Memberi Makan

Hari raya kali ini penuh warna. Ada daerah yang merayakan dengan segala keterbatasan. Lombok salah satu contohnya. Namun, tetap banyak hikmah didapat. Beberapa teman yang terjun langsung menjadi relawan memberikan kesaksian beragam. Semoga rehabilitasi dan rekonstruksi segera dilakukan. Doa dan dukungan kami, agar Lombok, salah satu lumbung pangan nasional, pulih kembali roda ekonominya dengan segera.

Kegembiraan dan kesedihan juga tejadi di wilayah yang hanya 14 KM dari ibukota. Tak jauh. Itu wilayah tempat saya bermukim.

Kegembiraan karena hari raya ini meleburkan perbedaan. Banyak warga yang sebelumnya tidak kenal, beda pandangan politik, membaur bahu membahu menjadi relawan penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban. Makan siang bersama juga jadi momen yang tak terlupakan.

Kesedihan juga masih tersisa. Masih banyak warga yang antri mengular. Tak henti berharap. Padahal, mereka tidak mendapat kupon penukaran daging hewan qurban. Ini tak lain, karena memang keterbatasan kami. Jumlah pequrban dengan penerima masih jauh lebih sedikit. Dagingnya masih belum surplus. Cermin masih banyak masyarakat yang belum membaik ekonominya. Tantangan tersendiri. Jangankan makan daging, makan sehari-hari saja mereka juga masih harus berjibaku mendapatkannya.

Tapi setidaknya perayaan ini mendongkrak sedikit konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia. Meski itu masih sangat minim. Menurut hasil penelitian IPB pada tahun 2017, tingkat konsumsi daging Indonesia masih rendah, yakni 11,6 kilogram per kapita per tahun. Peringkat Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia (52,3 kg), Filipina (33 kg) dan Thailand (25,8 kg). Sebagai pembanding, tingkat konsumsi daging di negara maju jauh lebih tinggi. Amerika Serikat, 120 kg per kapita per tahun. Sedangkan Australia, 111 kg.

Rasa syukur tetap kami panjatkan. Hari Tasyrik, 3 hari setelah hari raya, saat dilarangnya berpuasa. Peluang untuk memberi asupan protein hewani menjadi lebih luas dan lebih lama. Karena ada yang baru melaksanakan prosesi pada Hari Tasyrik. Ada asap ngebul lagi.  Nyate. Semerbak bau sedapnya kuah kari.  Oseng mercon (baca : sangat pedas!). Makan-makan lagi.

Tak jarang, ada komunitas yang menyediakannya hingga siap santap. Indahnya berbagi. Saya yakin ikhtiar memberi makan sebagai bentuk melestarikan dan melaknasakan nasihat Nabi Muhammad SAW.

“Perbuatan apa yang terbaik di dalam agama Islam? Maka Rasul menjawab : yaitu kamu memberi makan kepada orang lain, dan kamu mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”

(HR. Bukhari)

Mau ?

Mari bergabung bersama kami :

Sabtu, 25 Agustus 2018, pukul 19.30 WIB hingga selesai di Masjid Ar Ridho, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan 15422

Bahan Bakar Khusus

Komentar praktisi, akademisi, dan professional tentang sebuah karya pustaka ibarat Bahan Bakar Khusus bagi penulisnya.  BBK biasanya punya nilai oktan lebih tinggi. Menambah kinerja lebih baik. Daya dorong lebih besar.  Itu juga berlaku untuk saya.

Terima kasih.

Pre-order akan dillakukan dalam bulan Agustus 2018. Insya Allah, buku edisi cetak akan hadir di tangan pembaca pada bulan Oktober 2018.

Semoga menjadi amal sholeh kita.

Perkenankan saya menuliskan kembali beberapa testimoni yang telah masuk.

“Baca buku ini, saya jadi tambah semangat. Isinya sejalan dengan wejangan guru dan motivator spiritual bisnis dalam kesempatan yang lain. Untuk bisa menghadapi dan bersaing, tidak bisa lagi dengan cara keumuman. Menilik kembali bagaimana cara Rasulullah SAW dan para sahabatnya membangun bisnis. Salah satunya dibahas di buku ini, harus punya : integritas dan kemauan berbagi.”

