Babak Baru

Dalam dua hari ini, saya memantau khusus proses daftar ulang anak mbarep (baca : sulung). Setelah sebelum lebaran, sebelum mudik, seluruh dokumen pendukung disiapkan termasuk menanyakan dan memantapkan kembali kebulatan niat dan tekad untuk studi lanjut di Fakultas Psikologi, UIN Syarif Hidayatullah. Kampus yang berada di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Maklum, anak baru gede, biasanya masih labih dalam memilih sesuatu.

Ba’da subuh tadi, saya luangkan untuk berdialog dan alhamdulillaah sudah beres. Tahapan selanjutnya seperti tes TOEFL, tes Bahasa Arab, masa orientasi pun telah ia catat dengan baik. Tak lupa, dia juga menceritakan mendapatkan teman baru sesama pendaftar ulang. Lumayan, katanya, antrian yang panjang dan lama, tidak membosankan karena sembari bertukar cerita dan pengalaman.

Continue reading “Babak Baru”

Gerakan Menabung Air

Malam itu setelah sholat isya’ berjamaah di masjid di bilangan Kebayoan Baru, saya meluncur ke salah satu hotel di Senayan. Memenuhi janji untuk bertemu dengan Prof. Bisri, Rektor UB. UB itu sebutan untuk Universitas Brawijaya, salah satu PTN yang namanya mulai mendunia karena prestasinya. Saya sudah meminta bertemu sejak lama, namun karena kesibukannya, beliau baru berkenan malam ini bertemu disela pertemuan dengan koleganya sesama rektor se-Indonesia di Jakarta.

Saya tidak sendiri, beberapa teman juga akan turut berdiskusi. Pada intinya adalah menyampaikan beberapa program ikatan alumni yang akan digulirkan dalam waktu dekat. Saya juga punya agenda untuk menyisipkan keinginan unit bisnis yang diamanahkan kepada saya untuk bekerja sama dengan UB. Malam semakin larut, dan beliau akhirnya dapat bersua dengan kami sekira pukul 10 malam. Tidak nampak keletihan di wajahnya. Beberapa program disampaikan dan ditanggapi, seperti biasanya, dengan antusias dan berenergi, gaya khas Pak Bisri.

Continue reading “Gerakan Menabung Air”

Luar Biasa

Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Innaallaaha yuhibbulladzina yuqaatiluna fii sabilihi shaffan ka-annahum bunyaanum marshush”. (QS Ash-Shaaf : 4)

Continue reading “Luar Biasa”

Maju yang Mundur

Beberapa hari ini pemandangan menggembirakan disuguhkan di Masjid Ar-Ridho, masjid dekat rumah. Jamaah sholat subuhnya bisa mencapai 10 shaf. Jika dihitung cepat, dengan kapasitas per shafnya rerata 22 orang, maka setidaknya ada sekira 220 orang. Ruang utama masjid terlihat penuh. Menggembirakan ? Tentu saja. Jamaah yang membludak, utamanya sholat subuh, adalah salah satu indikator kemakmuran masjid. Di samping itu adanya kegiatan tambahan menjadi daya dukungnya. Terlebih, pada hari biasa masih pada kisaran 3-4 shaf atau setara 50-80 orang.

“Rame gini, karena Ramadhan aja, Mas. Orang berlomba mendapatkan keberkahan”, begitu komentar seorang kawan.

Continue reading “Maju yang Mundur”

Nyamuk dan Tanda

Sudah sepekan ini, binatang kecil itu selalu setia mendengung di rumah. Ia dan teman-temannya, terus menhampiri  penghuninya. Ia berusaha mencari darah segar, makanan pokoknya. Mahluk kecil ini adalah nyamuk. Nyamuk membutuhkan protein untuk berkembang biak. Sumber protein berasal dari darah, utamanya darah manusia.  Wajar, jika mereka mengejar dan mengerubungi kita bak selebritis.

