Pinangan Perlu Persiapan

negotiation

Eh.. ngomong-ngomong, apakah sahabat punya pasangan ? Suami ? Istri ? Sudah ada ? Bagi yang belum, segera ya. Saya doakan. Jika jawabannya, sudah punya, coba putar memori sejenak.

Bagaimana proses lamaran sang pujaan hati ? Ada yang sangat beruntung. Sekali mengutarakan maksud, langsung diterima. Tak jarang, yang harus melalui jalan berliku. Melakukan pendekatan lewat teman, saudara atau bahkan orang tua. Eeee… sudah all out, tidak disetujui. Proposal ditolak. Nggak putus asa, coba lagi dengan cara lain. Pas berhasil, meski dengan berbagai syarat, rasanya bagaimana ? Dunia seakan bernyanyi untuk kita. Indah. Bahagia tak terkira.

Dalam proses bisnis, mirip prosesnya ketika kita ingin mendapatkan barang atau jasa. Pasangan dalam hal ini vendor kita, sudah hadir di hadapan. Untuk mendapatkannya, kita melakukan upaya mencapai kesepakatan. Itulah proses negosiasi.

Negosiasi menjadi jembatan untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai kesepakatan. Bukan sesuai maunya atau hak kita saja. Hampir dipastikan, tidak ada yang ingin gagal dalam negosiasi. Ini seperti ungkapan Chester Karras, Doktor alumni University of Southern California. Ia yang menemukan metoda negosiasi yang efektif. Cara yang telah dipakai luas dan mendunia.

“In Business as in Life, You Don’t Get What You Deserve, You Get What You Negotiate”

Kualitas persiapan menghadapinya adalah kunci sukses tidaknya negosiasi. Banyak jalan melakukan persiapan. Dalam kesempatan ini saya ketengahkan secara singkat 4 aktivitas persiapan yang powerful.

Apa itu ?

  1. Cari alternatif terbaik terhadap suatu kesepakatan. Lebih populer disebut BATNA (best alternative to a negotiated agreement). Lakukan analisis berbagai kemungkinan yang ada dalam negosiasi, sehingga menemukan berbagai alternatif yang pada akhirnya mendapatkan keuntungan yang optimal. Karena harus siap tidak mendapatkan semua yang kita inginkan.
  2. Buat Agenda. Susun setiap tahapan ketika tatap muka. Topik yang dibahas apa saja dan urutan waktunya. Hal ini agar negosiasi berjalan efektif dan efisien. Kita tahu, kapan harus jeda atau bahkan dihentikan.
  3. Kembangkan daftar pertanyaan kritis. Hal ini untuk melakukan review bersama atas proposal yang diajukan vendor. Plus lakukan latihan seakan-akan terjadi negosiasi yang sebenarmya. Ini dikenal dengan Murder Boards, Mock Negotiations dan Crib Sheets.
  4. Siapkan draft agreement. Draft setidaknya berisi syarat dan kondisi standar yang berlaku umum ditambahkan dengan hal-hal yang sesuai dengan kebijakan internal. Dengan adanya rancangan ini pembahasan bisa straight to the point terhadap hal-hal yang masih berbeda. Di samping itu, dokumen tersebut sebagai pengetahuan hak dan kewajiban masing-masing secara dini.

Bagaimana sahabat ? Nampak relatif mudah bukan ? Bisa jadi, tak beda jauh ketika sahabat mempersiapkan pinangan dari pujaan hati. Memperbesar peluang untuk mendapatkan yang sesuai dengan idaman.

Mari kita terapkan agar hasil yang dicapai, utamanya sesuai dengan harapan kita.

Salam terobosan !

This is ariWAY

 

Jika sahabat mendapat manfaat dari artikel ini, silakan disebarkan.

Kunjungi  www.ariwijaya.com

Join di FB Group “Forum Terobosan dalam Proses Bisnis” dengan klik :

https://www.facebook.com/groups/1142862102437435/?fref=ts

Atau kirim email ke : ariwijaya@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *