Merekmu Harimaumu

Pernahkah melihat perusahaan punya beberapa mobil ? Mereknya berbeda-beda pula. Acapkali perusahaan itu kita cap, tajir. Company yang top. Mantaps pokoknya.

Betul begitu ? Eit.. tunggu dulu. Hati-hati ! Justru itu malah bisa menjerusmuskan. Mau tahu kenapa ?

Mari ikuti paparan saya berikut ini.

Saya pernah punya tetangga yang punya usaha angkot (baca : angkutan kota). Ketika bemo roda tiga masih ada, ia tidak bingung. Urusan perawatan ia tangani sendiri.

Pas itu ada kebijakan bemo harus diganti minibus. Ia pun mulai membeli angkot baru. Ia awali dari 2 unit. Usahanya berkembang. Ia pun melirik untuk membeli tambahan armada.

Dua unit baru dengan fasilitas kredit ia peroleh. Tapi ini dengan merek atau brand berbeda. Ia tergiur dengan promosi penjualan salah satu showroom.

Setelah berjalan beberapa bulan, sang pengusaha angkot ini mulai punya masalah. Sang montir yang biasa melakukan perawatan ringan, meminta tambahan dana untuk beli spare parts. Padahal menurut catatannya, stock suku cadang masih ada. Tidak kurang.

“Bos, itu kan spare part untuk angkot X (maaf, saya tidak sebut merek). Ini kan yang lagi masalah si angkot Y. Beda e, Bos”, begitu montir yang juga merangkap sopir itu memberi alasan.

Mau tidak mau, Pak Brodin, tetangga saya itu, merogoh kocek untuk membeli spare parts yang lain. Tentu. Mobil merek X tidak dapat diperbaiki dengan suku cadang milik merek Y. Ia pun tidak membeli untuk kebutuhan sesaat. Sang pengusaha angkot itu juga menyiapkan beberapa tambahan jumlah sebagai cadangan.

Apa dampaknya ? Cadangan yang di gudang pun bertambah. Baik jumlah, maupun mereknya. Gudang menjadi lebih sesak. Perlu identifikasi khusus agar tidak tertukar.

Itu baru satu problem. Suku cadang! Baru 2 merek mobil, bukan ?

Belum lagi masalah montirnya. Bisa jadi perlu lebih banyak montir. Kalau pun cuma 1, maka ia harus multi tasking. Montir segala merek. ada Ada peluang keahliannya pun tidak fokus. Kualitas kerja dan hasilnya pun bisa menurun. Ujung-ujungnya biaya tambah besar.

Bagaimana jika terjadi dalam jumlah besar ? Variasi merek lebih banyak ?

Biaya membengkak, bukan ?

Apakah sahabat ingin terbelenggu dengan pilihan merek yang tidak pas ? Saya yakin tidak. Mari kita tata kembali pilihan atas merek-merek yang dimiliki. Singkirkan ego. Hitung kembali dampak atas pilihan merek para sahabat.

Jika ingin diskusi lebih rinci dan lebih lanjut, silakan kontak saya di :

ariwijaya@gmail.com atau via WA 08111661766

 

Salam hangat,

This is AriWAY

Ari Wijaya | BusinessProcess Breakthrough Trainer

Jika sahabat memperoleh manfaat dari buah pena ini, silakan dibagikan kepada relasi, kolega lain.
Silakan juga bergabung pada Facebook Group “Forum Terobosan dalam Proses Bisnis” dengan klik link ini : 
https://www.facebook.com/groups/1142862102437435/?fref=ts
Bisa juga menikmati pada Facebook Fanpage “Cost Killer Trainer” dengan klik link ini :
https://www.facebook.com/AriWijayaDj/?fref=ts
Follow twitter @AriWijayaDj
Silakan juga mengunjugi laman saya : www.ariwijaya.com
Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 6 =