Brawijaya untuk Indonesia !

Berkumpul kembali merajut kenangan.
Melanjutkan mimpi yang belum terwujud.
Beraksi berbagi kepada sesama.
Turut memberi solusi kepada negeri.
 
Kembali menyambangi kampus.
Kawah candradimuka saat muda.
Gemblengan guru dan sejawat membuat kita kuat.
Menemui mereka kembali adalah penghormatan.
Penghargaan.
Respect.
 
Kampus itu kini melahirkan agen perubahan.
Anak muda berwajah optimis bertebaran.
Mereka adalah generasi pembangun selanjutnya.
Kehadiran kita bisa menambah energi.
 
Mari kobarkan semangat !
Brawijaya untuk Indonesia !
 
Ayo oket, Ker !
#NgalupNgalam
Ojo lali, buka link iki, ben ora penasaran yo… :
http://reuniub.com/

Merajut Asa dari Malang

Beberapa malam ini, pesan WA dari sahabat seliweran. Satu grup secara khusus saya pantengi (perhatian serius). Mereka mengeluarkan ide bagaimana memberikan sumbangsih untuk perbaikan negeri ini. Terharu juga. Meski kadang diselingi rasa geli. Ada saja yang iseng. Terlepas itu semua, wow ternyata masih banyak anak bangsa yang ingin turut berkontribusi dalam pembangunan negeri ini. Positif !
Mencari ide yang tepat dan juga nendang bukan perkara mudah. Apalagi ini mengumpulkan berbagai disiplin ilmu. Acara yang dikemas lintas fungsi. Multi keinginan. Ada yang serius. Tetap fun. Olah raga tak ketinggalan. Ada upaya berbagi bagi sesama. Nha ini.. jangan sampai ketinggalan, melepas rindu. Ehm.. rindu teman kuliah. Yang ini tak perlu diperpanjang, bukan ? Boleh juga, kangen kampus. Melihat perkembangan kawah candradimuka yang semakin mendunia prestasinya. Nggak salah juga, jika rindu kulinernya. Rujak cingur. Tahu telor. Tahu campur. Sego pecel. Bakso Malang. Es Tawon. Kalau disebut bisa 2 halaman bolak balik ini…
Bagaimana membungkus rasa rindu yang tetap produktif. Tidak sekedar kangen-kangenan. Itulah salah satu pekerjaan rumah bagi Panitia Reuni Universitas Brawijaya.
Misi besar lain yang tak kalah penting adalah bagaimana kumpul-kumpul itu nantinya dapat memberikan sumbangsih pikiran dan karya nyata untuk negeri. Kami mengajak merajut asa bersama. Negeri besar ini perlu uluran tangan kita.
Banyak yang ingin dilakukan oleh panitia. Tapi kadang tangan kami tidak cukup. Waktu sangat tidak memadai dengan jumlah ide yang perlu direalisasikan. Tapi pilihan harus ditetapkan dengan resources yang terbatas. Mohon maaf atas kekurangan itu. Yakinlah, panitia berusaha memberikan yang terbaik.
Kami sangat terbantu jika sahabat berkenan berbagi melalui :
Bank BRI (kode antar bank 002)
0433 01 000552 569
a.n. Panitia Reuni Universitas Brawijaya
Konfirmasi bisa melalui WA Bendahara : Erny 08158057212
Dan yang lebih penting adalah kehadiran sahabat di Kota Malang pada tanggal 7-10 Desember 2017. Bisa hadir seluruh rangkaian, kami sangat berterima kasih. Hanya satu hari saja, juga tak masalah.
Umak nggak oket, nggak neam blas, Ker !
Mari catat diri untuk hadir ! Jangan segan update info via link :
Manfaatkan juga program perjalanan hemat bersama Citilink. Salah satu maskapai berbiaya rendah kebanggaan Indonesia. Ingin berangkat bareng dengan Citilink bisa kontak koordinatornya : Sam Umar Basya (WA : 085774850095) atau Ketua Ikatan Alumni terdekat.
Ladub bareng, ker !
Mari menciptakan harapan baru bagi negeri !
Merajut asa dari Malang !
Salam Satu Jiwa,
#ngalupngalam

Saudagar Tangguh

Sebulan lalu, saya bersyukur mendapat tantangan sekaligus peluang. Nah lho. Yup, nano-nano rasanya. Sodoran kegiatan yang tentunya memberi warna lain dalam perjalanan training.

