Pahlawan Itu…

Teringat ketika saya masih duduk di bangku SD hingga baru awal masuk SMP sekira 30-an tahun lalu.
Sering berjalan bersama Bapak, tangan ini tak pernah lepas dari gandengan beliau. Bapak ingin memastikan bahwa saya dalam pengawasan beliau. Genggaman erat itu menjadi tanda tersendiri.

Momen itu beliau sempatkan ketika pulang dari sekolah. Tak jarang ketika beliau mengunjungi beberapa tempat. Saya diajak serta menyusuri Jalan Ngguyangan atau sekarang dikenal dengan Jalan Tlogo Indah.

Continue reading “Pahlawan Itu…”

Pengurangan yang Menambahkan

Pengetahuan yang menyeluruh tentang profil pembelanjaan sudah dapat dikatakan menyelesaikan separuh upaya penghematan dalam proses pengadaan. Berdasarkan informasi ini, kita dapat melakukan evaluasi kebutuhan.

Apakah pada proses pengadaan atau pembelian selanjutnya akan menggunakan pola yang sama ? Apa yang dibeli ? Berapa jumlah yang dibeli, disewa atau dibuat mandiri ? Apakah masih perlu sejumlah itu ? Apakah ada pengurangan atau bahkan penambahan? Juga diperoleh data tentang sebaran produsen (baca: merek) yang digunakan dalam satu proses tertentu. Apakah akan tetap membeli di tempat yang sama ?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan mengarahkan kita pada pengembangan strategi selanjutnya.

Continue reading “Pengurangan yang Menambahkan”

Meminta Ijin Bukan Urusan Sepele

Kemarin, saya mendapatkan peringatan yang sangat menohok. Air mata pun menggelayut di kelopak mata. Begitu berat mewujudkannya, sadar akan polah tingkah selama ini. Ini terkait tentang organisasi lebih khusus terkait kepemimpinan. Jika diskusi tentang leadership tentunya sudah sangat mudah ditemui dan dipahami. Namun, kali ini diskusi berlangsung tentang adab sebagai pengikut. Dengan kata lain adalah membahas hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang yang menjadi bagian dari team. Tata krama sebagai orang yang dipimpin. Saya menyebutnya followership.

Continue reading “Meminta Ijin Bukan Urusan Sepele”

Jangan Mau Kalah

Malam itu saya menyempatkan bersilaturahim ke seorang sahabat. Dalam perjalanan saya ditemani sopir taksi. Pria berbadan sedang ini punya 3 anak yang memasuki masa kuliah. Pembicaraan mengarah kepada kesulitan ekonomi yang mulai dirasakannya.

“Waduh Mas, narik taksi sekarang berat (baca : sering tak dapat setoran). Eee.. baru-baru ini ada kabar ada group taksi besar yang mau masuk. Gimana itu menurut, Mas ?” tanyanya di tengah diskusi. Sembari menyebut nama group taksi yang sudah go public itu.

Continue reading “Jangan Mau Kalah”

Belajar dari Kuliah Tamu

Dalam sebulan ini ada 3 event memberikan sharing experience and knowledge di kampus yang berbeda. Materi yang disampaikan adalah sesuai dengan expertise dan experience pembicara. Saya pun mengajukan topik mengenai strategic sourcing. Pokok bahasan yang masih asing di telinga mahasiswa. Tantangan lainnya adalah waktu yang diberikan memaparkan materi hanya 1 jam atau semolor-molornya 75 menit. Sesi tanya jawab diberikan tambahan 30-45 menit.

Materi ini sudah ada bangunan intinya. Ibarat rumah pondasi dan dinding , sudah siap. Seperti biasa dan sesuai ajaran guru, saya menanyakan profil peserta, waktu dan tempat. Tentunya tidak lupa menggali apa yang diharapkan dari event tersebut. Hal ini untuk memperkaya materi plus membuat sisipan yang sesuai dengan kondisi peserta. Kalau rumah, ini ibarat desain interior dan perabotnya. Hal ini saya maksudkan agar lebih mudah dipahami dan sesuai harapan audience.

Continue reading “Belajar dari Kuliah Tamu”

Terobosan Sang Dosen

Bertemu sahabat yang satu ini, energi saya bertambah. Ia adalah salah satu alumni yang mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar. Hampir tidak pernah ia mengeluh akan profesi yang ia jalani. Setiap pertemuan maupun sekedar percakapan by phone atau by WA, memberikan kabar yang berbeda, tapi tetap berisi pesan positif. Saya teringat ketika pada masa ia kemanten anyar, teman ini memanfaatkan waktu pulang kampungnya dengan membawa beras untuk dijual kembali di Malang.

Continue reading “Terobosan Sang Dosen”

Contingency Plan

Pagi ini, saya harus bangun lebih awal. Kebetulan saya harus mengejar pesawat di Bandara Halim PK. Sekaligus melakukan dropping-off garwa saya ke travel langganannya. Direncanakan bangun pukul 03.30 WIB, alhamdulillaah dibangunkan Gusti Allah pukul 02.30 WIB. Masih ada 1,5 jam untuk persiapan. Setelah qiyamul lail, saya mencoba menuntaskan laporan semalam sekaligus mengirim pesan kepada team via email dan WA.

Continue reading “Contingency Plan”

Berkomitmen ? Infaklah !

Ahad pagi setelah sholat subuh, saya dan beberapa teman satu kelompok melakukan kajian rutin. Pengajian yang membuat saya dan juga teman selalu merasa rindu. Kami berbeda profesi, dan jarang bertemu muka dalam sepekan. Momen rutin inilah salah satu bentuk temu muka, saling sharing. Kami saling berbagi rasa, saling menringankan beban. Kami bersepakat bertemu di Sekolah Alam Bintaro, milik salah satu anggota group.

Biasanya diskusi dimulai pukul 06 pagi hingga ditutup pada pukul 10 siang. Entah kenapa materi-materi yang disampaikan senantiasa menarik dan up to date. Padahal beliau mengakui bahwa bahan seperti ini bisa jadi pernah disampaikan beberapa tahun yang lalu.

Continue reading “Berkomitmen ? Infaklah !”

Babak Baru

Dalam dua hari ini, saya memantau khusus proses daftar ulang anak mbarep (baca : sulung). Setelah sebelum lebaran, sebelum mudik, seluruh dokumen pendukung disiapkan termasuk menanyakan dan memantapkan kembali kebulatan niat dan tekad untuk studi lanjut di Fakultas Psikologi, UIN Syarif Hidayatullah. Kampus yang berada di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Maklum, anak baru gede, biasanya masih labih dalam memilih sesuatu.

Ba’da subuh tadi, saya luangkan untuk berdialog dan alhamdulillaah sudah beres. Tahapan selanjutnya seperti tes TOEFL, tes Bahasa Arab, masa orientasi pun telah ia catat dengan baik. Tak lupa, dia juga menceritakan mendapatkan teman baru sesama pendaftar ulang. Lumayan, katanya, antrian yang panjang dan lama, tidak membosankan karena sembari bertukar cerita dan pengalaman.

Continue reading “Babak Baru”