjang dengan beliau, beliau menyajikan pemikiran yang mangajak rejuvenasi pemikiran ekonomi bangsa dengan menghadirkan jawaban dari berbagai kesenjangan dan permasalahan ekonomi yang ada melalui Pancasila Market Economy (PME), yaitu Ekonomi Pancasila yang berorientasi pada pasar. Di akhir tahun 2017 ini saya sengaja menghabiskan hari demi hari untuk memahami dan menterjemahkan Prinsip Pancasila Market Economy dalam perspektif saya sesuai arahan Eyang Habibie.

Pancasila Market Economy ini penting kawan-kawan, karena diharapkan mampu membangun kesadaran baru, paradigma baru, dan sistem ekonomi baru yang hadir untuk melawan ketidakadilan ekonomi dan kesenjangan yang semakin merajalela dan menjajah keadilan sosial di Indonesia. Selama ini, kita telah mengasingkan Pancasila dalam sistem ekonomi kita, kita terjebak menjadikan Pancasila dalam slogan politik, orasi politik, dan kepentingan politik. Kita terlalu sering mengatakan Pancasila dalam lisan kita, tapi kita tidak meneladankan dalam kerja – kerja kita.

Melalui Pancasila Market Economy, perusahaan yang pro-rakyat akan tumbuh dan perusahaan yang tidak pro-rakyat akan jatuh. Market oriented itu akan menjadikan perusahaan-perusahaan tumbuh dan membangun keberpihakan sosial bukan karena peraturan, tapi karena kebutuhan pasar. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan akan menyesuaikan value yang ada dengan value yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Perusahaan tidak lagi hanya berfikir soal profit, tapi juga berfikir soal peran dalam pembangunan sosial di masyarakat.

Pancasila Market Economy ini harus mampu memberikan kesejahteraan dan keadilan di masyarakat. Pancasila Market Economy akan menjadikan tumbuhnya tanggung jawab masyarakat yang beruntung dan sukses untuk membiayai masyarakat yang belum beruntung.

Eyang Habibie mencontohkan dengan menanyakan kepada saya mengapa saya mengembangkan Indonesia Medika, kemudian beliau melanjutkan,

“Why ? Because you are not blind. You care about them is the beginning of everything”.

Pancasila Market Economy dalam perspektif Ketuhanan Yang Maha Esa menghadirkan sebuah pemahaman bahwa sumber daya dipandang sebagai pemberian Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk kehidupan orang banyak.

Pancasila Market Economy dalam konteks Kemanusiaan yang adil dan beradab dapat kita diwujudkan dalam implementasi sistem perekonomian yang bukan hanya menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai orientasi pembangunan, tapi memastikan besarnya dampak ekonomi pada tumbuhnya kualitas sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pemenuhan-pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam konteks pemerataan, dan perkembangan masyarakat yang berkeadilan. Pancasila Market Economy ini harus mampu mendorong tercapainya sumber daya manusia yang berkualitas, beriman, bertakwa yang dihasilkan dari proses pembudayaan agama dan norma masyarakat. Pancasila Market Economy ini juga harus membentuk masyarakat yang punya kapasitas dan berdaya saing.

Pada implementasi pasar, Pancasila Market Economy akan mampu berperan menampilkan wajah ekonomi Indonesia yang menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti kepedulian, mengutaman kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan. Pancasila Market Economy pada konteks ini harus mampu diterjemahkan dalam konteks etika ekonomi, etika bisnis, dan orientasi ekonomi.

Pancasila Market Economy dalam perpektif Persatuan Indonesia adalah ekonomi harus digerakkan dengan semangat kerjasama manusia yang saling menguntungkan, menjadikan kehidupan sesama lebih baik, mempererat persatuan, dan menerapkan prinsip gotong royong. Pancasila dalam konteks Persatuan Indonesia harus dilihat sebagai aktivitas yang menunjukkan tolong-monolong dan menanggung beban hidup dan tanggung jawab bersama-sama.

Pancasila Market Economy dalam konteks kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwusyawaratan perwakilan dapat dilihat sebagai adanya sebuah tatanan, kebijakan, dan regulasi yang memberikan dukungan kepada masyarakat ekonomi lemah. Pancasila Market Economy harus membuat peraturan yang mampu mengawal dalam pembangunan pasar berkeadilan yang memberikan peluang dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha. Pancasila Market Economy tidak boleh membiarkan adanya perselingkuhan antara pemimpin bangsa dan perwakilan rakyat dengan pengusaha-pengusaha untuk memperkaya mereka dan melakukan transaksi politik dan kebijakan.

