Organisasi yang Sehat
Concept image of revealing an idea, finding the right solution during creative process. Hand picking piece of puzzle with bright light bulb

Organisasi yang Sehat

Organisasi yang Sehat

Kata organisasi tentunya sudah tidak asing di telinga kita. Secara tidak langsung sudah dikenalkan sejak SD atau SMP. Ada Pramuka, PMR, Organisasi Siswa Intra Sekolah. Atau bisa jadi, ada juga yang kenal nama lebih awal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

organisasi/or·ga·ni·sa·si/ n 1 kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu; 2 kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama;

Dari definisi tersebut organisasi bisa beragam dari sosial, keagamaan, politik bahkan pemerintah. Perusahaan pun sejatinya adalah sebuah organisasi. Tak jarang kita temui organisasi yang namanya melambung, kemudian surut bahkan tak beraktivitas lagi. Loyo akhirnya mati suri. Ada juga yang baru muncul langsung melejit. Beberapa bahkan sudah ada sejak zaman awal kemerdekaan negeri ini, hingga kini masih eksis. Sehat bahkan sangat kuat.

Timbul keingintahuan, bagaimana organisasi bisa sehat? Beberapa tokoh memberikan hasil kajiannya. Izinkan dalam kesempatan ini dikemukan 3 syarat utama agar organisasi tetap sehat bahkan kokoh tak tertandingi.

Orientasi

Setiap organisasi harus mempunyai prinsip atau asas. Apa sih asas atau prinsip itu? Kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dan bertindak. Asas harus ditetapkan. Setelah asasnya mantap, maka pedoman sebagai arah kemana tujuan organisasi harus juga dirancang. Ini setidaknya ada ketentuan-ketentuan dasar, bagaimana kita harus mencapai tujuan. Tak kalah pentingnya adalah tujuan organisasi itu dibentuk. Apa maksud sebuah organisasi dibentuk.

Tiga hal kunci ini: prinsip, pedoman dan tujuan, diramu dijadikan satu menjadi satu kata: orientasi. Orientasi mantap, salah satu syarat sehat dapat dipenuhi.

Organisasi berupa negara bisa diambil contoh adalah orientasi negara yang kita cintai ini. Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Jika perusahaan biasanya ada pada visi misinya perusahaan.

Loyalitas

Loyalitas atau dalam sebutan lain adalah kepatuhan, kesetiaan. Kesetiaan tentunya kepada pemimpin atau leader. Tentu saja pemimpin ini masih bersyarat. Sebagai orang yang beriman, maka pemimpin yang patut mendapatkan kesetiaan adalah yang taat kepada Tuhan Yang Mahaesa dan juga taat kepada nabi pembawa tuntunan Tuhan Sang Maha Pencipta kepada hambaNYA. Termasuk terhadap nilai-nilai yang diyakininya. Biasanya dalam organisasi, loyalitas diawali dengan adanya sumpah anggotanya. Semacam pakta atau janji.

Aksi atau Kegiatan

Aksi atau kegiatan juga menjadikan organisasi sehat. Layaknya tubuh manusia, kalau diam saja alias mager, bisa jadi malah tidak sehat. Harus banyak bergerak. Begitu juga organisasi. Dalam melakukan aksi dilandasi dengan rasa dan jiwa pengorbanan. Baik waktu, pikiran, tenaga, bahkan materi. Jam e rusak, kesak e jeru (Jamnya rusak artinya tak kenal waktu. Kantongnya dalam artinya harus rela mengeluarkan dana jauh lebih banyak).

Perlu juga adanya kesungguhan dalam beramal. Kalau sudah yakin, maka upaya harus total. Berusaha sekuat tenaga, sepenuh hati dan sepenuh minat dalam melaksanakan kegiatan hingga tuntas. Meski kadang hanya segelintir yang mengikuti kita. Bahkan sendirian sekali pun.

Setelah itu semua apakah cukup? Belum. Masih ada satu lagi, konsisten atau taat asas. Sedikit tapi terus menerus jauh lebih punya manfaat dan daya gedor, daripada banyak tapi sesekali. Lebih hebat lagi kalau banyak dan juga konsisten. Itu ideal banget. Apalagi jika amal kebaikan, kegiatan positif dilakukan secara bersama-sama dan dikoordinasikan lebih rapi. Bakal dahsyat hasilnya.

Ehm . . setelah kita paham 3 syarat menjadikan organisasi yang sehat. Yuk, kita lakukan penilaian mandiri, organisasi yang kita ikuti atau kita berada di dalamnya seperti apa? Sebagai anggota sebuah organisasi, kita sebagai anggota sudah seperti apa? Apa yang masih perlu ditingkatkan? Bagaimana sikap kita? Diam atau bergerak melakukan perbaikan?

Itu semua berpulang kepada kita. Jika mau sehat dan tetap kokoh berdiri bahkan menyebarkan kebaikan ke seantero negeri, bukan hal yang tabu memulai perubahan.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

8 + twenty =