Road to Glory

Road To Glory

Banyak sumber yang menjadi masukan dan pelajaran. Tak jarang berasal dari orang yang saya kenal dekat. Awal perkenalan terjadi saat ia menjadi mentor saya di kampus. Saat saya mahasiswa baru. Ia salah satu pembina program mentoring agama Islam, salah satu kegiatan unggulan bagi mahasiwa baru. Ia juga senior pada beberapa kegiatan kemahasiswaan di kampus. Setelah lulus, Mas Ali, begitu saya memanggilnya, direkrut oleh Pertamina. Salah satu tempat bekerja paling diidamkan bagi kami lulusan dari kampus di kota kecil, Malang.

Ia pernah mengenyam studi lanjut di Selandia Baru. Karirnya cukup melaju pesat. Pada usia baru menginjak 40 tahun telah menduduki jabatan selevel Vice President. Ia pernah menjadi orang yang paling ditunggu kehadiran dan pernyataannya oleh awak media. Maklumlah, Arek Lamongan ini pernah menjadi juru bicara Pertamina. Saat ini, aktivis kampus itu menduduki posisi Direktur Utama PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Pendekar Tapak Suci ini menunjukkan minat yang sangat besar di bidang geothermal. Ia menyatakan bahwa panas bumi adalah energi baru dan terbarukan. Negeri kita dikaruniai banyak gunung berapi. Itu berarti potensi besar. Panas buminya bisa dikonversikan menjadi tenaga listrik.

Ia memberikan wejangan bagaimana menjadi pemenang. Menjadi karyawan yang jadi pilihan utama. Siapa pun yang membutuhkan tenaga dan buah pikir kita.

Ia menyebutnya dengan: KIAT.

Kiat yang berarti cara atau taktik, tapi kali ini adalah singkatan yang bisa dijadikan modal yang lain.

  1. Knowledge. Pengetahuan itu penting. Kita harus memiliki pengetahuan yang spesifik dimiliki dan menjadi andalan. Pengetahuan itu bisa diperoleh dari beberapa jalur. Paling umum adalah jalur akademis. Menempuh pendidikan hingga jenjang yang dianggap mumpuni. Di samping itu, pengetahuan bisa diperoleh dari pengalaman orang lain. Oleh karenanya, kita perlu sering dan menjadwalkan diri secara khusus mendengarkan atau menimba ilmu dari pihak lain.
  2. Integrity. Memegang kuat prinsip moralitas. Ini Penting. Pengetahuan yang cukup tanpa dibarengi dengan prinsip moral yang kuat (nilai agama) akan percuma. Pemahaman terhadap agama yang kita yakini juga akan memperkuat hal ini.
  3. Attitude. Bisa diartikan sikap kita kepada orang lain. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain juga memegang peranan penting. Sebagai mahluk sosial, tidak dipungkiri selalu ada hubunagn antar manusia. Baik hubungan yang bertalian dengan karir, maupun non-karirseperti pergaulan dengan masyarakat.
  4. Teman (Teamwork). Membangun jejaring. Silaturahim. Analoginya, kumpulan orang yang tidak berkualitas bisa jauh lebih hebat dari orang jenius yang terisolasi. Apalagi jika orang hebat berkumpul dan bekerja sama, hasilnya bisa jauh lebih mantap. Tambah dahsyat.

Pak Direktur Utama ini punya visi menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam menjalani hidup dan kehidupan, ia sangat terkesan dengan nasihat orang tuanya. Orang tua adalah pusaka baginya. Mereka memberi nasihat dalam bahasa Jawa, jika diterjemahkan bebas:

“Menjalani kehidupan, apa pun profesinya. Harus ikhlas dan bersikap positif”.

Itulah salah satu kiat mempermulus jalan menuju kemenangan. Road to glory.

Apa yang disampaikan dan dijalankan Mas Ali ini sejalan dengan nasihat mendiang Zig Ziglar, penulis buku best seller sekaligus motivator asal Alabama, US.

“Your attitude, not your aptitude, will determine your altitude”

Mau ?

Mari kita jalankan KIAT itu . . .

One Reply to “Road to Glory”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *