Yayasan Itu Bisnis?

Yayasan Itu Bisnis?

“Saya ini ngurusi yayasan, nggak punya bisnis. Tidak cari untung. Apa cocok pelatihan itu untuk kami?”

Pertanyaan itu pernah dilontarkan kepada saya oleh seorang ibu muda yang diserahi orang tuanya mengurus sekolah di bawah yayasan keluarganya. Memang topiknya ada kata bisnisnya. Kala itu, saya membawakan materi bagaimana melakukan penghematan dengan perubahan proses bisnis.

Bisnis secara leterlek (bahasa Belanda : letterlijk) punya makna usaha komersial dalam dunia perdagangan atau bidang usaha atau usaha dagang. Namun bisnis secara umum bisa juga diartikan urusan.

Naah… segala urusan itu ada prosesnya. Benar apa betul? Ada yang tertulis ada yang belum ditulis dalam sebuah sistem. Itu yang disebut proses bisnis. Kenapa begitu? Ya, karena tetap ada pemasoknya alias vendornya. Proses juga dijalankan, dalam kasus tersebut belajar mengajar. Tentu saja, ada pelanggannya, bukan?

Yayasan atau organisasi sosial memang tidak berorientasi profit. Tapi tetap perlu juga eksis. Ada lho organisasi sosial yang berumur panjang. Artinya dia membawa manfaat secara luas, baik cakupan wilayah maupun jumlah orang yang menerima manfaaat. Agar masyarakat dan institusi yang menitipkan dana infaq atau bantuan, tetap dapat terbantu penyalurannya. Tentunya, jika dikelola dengan baik, maka manfaat yang dihasilkan jauh lebih banyak.

Mau yayasan tetap eksis? Mau tahu lebih dalam?
Mari ikut bergabung kelas on-line dengan klik: http://bit.ly/bisnistangguh

Wassalaam. Sampai jumpa.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

18 − three =