Pancasila Market Economy akan memudahkan kita melihat dan membedakan perusahaan – perusahaan mana yang punya misi pembangunan sosial dan pancasilais. Kita juga akan mampu melihat perusahaan – perusahaan mana yang menjelma menjadi VOC gaya baru, mengambil sumber daya di Indonesia, menjajah hak – hak keadilan sosial masyarakat Indonesia, dan anti Pancasila. Pancasila Market Economy seyogyanya menjadi rujukan para pemimpin untuk mengambil kebijakan yang bijaksana dengan prinsip keberanian, keadilan, dan keberpihakan pada masyarakat ekonomi lemah. Konsep Pancasila Market Economy harus mendorong dan memberikan keberanian melawan VOC – VOC gaya baru ini.

Pancasila Market Economy dalam perspekif keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus dilihat pada perpektif kepemilikan aset, tanah, modal tidak boleh bertumpuk pada segelintir orang yang berakibat pada ketidakmampuan sebagian masyarakat mendapatkan hak-hak sosial dan hak-hak dasar dalam kehidupannya. Secara praktis, Pancasila Market Economy tidak boleh membiarkan ada orang atau sedikit masyarakat yang memiliki kekayaan yang sangat besar, namun disisi lain ada masyarakat yang tak mampu berobat, tak mampu menyekolahkan anak-anaknya, dan tak mampu tinggal di tempat yang layak. Pancasila Market Economy tidak akan membiarkan akumulasi kekayaan yang melampaui batas pada satu atau kelompok orang dan memberikan kesengsaraan kepada sebagian besar masyarakat lain. Tidak boleh terjadi so few have so much, so many have so little.

Pancasila Market Economy dalam perspekif keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus mampu memastikan adanya jaminan pendidikan, kesehatan, dan terpenuhinya sandang, pangan, dan papan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila Market Economy pada akhirnya mampu memastikan kepemilikan masyarakat terhadap sumber daya yang ada dan memastikan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Pancasila Market Economy diyakini mampu melawan globalisasi yang manifestasinya adalah pengalihan kekayaan alam suatu negara ke negara lain, setelah dilakukan proses produksi, produk-produk tersebur dijual kembali ke negara asal. Dengan demikian produk-produk yang seharusnya dapat diproduksi oleh jam kerja masyarakat Indonesia digantikan oleh jam kerja masyarakat negara lain. Hal ini mengakibatkan terbatasnya lapangan kerja dan peluang ekonomi masyarakat. Menurut Eyang Habibie, Implementasi sila ke-5 dalam Pancasila Market Economy adalah memperjuangkan jam kerja bagi rakyat Indonesia sendiri. Hal tersebut dapat dicapai melalui dukungan regulasi dan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Saya melihat Pancasila Market Economy ini mampu memberikan nafas baru, semangat baru, dan harapan baru diantara berbagai keterpurukan ekonomi bangsa yang hari ini kian memburuk dan memberikan rasa ketidakadilan di masyarakat. Lebih jauh lagi, Pancasila Market Economy akan mampu melahirkan kesadaran baru untuk mengembalikan semangat ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam perekonomian Indonesia. Pada akhirnya, Pancasila Market Economy ini harus mampu memberikan rasa adil melalui kesejahteraan.

Titik utama dari nasehat Eyang Habibie yang saya tangkap adalah adanya kesungguhan untuk menjamin, memastikan, dan mendorong penerapan Pancasila secara menyeluruh. Saya secara pribadi melihat bahwa Pancasila Market Economy tidak boleh disimplifikasi dalam mengejawantahkan sila kelima pancasila saja, tapi lebih dari itu, mampu membawa nilai luhur kelima sila Pancasila secara holistik dan menyeluruh dalam penerapan ekonomi yang berfokus pada tercapainya tujuan berbangsa dan bernegara.

Pada implementasi konsep ini, saya fikir kita pemuda-pemudi Indonesia harus mulai menyuarakan dan mengawal Pancasila Market Economy. Konsep Pancasila Market Economy harus menerapkan pancasila secara keseluruhan sebagai sebuah kesungguhan dan harus seimbang. Tidak boleh dipreteli seenaknya. Jika pancasila dipreteli seenaknya jangan kaget kalau bangsa ini dikuasai oleh segelintir orang.

Siapapun yang membiarkan ketidakadilan sosial tumbuh dimasyarakat, melakukan penguasaan akumulasi ekonomi pada pribadi secara berlebihan, dan mengakibatkan ketidakmampuan jutaan masyarakat memenuhi hak-hak dasarnya, maka ia telah mengkhianati pancasila. Bagi saya, 1 teladan pengamalan pancasila lebih baik dari 1000 pekikan pancasila.

Akhir kata, ketika berpamitan dengan beliau, saya memohon izin untuk memeluk beliau dan saya menancapkan dalam hati dan fikiran saya untuk menyebarkan pemikiran beliau kepada generasi muda Indonesia. Terima kasih Eyang Habibie sudah menyebut kami sebagai Intelectual Grandchild. Bagi saya, we are not only your intellectual grandchild, but we are also your ideological grandchild to ensure the Indonesian people get social justice.

Selamat datang Pancasila Market Economy.