Perjalanan dari kota kediaman ke daerah lain, banyak dilakukan orang. Tak jarang perlu mempelajari lebih awal apa, bagaimana, dan hal lain tentang daerah tujuan. Upaya adapatasi. Terlebih jika bepergian beda negara.
Bandara baik domestik maupun internasional ada banyak disediakan rambu. Mana terminal atau pintu keberangkatan. Penunjuk arah letak tempat mengisi ‘bensin’ alias obat kelaparan. Dimana rest room alias kamar kecil. Lounge untuk bersantai. Tak lupa juga, bagi yang beragama Islam, mencari tanda tempat sholat. Mushola. Khusus Rambu Prayer Room ini yang tidak banyak dijumpai di international airport.
Alhamdulillaah, puji syukur rambu itu masih bisa ditemukan pada salah satu bandara yang pada tahun 2025 tercatat melayani 70 juta penumpang per tahun. Itu artinya ada 191 ribu orang pergi dan masuk bandara per hari. Bandara ini berada pada negeri yang populasi non muslimnya dominan. Spesial memang.
Respectful hospitality seperti ini yang ada pada bandara internasional sangat mengena dan terasa spesial. Semua urusan dipermudah termasuk urusan yang sangat personal dan spiritual. Negeri itu sumber daya alamnya terbatas. Mereka sadar atas kekurangannya. Mereka fokus pada people dan proses.
Buktinya? Beberapa saja yang nampak.
Ketika ada yang kebingungan atau ingin tahu sesuatu di bandara itu, disediakan alat bantu yang mempermudah menjawab kebingungan. Informasi lengkap. Bisa beberapa bahasa. Wow, mereka menerapkan wayfinding engineering.
Proses yang berhubungan dengan keluar masuk bandara pun mudah. Tidak menyulitkan tapi tetap mengedepankan keamanan baik pribadi, masyarakatnya, maupun negaranya. Pakai teknologi yang dimutakhirkan terus alias updated.
Manusia atau warganya suka membantu. Ketika kesulitan dan kebingungan, bertanya kepada petugas mendapat pengalaman yang membuat kagum. Sepanjang pengalaman, saya belum mendapatkan jawaban :
“Saya tidak tahu.” atau “Tanya saja ke bagian informasi.”
Belum pernah menemukan jawaban serupa itu. Jika ada petugas yang gelagapan pun ketika ditanya, ia minta waktu sebentar. Telpon rekannya pakai HP. Kontak pakai HT mencari tahu kepada yang lain. Atau ada juga yang membuka dan klik aplikasi untuk membantu penanya. Solutif. Sangat membantu.
Pantas bandara itu mendapat penghargaan sebagai bandara terbaik di dunia versi Skytrax. Pantas negeri itu maju pesat luar biasa. Tak jarang, negara itu menjadi panutan dan role model bagi negara lain.
Hikmah perjalanan yang luar biasa.
Patut direplikasi di seluruh aspek di negeri yang kita cintai ini.