Beli Produk Teman

Beberapa pekan terakhir ini, saya mengamati kantin kantor. Food court. Saya perhatikan, makanan yang tersaji masih lumayan banyak saat jeda makan siang usai. Mereka sewa tempat. Masak dadakan. Servicenya dari makan pagi hingga makan siang. Hanya beberapa yang buka hingga selepas Isya’.

Pengamatan itu masih saya simpan. Namun, jumlahnya saya perbanyak. Sesekali pas saya makan telat . Makan siang pernah pukul 2 siang. Ternyata, menu pilihan pun masih banyak. Antara senang dan sedih. Campur aduk. Senang karena menu yag saya inginkan, masih ada. Sedih sebab penjual stoknya masih banyak. Pertanda kurang laku.

Dialog singkat pun, saya lakukan dengan penjual. Memang benar dugaan saya. Omset mereka turun. Kadang 40%, bahkan bisa 60%. Indikator yang sederhana tadi mencerminkan kondisi itu. Biasanya, pukul 1 siang, makan di etalase mereka licin tandas. Beberapa pemilik warung nimbrung. Mereka mengungkapkan hal yang setali tiga uang.

Pekan lalu, saya bertemu sahabat yang pebsnis kuliner. Ia sekaligus mubaligh. Selepas memberikan ceramah Jumat. Ia berkenan makan bareng. Saya menceritakan dan meminta pendapatnya tentang kondisi tadi. Surprised. Ia pun beberapa pekan ini merasakan hal yang sama. Revenue turun separo !

Subhanallaah.

“Aku juga penasaran. Aku silaturahim ke beberapa ruko sebelah wrung saya di Cileungsi. Meraka juga idem ditto. Omsetnya turun drastis”, begitu tambah sabahat saya ini.

Sahabat, apakah merasakan hal yang sama ? Omset turun ? Apakah ini karna daya beli menurun ? Bisa jadi. Atau sebab lain. Saya yang bekerja pun merasakan kondisi perusahaan yang tidak semanis seperti rencana. Prihatin.

Bagaimana mengatasinya ? Banyak cara. Tapi diskusi singkat itu membawa kami berupaya. Beberapa teman dekat berkumpul. Ada satu aksi kecil yang disepakati. Ruang lingkup masih sebatas orang yang dekat jangkaunnya. Saudara, teman, tetangga, temannya teman. Lingkungan bisa tetangga, kantor, atau suatu komunitas.

Kami membuat program #promosiusahateman #beliprodukteman. Teman yang punya usaha, kita promosikan. Pakai medsos atau dari mulut ke mulut. Plus aksi tambahan yang lebih nyata. Jika ada event, rapat, pelatihan. Atau bisa jadi untuk dibawa pulang ke rumah. Kudapan, makanan berat (baca : menu nasi komplit), maka kami pesan dari teman. Ini yang disebut #beliprodukteman. Ini juga mencakup jasa lho. Misal, pelatihan atau perbaikan rumah, perawatan AC, dll.

Kolusi ? Tentu tidak. Kami tetap professional. Ada budget dan mereka menyesuaikannya. Saling menguntungkan. Jika order besar, kami juga tawarkan ke beberapa pengusaha. Bagaimana kualitasnya ? Tentu saja tidak boleh turun. Jangan sampai lebih rendah dari spesifikasi yang ditetapkan. Fair enough.

Bisa jadi pengaruhnya kecil. Tapi upaya keberpihakan itu, kami pupuk. Kami jadikan aksi nyata. Semoga bisa menular dan menjalar.

Ayo sahabat kita mulai. Ada rencana belanja, ingat produk teman dulu ya. Semoga omset mereka setidaknya terdongkrak kembali.

#promosiusahateman #beliprodukteman

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.

(HR. Thabrani)

One Reply to “Beli Produk Teman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *