Sejarah dan Kita

Rekan-rekan Leaders dan juga Young Guns..
.
Ada keniscayaan sangat berharga dalam sejarah yang patut menjadi pelajaran kita semua. Bahwa kemenangan, kegemilangan tidak dapat diperoleh atau terjadi dengan instan. Selalu ada peristiwa penting yang menjadi pemantik dan pembuka bagi peristiwa penting berikutnya.
..
Perjuangan para founding fathers negeri ini juga memberikan banyak contoh. Mereka berjuang silih berganti untuk melawan kolonialisme di masing2 daerah. Berhasil dipadamkan, dengan durasi perang yang berbeda. Semua berubah, ketika ada peristiwa 28 Oktober 1928. Ada sumpah persatuan. Cara berjuang pun berubah. 17 tahun kemudian Indonesia merdeka.
.
Kalau menilik jauh lebih ke belakang, Perjanjian Hudaibiyah Tahun 628 atau 6 tahun setelah Nabi Muhammad berpindah dari Mekkah ke Madinah. Sebuah perjanjian yang memberikan gencatan senjata dan kebebasan saling mengunjungi 2 kota penting itu. Seperti jeda setelah beberapa tahun terjadi perang yang dahsyat dan membawa banyak korban jiwa. Tak berselang lama, 2 tahun setelah perjanjian itu, Mekkah dapat dikuasai dengan damai. Mereka bersatu.
.
Pemboman Hirosima Nagasaki yang memilukan itu, mengakhiri Perang Dunia yang menelan korban puluhan juta manusia. Perang yang melibatkan banyak negara. Enam tahun konflik yang sangat luas dan mematikan.
.
Jika saya bawa ke konteks perusahaan yang kita cintai ini, beberapa milestone juga menandakan hal yang serupa.
.
Kita dulu didirikan oleh founding fathers adalah sebuah perusahaan penguliran. Namanya Purna Bina Nusa. Setelah 28 tahun ada perubahan, ditambahnya bisnis Fabrikasi Konstruksi. Kita pernah 1 tahun lebih ‘puasa’ karena API sebagai tool kita dicabut. Setelah itu kita mau dan mampu bangkit. Ini yang penting, mau. Alias berkeinginan kuat dan bahu membahu untuk berubah lebih baik. Kita juga diberi kepercayaan mengelola bisnis maintenance. Kita diberikan lagi ruang belajar dan alat mendapatkan keuntungan.
.
Kali ini cobaan pun datang. Ada lini bisnis yang menggerus kerja bareng kita semua. Dalam. Ya, lubang yang menganga ini membuat kita tertatih untuk naik kembali. Satu dua orang berulah, kita semua harus menanggung risiko dan bebannya. Inilah rasa satu keluarga.
.
Tak boleh menerus diratapi. Harus kita perbaiki dan bangkit lagi. Harus dimulai menyusun rencana dan aksi. Kemenangan harus kita raih kembali. Kemenangan itu kalau diperusahaan adalah revenue naik dan punya untung yang besar.
.
Keniscayaannya, tidak ada kemenangan diraih dengan instan. Tidak ada.
.
Peristiwa penting masa ini, kita jadikan titik tolak kebangkitan. Itu semua dimulai dengan ‘mau’ atau tidak. Ini bukan mau yang artinya akan, tapi mau bermakna bersedia. Karena kalau kemampuan, yakinlah kita semua punya itu. Butuh waktu pastinya. Bisa tuntas cepat? Bisa banget.
.
Bagaimana? Kita mulai lagi memantapkan amanah alias integrity. Adaptasi dengan cepat. Berubah sikap. Mengubah metoda kerja. Manambah kompetensi. Memompa semangat.
.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Maha benar Allah dengan segala firmanNYA.
.
Yuk kita saling menyemangati. Memberikan ide dan krasa. Dan tentunya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif.
.
Mau?
.
.
Catatan:
Pesan ini disampaikan kepada seluruh leader dan juga anggota tim masing-masing leader. Mencermati upaya perbaikan yang sedang dilakukan. Menambah semangat untuk terus menelurkan karsa, karaya dan doa.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 18 =