Perlu diketahui, menurut peneliti pernyamukan, di dunia ini ada sekitar 2700 jenis nyamuk. Siklus hidupnya beragam ada yang rerata 14 hari, tapi ada juga yang sebulan. Ini siklus hidup normal, lho. Bukan karena mati diteplok tangan atau terkenan sengatan listrik alat pembasmi serangga yang seperti raket tenis. Ini binatang mungil, rata-rata beratnya cuma 2 mg. Daya jelajahnya hanya 1-2 KM/jam. Alhamdulillaah, ia diciptakan sekecil itu. Coba banyangkan jika ia segede kucing saja dengan kecepatan terbang secepat anjing. Saya yakin ia akan jadi binatang buas, mengalahkan harimau. Bahkan pembasminya pun perlu alat sekelas pesawat tempur.

Continue reading “Nyamuk dan Tanda”

Menu Komplet

Sabtu lalu, saya punya hutang lagi dengan keluarga. Setidaknya dalam setengah hari Sabtu dan/atau Ahad, saya berkomitmen menghabiskan waktu bersama anak-anak dan tentunya dengan garwa alias istri. Kebetulan ada acara yang menghabiskan seharian bahkan hingga tiga hari. Sabtu pagi saya hadir, walau cuma sejam, di acara launching buku rekan trainer TEMPA. Alhamdulillaah mendapatkan hikmah silaturahim dengan beberapa teman yang hadir. Langsung dilanjutkan di tempat yang berbeda mengisi sharing session untuk Komunitas Pengusaha Muda di Tangerang Selatan. Sore harinya, saya bawa anak yang tengah untuk mengantar ke Bandara Soeta sekalian buka puasa bersama. Malamnya harus sudah ada di Denpasar agar esok paginya bisa ontime tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Continue reading “Menu Komplet”

All Out

Ada sebuah cerita tentang seorang syekh bernama Abdullah Al Azzam. Pada suatu ketika syekh mendapat pertanyaan dari muridnya.

“Ya syekh, apakah yang dimaksud dengan kata mastatho’tum (semampumu)?”
.
Syekh tidak langsung menjawab pertanyaan muridnya tetapi beliau mengajak muridnya ke lapangan. Syekh Abdullah Al Azzam kemudian menyuruh murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik awalnya sama tetapi garis akhirnya berbeda-beda, ada yang hanya 3 putaran saja sudah capek, ada juga yang lebih dari jumlah tersebut.
.
Setelah semua muridnya menepi, tanpa diduga syekh itu ikut berlari mengelilingi lapangan. Para murid pun kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua berlari. Sang syekh sudah terlihat letih dan wajahnya pucat pasi, tetapi tidak ada tanda-tanda syekh untuk menghentikan larinya sampai akhirnya sang syekh jatuh pingsan.
.
Para murid pun langsung berlari untuk membangunkan Sang syekh. Saat syekh tersebut terbangun, beliau langsung mengatakan:

“Inilah yang disebut dengan semampu kita (mastatho’tum). Berusaha dengan semaksimal mungkin sampai Allah sendiri yang menghentikannya”.

Mastatho’tum artinya seseorang melakukan suatu usaha dengan sekuat tenaga dengan kemampuan yang ia miliki sampai titik terendah.
.

Hal ini yang saya sampaikan pada sesi Rapat Komite HSSE Level 2 Rabu, 30 Agustus 2023. Bagaimana kita harus all out (mastatho’tum) dalam mengelola dan menerapkan HSSE di lingkungan EFK.
.
Mohon para leader, dapat memahami dan menyebarkan kepada tim yang berada dalam koordinasi dan tanggung jawabnya.
.
Catatan : Kisah tersebut saya ambil dari beberapa referensi dan juga penuturan guru saat pengajian beberapa bulan lalu. Semoga yang pernah membuat tulisan tersebut, menadapatkan amal jariyah. Terima kasih.