Tantangan ? Iya. Tantangan ! Karena harus membuat materi pelatihan yang cespleng berdurasi 45 menit. Materi itu didesain khusus. Tentunya harus langsung menyentuh harapan audiens. Kebutuhan peserta. Peserta yang mendengar langsung bisa punya ‘call to action’. Langsung bisa bertindak !

Peluang ? Tentu saja. Setiap sodoran kegiatan akan memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar lagi. Pun memberikan panggung bagi saya. Tempat berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tak bisa dipungkiri, menjadi alat pemasaran baru. Baik bagi saya dan juga materi yang dihadirkan.

Apalagi kali ini untuk turut berkontribusi terhadap tumbuh kembangnya usaha mikro, kecil, dan menangah. UMKM. Event ini diselenggarakan oleh Serikat Saudagar Nusantara. Mereka menggelar Festival Saudagar Nusantara dari 27 Oktober hingga 29 Oktober 2017. Bertempat di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sebuah kehormatan bagi saya bisa hadir dan berkontribusi di event yang besar ini. Saya yakin, sahabat juga punya rasa yang sama.

Sahabat, mau bisnisnya tumbuh dan berkembang ? Bisnisnya ingin besar. Punya jejaring kuat. Ingin saling menguatkan dan membesarkan UMKM. Menjadi Saudagar Tangguh ? Sekaligus mendapatkan manfaat lain ? Yuk sempatkan waktu akhir pekan ini. Mari merapat ke Sentul. Daerah bagian dari Bogor yang menggeliat dan tambah besar ini.

Insya Allah, saya akan berada di sana dan memberikan sharing knowledge & experience tentang :

“Tiga Jurus Menjamin Ketersediaan Pasokan Bahan Baku”

Kapan ?

SABTU, 28 Oktober 2017 pukul 15.00-16.00 WIB khusus di Hall/Tenda Besar : Klub Inovator Bisnis (KIB).

Undangan ini spesial untuk sahabat semua. Free of charge. Namun, karena keterbatasan tempat, mohon perkenan sahabat memberikan konfirmasi kehadiran melalui WA dengan format :

FSN_KIB_Nama_NamaUsaha

Konfirmasi dikirimkan kepada Ayu : 085692053051.

Saya tunggu di sana ya !

Mari tumbuh berkembang bersama menjadi Saudagar Tangguh !

 

Catatan Khusus dan Penting :

Bagi sahabat yang ingin hadir, dipersilakan mencetak tiket masuk melalui web :

http://kopdarsaudagar.com/fsn/

 

 

Ada Pelajaran di Kisahmu

Mencermati perjalanan karir orang-orang terkenal menjadi salah satu kegemaran saya. Apalagi yang masih relatif muda. Mereka sudah mampu menduduki posisi strategis. Young on top. Termasuk kiprahnya saat menjabat. Banyak yang bisa dipelajari. Bagaimana persiapannya. Semangat belajarnya. Membangun tim. Kecermatan dan kecepatan eksekusinya. Pun sandungan yang mereka alami.

Perhatian saya tertuju pada sosok yang bernama Silmy Karim. Saya mengenal justru saat rekan saya meminta pendapat dan masukan ketika akan mengisi acara televisi. Ia jadi host yang menyertakan Pak Silmy Karim sebagai nara sumber.

Kiprahnya mengembangkan Pindad menjadi daya tarik. Perusahaan pelat merah yang difokuskan memproduksi persenjataan. Salah satu pabriknya di dekat kampung halaman saya. Pabrik khusus produksi peluru (amunisi) di Turen, Malang. Ada satu lagi di Bandung. Produksi Senapan Serbu (SS) dan juga kendaraan taktis (rantis) Panser Anoa menjadi salah satu hasil andalan. Dan mudah dikenal. Apalagi ketika Tim TNI AD menjadi kampiun Kejuaraan Menembak di Australia dengan menggunakan senjata bikinan Pindad itu. Belum lagi Anoa-nya yang acapkali digunakan Pasukan Perdamaian PBB.

Ia punya pendapat bahwa industri pertahanan dan ekonomi suatu bangsa saling bertaut erat. Indonesia punya peluang sebagai pemain besar industri pertahanan dunia. Perlu segera melakukan penguasaan teknologi, modal kerja, model bisnis, manajemen korporasi, serta akses global supply chain. Pun hal yang menentukan yaitu affirmative action atau keberpihakan pemerintah terhadap pertumbuhan industri militer. Ia membuat langkah-langkah strategis yang mungkin dilakukan untuk membuat terobosan. Inovasi seperti itu yang membuat Pindad menjadi lebih bersinar.

