Hama Perjuangan

Judul saya ubah sendiri untuk menambah semangat saya dan bisa jadi sahabat semua. Judul asli adalah “Mengisi Kehidupan” karya KH. Imam Zarkasyi. Beliau adalah satu dari tiga orang Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yang lebih terkenal dengan Trimurti. Beliau wafat pada 30 April 1985 dalam usia 75 tahun. Meski sudah wafat 35 tahun lalu, tapi buah pikir dan karyanya masih membekas. Begini pesan beliau:
.

Yang biasa dan pada umumnya dicari setiap orang adalah kebahagiaan. Kebahagiaan di dunia terbagi dua: kebahagiaan lahir dan kebahagiaan batin. Untuk kebahagiaan lahir perlu kemakmuran atau kebendaan. Wujud kebahagiaan lahir mudah dimengerti, tapi kebahagiaan batin bagi banyak orang msih perlu dijelaskan.

.

Kemakmuran atau kekayaan harta benda, tak mutlak dapat menjamin kebahagiaan yang sesungguhnya. Orang yang tidak merasa aman dan tenteram, seperti selalu dikejar-kejar musuh yang tampak maupun tidak. Atau tak putus dirundung kemalangan karena penyakit fisik, rohani, dan sebagainya, tak akan merasakan kebahagiaan, meski secara lahir ia berada dalam keserbaadaan dan kecukupan.

.

Orangtua yang terganggu oleh perbuatan anak-anaknya yang nakal dan suka membuat malu, juga tak dapat merasakan indahnya kebahagiaan yang hakiki.

.

Hidup di dunia harus diisi dengan beragam kebaikan yang kelak akan menjadi tabungan hasanat (kebaikan-kebaikan) di akhirat. Tapi jika yang menjadi pusat perhatian seseorang dalam mengisi kehidupannya hanya urusan dunia, sungguh kasihan ia tak akan mendapat bagian di akhirat (QS al Baqarah;200).

.

Dalam hidup ini, janganlah hanya memikirkan kenikmatan sesaat hingga melupakan kehidupan di kemudian hari. Kalimat ‘kemudian hari’ dapat dipahami sebagai hari tua atau pula kehidupan setelah meninggal.

.

Jadi, yang harus dicari dan diperjuangkan bukan hanya kenikmataan sesaat di dunia, tapi juga kehidupan yang baik di akhirat, agar kebahagiaan di dua dunia itu dapat diraih.

.

Kepada generasi muda yang ditimang-timang (diharapkan) atau dalam Bahasa Jawa ‘digolo-golo’, kami berpesan agar menjadi pemuda yang dapat diandalkan sebagai pejuang yang memiliki rasa tanggungjawab atas kesejahteraan umat dan kemajuan agama. Bukan kepntingan diri sendiri.

.

Tapi, dalam kehidupan dunia pasti akan ditemui bermacam-macam hama perjuangan. Dapat berupa: harta, tahta, dan wanita. Inilah ibarat wereng-werengnya manusia.

.

Semoga para generasi muda mampu berjuang dengan benar dan tahan melawan wereng-wereng itu, sehingga mampu tampil sebagai penerus perjuangan yang bisa diandalkan.

.

Dalam perjuangan, jangan mencari yang enak-enak saja. Masing-masing mesti selalu mawas diri atau mau menilai diri sendiri, sampai dimana amal dan nilai perjuangannya untuk masyarakat, negara, dan agama? Apakah hidup kita hanya untuk kepentingan diri sendiri, atau segelintir  manusia, atau keluarga?

.

Ingat racun kolonial yang sangat berbahaya, berupa kuatnya rasa individualisme. Pertahankanlah jiwa-jiwa sosial kemasyrakatan, kegotong-royongan atau kelektivisme. Jangan biarkan jiwa-jiwa itu menipis, atau malah habis. Jangan pula biarkan bangsa ini terpecah karena bahaya laten individualisme. Seban dengan keterpecahbelahan bangsa, kemajuan dan kesejahteraan pun hanya akan menjadi angan yang tak mungkin menjadi kenyataan.

.

Untuk itu, mari kita hidupkan dan bangkitkan jiwa perjuangan serta pengorbanan, demi meraih kebahagiaan yang hakiki.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =