Berkomitmen ? Infaklah !

Ahad pagi setelah sholat subuh, saya dan beberapa teman satu kelompok melakukan kajian rutin. Pengajian yang membuat saya dan juga teman selalu merasa rindu. Kami berbeda profesi, dan jarang bertemu muka dalam sepekan. Momen rutin inilah salah satu bentuk temu muka, saling sharing. Kami saling berbagi rasa, saling menringankan beban. Kami bersepakat bertemu di Sekolah Alam Bintaro, milik salah satu anggota group.

Biasanya diskusi dimulai pukul 06 pagi hingga ditutup pada pukul 10 siang. Entah kenapa materi-materi yang disampaikan senantiasa menarik dan up to date. Padahal beliau mengakui bahwa bahan seperti ini bisa jadi pernah disampaikan beberapa tahun yang lalu.

Continue reading “Berkomitmen ? Infaklah !”

Maju yang Mundur

Beberapa hari ini pemandangan menggembirakan disuguhkan di Masjid Ar-Ridho, masjid dekat rumah. Jamaah sholat subuhnya bisa mencapai 10 shaf. Jika dihitung cepat, dengan kapasitas per shafnya rerata 22 orang, maka setidaknya ada sekira 220 orang. Ruang utama masjid terlihat penuh. Menggembirakan ? Tentu saja. Jamaah yang membludak, utamanya sholat subuh, adalah salah satu indikator kemakmuran masjid. Di samping itu adanya kegiatan tambahan menjadi daya dukungnya. Terlebih, pada hari biasa masih pada kisaran 3-4 shaf atau setara 50-80 orang.

“Rame gini, karena Ramadhan aja, Mas. Orang berlomba mendapatkan keberkahan”, begitu komentar seorang kawan.

Continue reading “Maju yang Mundur”