Ukuran yang Pas, Keuntungan Naik

Ukuran yang Pas, Keuntungan Naik

Ukuran yang Pas, Keuntungan Naik

 

Pernahkah saat membeli makanan ringan alias jajanan, bungkusnya besar? Saat dikonsumsi, terlewat mengontrol penutupnya. Eh.. pas ingin makan lagi, ternyata makanan di dalamnya melempem, ada semut. Intinya tidak sesuai harapan semula. Bahkan sisa yang di dalam bungkus itu kadang dibuang. Bagi pembeli ini tentu saja kerugian. Losses. Parahnya, pembeli tidak mengulang alias tidak mau membeli produk itu lagi. Konsumen tidak balik lagi adalah kehilangan terbesar dalam usaha.

Padahal sang penjual dengan kemasan yang lebih besar, bermaksud mengurangi harga, Maklum harga kemasan juga tidak murah.

Menentukan kemasan yang pas, sesuai kebutuhan pelanggan, bukan hal yang mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Menetapkan Target Pasar/Konsumen

Konsumen yang seperti apa yang akan disasar. Konsumen agen atau mau dijual lagi, atau ketengan alias kepada penikmat akhir, end-user?  Untuk anak-anak, orang dewasa, pria atau wanita? Kalau untuk agen atau akan dijual lagi, maka kemasan besar bisa dijadikan pertimbangan. Tapi kalau akan dijual langsung satuan, maka kemasan yang isinya habis sekali makan, juga patut diperhitungkan.

 

  1. Menarik dan Gampang Dilihat

Pandangan pertama itu selalu menggoda. Prinsip ini juga perlu untuk kemasan. Bagaimana kemasan punya bentuk dan warna yang mudah dilihat dan tentunya menarik perhatian. Minimal orang yang melihat mau mendekat dan akhirnya membeli.

 

  1. Unik atau Punya Ciri khas

Ciri khas ini untuk meudahkan orang mengingat. Banyak orang lupa akan nama, tapi bentuknya bisa disebutkan dengan baik. Kemasan yang berbentuk unik, akan membantu mengingat merek bahkan isinya. Ada makanan dengan bungkus segi enam. Atau kemasan menggunakan pelepah pisang kering, dsb. Bungkus yang unik mencirikan produk. Saat ditenteng atau dipajang, orang akan mengingat produk tersebut. Orang pun mudah mengingat dan menularkan kepada yang lain.

 

  1. Ukuran Kemasan

Kemasan ibarat baju. Jika kekecilan juga tidak nyaman. Longgar juga tidak bagus baik dari sisi penampakan maupun biaya. Di samoing itu bungkus harus sesuai dengan produk di dalamnya. Ukuran pun harus memperhatikan kebutuhan konsumen. Bagaimana kemudahan dibawa baik saat tangan kosong atau saat harus dikemas.

 

  1. Edisi Khusus/Spesial

Kemasan adalah iklan berjalan. Kadang perlu juga dibuat dengan memanfaatkan momen khusus. Misal, berbentuk ketupat lebaran. Atau bungkus yang menyerupai bintang. Tentunya masih ingat ada produk sabun dengan kemasan gelas. Setelah sabun habis, gelasnya bisa dipakai untuk kesehariannya.

 

  1. Strategi Harga

Harga juga mempengaruhi kemasan, meski produk di dalamnya sama. Kita akan berjualan jamu instan untuk konsumen manca negara. Harga yang dibidik juga premium. Maka kemasan juga perlu dipikirkan yang premium. Misal menggunakan sachet celup. Sekali celup bisa dibuang. Di samping itu tehan lama ketika disimpan.

 

Banyak konsumen yang tertarik karena kemasan. Sabun coleh dengan kemasan plastic dibandingkan dengan kemasan gelas. Bisa jadi, orang yang tertarik membeli gelasnya, sabun justru menjadi semacam sampingan. Dengan begitu peluang pembeli bisa lebih banyak. Itu artinya peluang penjualan semain tinggi, keuntungan bisa dicapai berlipat.

 

#costoptimizer #usahamikromaju #sidomakmur #rakyatsejahtera #indonesiamaju

___Ari Wijaya @this.is.ariway | 08111661766 | Grounded Coach Pengusaha Mikro Indonesia.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

five + seventeen =