Tak lama menikmati suguhan produk-produk inovatif tadi, Pak Silmy diberikan amanah baru. Ia menjadi nahkoda PT. Barata Indonesia (Persero). Perusahaan milik negara yang memproduksi alat berat. Satu yang saya ingat waktu kecil adalah mesin selender (baca : wales, alat pemadat tanah). Barata juga punya instalasi pengecoran logam yang besar. Bangunan konstruksi pabrik karya engineer Barata sudah menyebar seantero Indonesia.

Lagi-lagi ada hal yang menarik yang menjadi program besar CEO muda ini. Menjadikan Barata terdepan untuk industri alat berat

“‎Ada banyak pelabuhan, itu butuh crane untuk bongkar muat. Crane kita masih impor. Belum lagi alat-alat pertanian. Ada banyak ide. Akan saya pelajari kemampuan dan kapasitas internal. Jika memang mumpuni akan saya dorong di situ. Jadi ruang lingkup pekerjaannya : engineering, kemudian crane, mekanisasi pertanian, infrastruktur kelistrikan, dan juga  infrastruktur yang sifatnya mendukung proyek konstruksi. Berkolaborasi dengan perusahaan BUMN lainnya,”  katanya ketika diwawancarai oleh media sesaat setelah pelantikannya.

Saya berharap Barata melaju kencang menjadi salah satu perusahaan yang mendukung kemandirian di bidang alat berat.

Saya dan tentunya rekan sejawat, sangat berterima kasih. Karena di sela kesibukannya, Pak Silmy berkenan hadir berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama kami. Insya Allah pada Jumat 20 Oktober 2017 pukul 08.30-11.00 WIB bertempat di Executive Lounge Graha Elnusa.

Sudah tak sabar mendengar langsung kiat beliau mengkilapkan kinerja perusahaan. Pendek memang, tapi semoga lebih dari cukup untuk menginspirasi saya dan sahabat semua.

Kehadiran beliau akan menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Seperti pesan langit yang diberikan Allah SWT Sang Maha Pencipta kepada Rasulullaah SAW dalam surat Yusuf ayat 111.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

 Semoga kami termasuk bagian dari orang berakal itu.

Pilah Pilih

Harus diakui, setiap insan tidak dapat hidup sendirian. Secanggih apa pun dunia ini. Jaman now atau nanti. Kita butuh teman. Ember ! Itulah keniscayaan sebagai mahluk sosial. Sunatullaah.

Sehingga mempunyai banyak teman juga sangat dianjurkan. Tidak  pilih-pilih dalam berkawan juga baik. Tentunya ada risiko di dalamnya. Membawa pengaruh. Bisa Mewarnai ? Atau justru kita terpengaruh alias terwarnai ? Bagaimana kemudian kita bersikap ?

Sesuai nasihat guru saya, saya pun berniat. Saya patri di hati dan juga aksi. Setiap kumpulan manusia yang saya ada dan berada di dalamnya, organisasi resmi maupun sosial, saya harus bisa mewarnai. Membawa manfaat. Hal yang tidak mudah memang. Tapi sangat mungkin dilakukan.

Banyak cara, bagaimana kita bisa mewarnai himpunan yang berisi manusia tadi ? Bukannya kita tidak perlu pilih-pilih ?

Ehm.. sebentar. Pas kita punya program, maka perlu dukungan teman. Bisa sih sendirian. Tapi memakan waktu lelbih lama. Bisa pula kita kehabisan bensin. Alias padam semangat ditengah jalan. so, kita butuh tim yang kuat. Tentunya harus sejalan. Teman seperjuangan. Nha.. kalau yang ini harus memilih. Kalau tidak, belum apa-apa sudah berantem. Tidak satu biduk. Tidak sama visi dan misi. Program malah terbengkalai. Tidak jalan.

Ada idiom dari negeri yang terkanal dengan jam besarnya, Big Ben :

“Bird of a feather flock together”

Orang yang punya kepentingan, gagasan dan juga karakteristik yang sama akan memiliki kecenderungan berhubungan satu sama lain. Menyatu. Sehati.

Tentunya dengan kesamaan itu, mempemudah dalam menjalankan program. Upaya memberi pengaruh. Aksi untuk mewarnai menjadi relatif lebih mudah. Memilih menjadi krusial. Malah keharusan. Guru saya pun memeberi penguatan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tarmidzi :

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat kepada siapa ia berteman.”

