Memilah dan Memilih Amanah

Ketika tugas itu datang, hampir dipastikan kita tak bisa menolaknya. Kita tak bisa memilih mana tugas yang enak, mana yang tidak. Semua ada tantangannya masing-masing. Kita tak pernah tahu. Sudah garis tangan. Tapi itu bukan berarti pasrah bongkokan. Amanah harus dijalankan. Itu ketetapan yang terbaik untuk kita yang diberikan kepercayaan itu.

Apa itu amanah? Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia:

amanah /ama·nah/ 1 n sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain:

Nha ini, dipercaya. Sehingga sudah ditakar sebenarnya, oleh siapa? Bisa oleh atasan orang lain yang memebri tugas. Tapi yang jelas semua itu hanya perantara. Karena pasti sudah menjadi qadar dari Tuhan Sang Maha Pencipta. Terlebih Gusti Allah sudah memberikan jaminannya. Apa itu? Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

So? Dijalani saja amanah yang hadir. Tentunya menggunakan ilmu pengetahuan, pengalaman dan mentoring. Semua resources dikerahkan. Kita bisa pilah mana yang harus dikerjakan dulu dengan cepat dan tepat. Bisa pakai Prinsip Pareto. Kita pilah sesuai skala prioritas.

Sesuai nasihat guru dan beberapa kajian, keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin suatu organsiasi atau lembaga dapat dilihat dari aspek-aspek: produktivitas dan kinerjanya, kejelian dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Tentunya juga memiliki kemampuan memimpin dan kemampuan intelektual. Mampu melakukan trasnformasi (perubahan) dalam organisasi dan juga pemikiran individu dan pihak-pihak yang ada dalam organisasi.

Perusahaan idem dito. Hanya saja sebagian besar tolok ukur itu dikonversikan dalam uang. Apa saja itu? Misalnya, revenue alias penghasilan. Cost of Revenue atau biaya pokok produksi. Net Profit atau yang sering disebut keuntungan. Semua itu dikelola dengan baik, ujungnya adalah keuntungan bagi pemegang saham.

Nggak gampang memang. Benar banget. Menjalankan amanah memimpin perusahaan pasti banyak rintangan. Karena kalau banyak rantangan, itu namanya kenduri alias pesta.

Bismillaahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim

Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 

Mohon doa dan dukungannya.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =