Tak jarang ketika melakukan perjalanan jauh, kita disusuhkan momen transit. Karena tidak ada sarana transportasi yang langsung ke kota tujuan. Harus oper alias pindah moda transportasi atau pindah alat angkut. Hal ini sering terjadi pada penerbangan baik domestik maupun internasional.
Waktu transit di sebuah airport perlu dioptimalkan. Bisa sembari menulis pesan. Berkabar dengan orang yang dicintai. Ada lagi, menyambung silaturahmi. Kok bisa? Ya, saat merencanakan bepergian, kebanyakan dari kita membuat rencana perjalanan. Itinerary. Kita akan singgah di kota mana. Ada sanak saudara atau teman. Pengalaman perjalanan kali ini juga melakukan hal serupa.
Alhamdulillaah, puji syukur, ada keluarga Indonesia, yang selalu ‘enthengan‘ (ringan waktu dan sangat suka menolong). Sudah banyak orang yang menceritakan dan punya pengalaman atas respectful hospitalitynya. Saya sudah beberapa kali merasakannya. Sepekan sebelum bepergian, kami sudah berkontak dan disambut dengan hangat. Kebetulan ia tidak sedang bepergian pada waktu yang sama. Klop. Sambutan yang hangat. Antusiasme awal saja sudah begitu menggoda. Ingin banget rasanya ingin ketemu muka.
Waktu yang direncanakan pun tiba. HP baru saja dinyalakan di terminal kedatangan. Seperti dugaan, WA muncul, banyak sekali. Tentunya yang dicari paling awal adalah WA dari sahabat saya satu ini. Benar. Sudah rinci sekali memberi petunjuk ketemu di pintu mana. Plus foto lokasi supaya segera menemukan area yang dimaksud.
Ternyata ia membawa keluarga yang lain. Kejutan. Tambah seru. Walhasil, kami pun ngobrol santai sekaligus saling update cerita pengalaman. Tentunya sambil ditraktir makan. Waktu ketemu 2 jam terasa singkat.
Keluarga asli Malang Jawa Timur ini, mengamalkan dengan mudah dan praktis pesan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
Keluarga ini menjadi salah satu bukti. Sang kepala keluarga, yang satu alumni ini, tambah sehat. Nampak lebih muda dari usianya. Satu lagi, ia sampai saat ini diberi amanah menjadi pemimpin perusahaan jasa energi. Satu-satunya jajaran direksi yang berasal dari Indonesia. Ia salah satu kebanggaan alumni dan juga Indonesia.
Semoga apa yang dilakukannya, meski nampak kecil dan ringan, menjadi amal kebaikannya. Sembari silih doa, kita juga diberikan keberkahan silaturahmi.