Makan dan Minum, Obat Kegelisahan

Tak jarang, kita ditimpa masalah atau kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Itu membuat gelisah, gundah, dan sedih. Manusiawi. Move on-nya bisa singkat atau ada juga yang butuh waktu relatif lama.

Mari kita cermati bagaimana Allah SWT mengajarkan untuk beradaptasi dengan kondisi kegelisahan itu. Allah SWT tidak hanya memerintahkan untuk bersabar dan menjadi kuat. Tapi tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi fisik manusia. Bagaimana menjaga kebutuhan fisik melalui makan dan minum.

Sebuah pesan pernah hinggap di WA dari salah satu guru kehidupan saya, KH. Masturi Istamar:

“Bahkan ketika kita sedih, Allah tidak langsung menyuruh kita kuat, melainkan: makan.”

Seperti biasa, saya coba mengulik landasan pesan itu. Memang unik cara guru ini memberi pelajaran. Kalimat pendek disampaikan untuk memantik keingintahuan kita.

Pesan tersebut salah satunya dikaitkan dengan kisah Bunda Maryam ketika menghadapi ujian yang sangat berat.

Allah SWT memerintahkan Maryam untuk makan, minum, dan menenangkan hatinya setelah melalui proses persalinan Nabi Isa. Beliau dalam kondisi penuh tekanan dan kesedihan. Kisah itu termaktub dalam Surat Maryam ayat 26:

“Maka makanlah dan minumlah serta bersenang hatilah. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah: Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”
(QS. Maryam: 26)

Ayat tersebut mengandung sejumlah hikmah yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

1. Pentingnya menjaga kesehatan fisik. Dalam kondisi sedih, stres, maupun kelelahan, tubuh tetap membutuhkan asupan makanan dan minuman yang cukup. Fisik yang kuat memberi energi untuk menghadapi masalah.
2. Pentingnya menenangkan hati dan berserah diri kepada Allah SWT. Frasa “qarrii ‘ainaa” dalam ayat tersebut bermakna menenangkan hati atau menyejukkan pandangan. Manusia tidak perlu cemas berkepanjangan setelah melakukan ikhtiar.
3. Berupaya keras menghindari perdebatan yang tidak memberikan manfaat. Dalam kisah Maryam, Allah memerintahkan untuk berpuasa bicara agar tidak terjebak dalam perdebatan maupun menghadapi tuduhan yang menyakitkan. Jika terpaksa, response seperlunya saja

Masya Allah, Al-Qur’an tidak hanya memberikan tuntunan dalam beribadah, namun juga memberikan panduan dalam menghadapi kondisi psikologis manusia.

Menghadapi dan mengalami masa sesulit apa pun, kita diajarkan untuk tetap menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, memperbanyak doa, serta mencari cara yang baik untuk mengelola tekanan agar mampu menghadapi ujian dengan lebih tenang.

Wallahu a’lam bish showab

Klandungan, Dau : 26 Agustus 2026.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 4 =