Sahabat, ketika berkawan…..cari sebanyak-banyak. Perluas networking. Jadilah insan gaul. Namun, ketika ada suatu misi khusus, membentuk tim, carilah teman seperjuangan. Pilah dan pilih diantara mereka.

Siap ?

Monggo. Agar upaya memberi manfaat yang lebih banyak menjadi tambah mantap.

Selamat menebar manfaat !

Tribute to Panitia Reuni Universitas Brawijaya 2017 : http://reuniub.com/kepanitiaan/

dan juga Pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya :  http://www.ikaub.net/

Rezeki dan Reuni

Sekitar 14 tahun lalu, saya terkena PHK. Melihat pesangon hati sedikit berbunga. Namun, ada hal yang masih menggantung. Banyak pilihan. Usaha mandiri ? Atau bekerja lagi di perusahaan lain ? Atau sekolah lagi ?Belum lagi perasaan, ada rasa rendah diri. Nggak pede.

Ketika itu saya putuskan ketiganya. Saya ambil semua. Sekolah program magister jalan terus.  Cari pekerjaan lain, juga hunting tak lenal henti. Plus memulai menjalankan usaha.

Singkat cerita, saya bangkrut. Usaha gagal. Bekerja resmi pun sudah diputuskan berhenti, setahun sebelumnya. Studi lanjut terbengkalai. Ketemu orang pun jarang. Minder.

Tapi saya tidak ingin berlama-lama dengan situasi itu. Doa jalan terus. Dan ditambah aksi lain, menghubungi teman. Sebelumnya, Kami sudah punya kebiasaan ngumpul. Gantian. Ketika itu berkumpul di kediaman salah satu rekan. Berganti tiap bulan. Kadang di Serpong. Pernah pula di Bekasi Timur. Kalau dipikir jauh juga. Dari cuma berempat plus keluarga hingga lebih dari itu. Aksi itu, boleh dikatakan reuni kecil.

Situasi keterpurukan saya pun, mereka tahu. Karena saya membuka diri. Minta pendapat. Masukan sangat banyak dan bermakna sekali. Di saat seperti itu, nasihat kecil seperti air ditengah dahaga. Seugeeer ! Ada yang memberi peluang. Positif sekali. Ternyata juga ada seorang teman yang mengalami hal serupa. Kita saling mengisi. Memberi semangat.

Kebiasaan kecil itu pun saya kembangkan hingga teman kerja yang pernah sama-sama terkena PHK. Rekan alumni saat kuliah dulu. Dan beberapa lagi.

Suatu masa, salah satu mantan atasan saya di perusahaan lama, memanggil saya untuk membantu dia kembali. Tentunya di perusahaan yang berbeda. Saya memutuskan mengambil kesempatan itu. Bekerja lagi. Alhamdulillaah. Itulah salah satu pembuka pintu rezeki saya ketika itu. Mental kembali terangkat. Tak lama setelah itu, semacam masa recovery, sekolah lanjut pun tuntas.

Saya jadi teringat nasihat guru ngaji di langgar dekat rumah  :

“Barangsiapa ingin dibentangkan PINTU REZEKI untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung SILATURAHMI”

Sahabat, ketika mengalami kondisi terpuruk. Bisa jadi usaha macet. Terkena PHK. Sekolah mampet tak kunjung beres. Karir juga nggak beranjak membaik. Ada satu jalan penyelesaiannya yang diberikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemurah, membuka networking. Menyambung silaturahim ! Reuni. Insya Allah salah satu jalan membuka kembali pintu rezeki kita.

Reuni ? Dahi langsung mengernyit. Ya, memang betul, setiap kegiatan termasuk reuni ada juga sisi negatifnya, tapi jauh lebih banyak manfaatnya. Kita maksimalkan sisi positifnya. Semoga rezeki itu berawal dari reuni.

Mau ?

Silakan kontak saya atau kunjungi laman :http://reuniub.com/

Sampai jumpa di Kota Malang.

 

 

 

Ngalup Ngalam !

Bagi orang yang pernah lahir dan menetap di Malang atau sekolah di Malang, bahasa walikan menjadi biasa. Ya, bahasa gaul yang beberapa kata dibaca dari belakang.
 
Ngalup Ngalam. Ini artinya Pulang Malang atau lebih mudah diartikan mari pulang kembali ke Kota Malang.
 
Pesan itu yang ingin didengungkan oleh Rektor Universitas Brawijaya atau lebih tersohor dengan singkatan UB, Prof. Bisri dan juga Ikatan Alumninya.
 
Kebetulan beberapa tahun terakhir ini, hari ulang tahun UB yang dibarengi dengan temu alumni dilaksanakan di Jakarta. Kali ini, insya Allah akan diadakan di Kota Malang.
 
Acaranya pun beragam.
 
Ada acara berbagi kepada masyarakat, bakti sosial. Tak lupa juga sharing knowledge dari alumni kepada mahasiswa dan sivitas akademika.
 
Ada wisata kuliner dengan memanfaatkan potensi warga Malang. Sekaligus sebagai obat kangen makanan dan minuman khas Malang. Rujak Cingur, Cwi Mie, Rawon, Es Tawon, dll. Ehmm. .. jadi ngeces ini. Tentunya juga ada hiburan yang akan menyasar segala usia.
 
Pun juga meneruskan tradisi sebagai kampus yang acapkali menelurkan ide berskala nasional. Sekedar membangkitkan ingatan kita semua, Juara PIMNAS beberapa kali adalah UB.  Ojo lali iku, lho. Oleh karenanya, salah satu mata kegiatan kali ini adalah rembug nasional untuk memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran dan aksi nyata kepada negeri yang kita cintai ini.
 
Rekan sejawat, sederek sedoyo, mari kita ramaikan dan sukseskan acara yang insya Allah akan dilangsungkan pada 7-10 Desember 2017 ini di kampus tercinta, UB di Kota Malang.
 
Yuk… melakukan registrasi sekaligus sebagai sarana pendataan alumni :

Registrasi

Oh ya, jika ada kelonggaran dana, mari sisihkan dana untuk kegiatan ini, utamanya kegiatan bakti sosial untuk masyarakat.
Dana dapat ditransfer melalui :
 
Bank BRI (kode antar bank 002)
0433 01 000552 569
a.n. Panitia Reuni Universitas Brawijaya
 
Konfirmasi bisa melalui WA Bendahara : Erny 0815 8057 212
 
Nawak, sedulur, partisipasi sampeyan sangat dinanti.
Ayo #NgalupNgalam..
 
Semoga ajang ini menjadi sarana meluaskan rezeki dan juga memperpanjang usia kita. Semoga hidup menjadi lebih bermakna dan membawa manfaat kepada sebanyak-banyaknya umat manusia.
 
Dienteni ndek Malang yo….
 
 
Rutam nuwus !

Malang Kami Datang !

Ayo, Ker !
#ngalupNgalam

Insya Allah, perhelatan besar akan diselenggarakan di Malang, tepatnya di Universitas Brawijaya.

Sivitas akademika akan menyelenggarakan serangkaian acara sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia kampus dalam berkarya untuk Indonesia.

Event kolaboratif antar alumni.

Sumbang pikir untuk kemajuan kota Mlang, Jawa Timur dan tentu saja kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini, Indonesia. Kegiatan sosial untuk lebih memberi manfaat kepada masyarakat sekitar kampus. Perhelatan pelestarian budaya. Olah raga. Yang tak terlupakan adalah wisata kuliner dengan melibatkan pedagang lokal.

Kali ini acara dipusatkan di Malang. Beberapa tahun terakhir memang di Jakarta. Ini sesuai dengan amanah pimpinan Universitas Brawijaya yang saat ini dikomandoi oleh Prof. Dr. Ir. Muhamad Bisri.

Kapan ?

Insya Allah pada 8 – 10 Desember 2017.

Perkenankan, saya menyampaikan pesan khusus bagi sahabat, khususnya alumni Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, apa pun jurusannya.

Kenapa ?

Fakultas Teknik, tahun ini, bersama Ikatan Alumninya diberi amanah sebagai tuan rumah ! Ketiban sampur ! Mari bahu membahu untuk memberikan warna lain, dukungan doa, tenaga, pikiran dan tentu saja, dana.

Masih ada waktu tidak lebih dari 150 hari… Mari kita siapkan, utamanya bagi sahabat alumni yang berada di luar kota Malang.

Oh ya, donasi dapat ditransfer melalui rekening BNI Cab. Fatmawati, Acc no. 0435 770 533 an Indra Nur Yahya (Sekjen Ikatan Alumni Fakultas Teknik UB).

Mohon sahabat melakukan konfirmasi guna mempermudah pencatatan dan akuntabilitas laporan via WA Mas Indra : 085259310999

Sedikit itu rasa, sahabat. Tak perlu risau.

Berapa pun, insya Allah memperkuat silaturahim kita dan memberikan sumbangsih bagi suksesnya acara ini.

Semoga upaya kita dicatat sebagai salah satu amal sholeh.

Rutam nuwus !

An. Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono…
dan
Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik UB Ir. Ali Mundakir, M.Eng.

Resonansi

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin . .

Juga terima kasih kepada peserta yang berkenan hadir dan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan saat pelatihan sehari :

‘Leverage Your Profit’

Pelatihan yang diselenggarakan sebagai upaya menyebarluaskan semangat penghematan biaya dengan pendekatan terobosan pada proses bisnis. Materinya sebagian besar berdasarkan buku ‘Cost Killer’.

Pelatihan ini diselenggarakan pada : Sabtu, 6 Mei 2017 di Titan Center, Bintaro, Tangerang Selatan.

One day workshop ini dikemas khusus dengan memadukan teori dan pengalaman, baik trainer maupun peserta itu sendiri.

Terima kasih juga kepada panitia kecil yang membantu kelancaran dan suksesnya acara ini.

Saya dan juga teman-teman di AIR Business Consulting, sangat menyadari masih banyak kekurangan baik materi, penyajian dan juga contoh kasus yang ditampilkan. Termasuk juga sisi penyelenggaraannya. Oleh karenanya masukan sangat diharapkan agar event selanjutnya, bisa lebih baik lagi.

Terlebih, kami berdiskusi di ruangan yang dinamai Ruang Jacob. Istimewa. Kenapa ? Ruangan diambil dari nama Francois Jacob, pria berkebangsaan Prancis. Peraih Hadiah Nobel tahun 1965 di bidang obat-obatan. Saya ikut bergetar. Jadilah ia pendorong semangat kami juga. Upaya meraih hasil yang tinggi. Membawa manfaat kepada sebanyak-banyaknya manusia. Usaha kami pun terus tumbuh dan berkembang.

Sekali lagi, terima kasih.

Leverage Your Profit

Sahabat….

Apa yang dilakukan ketika melihat laporan rugi laba tidak sesuai harapan?  Bahkan merugi ? Rapor merah ?

Atau organisasi yang biayanya tak terkendali ?

Saya yakin, jika pebisnis, ada yang melakukan review terhadap revenue. Bagaimana aktivitas penjualan. Tak jarang melihat lebih dalam pada biaya. Itu semua dilakukan agar punya action plan yang lebih mantap.

Tak jarang, biaya bisa ditelisik lebih dalam. Utamanya komponen yang meracik biaya pokok produksi. Jika dikelola, aktivitas ini bisa menyumbang kontribusi laba. Upaya yang low cost, tapi bisa berkontribusi besar. Aksi ini pun dilakukan oleh pemimpin organisasi, nirlaba sekalipun.

Bagaimana caranya  ?

Salah satunya adalah melakukan terobosan dengan pendekatan perubahan proses bisnis pengadaan. Beberapa kiat yang dikenal dengan 3I akan dijabarkan secara rinci. Identifikasi internal, identifikasi eksternal dan ikat hubungan atau melakukan perikatan lebih jelas dalam pelatihan ini.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya mengundang sahabat dan/atau tim yang membersamainya, untuk mengikuti pelatihan sehari ‘How to Leverage Your Profit’. One day workshop dengan acuan buku ‘Cost Killer’ karya Ari Wijaya.

Ari Wijaya akan bertindak sebagai Lead Trainer bersama Tim AIR Business Consulting.

Kapan ?

Sabtu, 6 Mei 2017 pukul 08.00 – 17.00 WIB di Gedung Titan Center, Jl. Raya Boulevard, Bintaro, Tangerang Selatan.

Klik link berikut ini untuk mengetahui venue dengan tepat :

https://goo.gl/maps/5fQuyGMTt2C2

Investasi diberikan harga khusus Rp. 1juta per orang. Ya, special dari harga sebelumnya yang Rp. 1,5 juta per peserta.

Fasilitas yang akan didapat peserta workshop :
– materi dengan studi kasus plus pengalaman trainer
– 1 backpack unik
– 1 buku Cost Killer
– kudapan dan makan siang khas Indonesia
– Sertifikat

Tentunya juga bisa mendapatkan diskusi tatap muka tiap Senin (Program SeniNaik !)

Sahabat tertarik dengan penawaran terbatas ini ?

Silakan meminta informasi dan konfirmasi melalui WA :

Sisrie  08119090190

Besar harapan kami, bisa berkontribusi dan turut melakukan perubahan bersama.

Terima kasih.

Wassalam,
Tim AIRBusiness Consulting