Unang Supriadi, Vice President – Area Banten, Global Professional Entrepreneur (GENPRO).

 

“Buku ini terbit tepat pada waktunya. Semua anak bangsa harus membaca buku ini agar negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang menjadi impian bersama segera terwujud.”

Awang Surya, Motivator Spiritual Indonesia.

 

“Buku ini renyah dan gurih untuk dikonsumsi, kombinasi pengalaman praktisi, teori dan pendekatan agama membuat buku ini tidak membosankan. Buku ini dapat menjadi salah satu referensi ditengah kondisi disruptive khususnya dalam hal pengelolaan Sumber Daya Manusia.”

Muhammad Fahmi El Mubarrak, Vice President of Human Capital, PT. Elnusa, Tbk.

 

Mau Jadi Solusi ?

“Mas, aku pusing. Proyek yang kami tangani berantakan. Aku mencium aroma tak sedap. Banyak yang main. Belum lagi hasil kerjanya, tewur (baca : ruwet)”

Dialog di ujung telpon salah seorang sobat itu menyiratkan banyak hal. “Main”, satu kata yang lebih condong berarti negatif. Sesuatu yang tidak sesuai kepatutan. Bisa jadi juga karena sumber daya yang tidak mumpuni.

Ketika program dijalankan, namun masalah manusia sebagai motor penggerak belum tuntas, bukan tidak mungkin, hasilnya berantakan. Bisa juga berhasil, namun tidak optimal. Sebenarnya, masih bisa mencapai output yang jauh lebih tinggi.

Menyiapkan sumber daya insani memang bukan perkara mudah. Tapi sejarah membuktikan, bahwa nenek moyang kita pernah melakukannya. Hasilnya pun diakui dunia internasional.

Manusia yang punya daya dukung dan daya juang tinggi akan sangat membantu daya tahan organisasi/perusahaan. Bak pendekar, ia pilih tanding. Ditempatkan di mana saja, kapan saja, ia sanggup dengan cepat beradaptasi, segera berkontribusi, dan menjadi solusi.

Bagaimana menjadi manusia pilih tanding ? Mau jadi solusi ?

Ada 5 modal kunci yang harus dimiliki.

Apa saja itu ?

Saya sangat menyarankan sahabat menyimak lebih jauh dengan mengunjungi laman :

http://www.bookoo.co.id>

Cari daftar buku. Temukan sampul dengan judul : KEY.

“KEY”

(Lima Modal Kunci Insan Indonesia Memenangkan Persaingan)

Pustaka yang ditawarkan untuk memberikan pembekalan kepada para sahabat mempersiapkan diri dan juga tim yang membersamai.

Itu baru 1 dari 55 solusi yang disuguhkan para trainer yang ahli di bidangnya. Sahabat juga bisa menjelajahi satu per satu karya Kami.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, mencatat sebagai amal sholeh atas upaya Kami memberikan sumbangsih untuk Indonesia.

Salah satu cara kami memaknai  Hari Ulang Tahun ke-73, Proklamasi Kemerdekaan negeri yang kita cintai ini.

Catatan :

Saya sarankan melakukan pre-order dengan klik :

http://bookoo.co.id/ari-wijaya-key/

Terima kasih atas perkenan dan perhatian, sahabat.

Selamat menikmati.

Undangan Spesial

Pernah menerima undangan dari saudara ? Sahabat ? Rekan kerja?

Saya yakin, jawaban yang banyak keluar adalah : sering.

Saya pun pekan lalu menerima undangan.

Surprised ! Sekaligus senang dan bangga.

Betapa tidak, undangan ini dari sahabat yang mengabdi dan melayani sebagai tenaga pendidik di Universitas Brawijaya. Semasa jadi mahasiswa, kami pernah bersama mengembangkan laboratorium.  Pengajar pengganti hingga ke kota lain, saat dosen utama berhalangan. Tak jarang punya kegiatan kampus bareng. Setelah lulus, kami menjalani profesi berbeda. Ia jadi dosen. Ia masih saja seperti yang dulu. Aktif, gemar membuat penelitian, suka membantu, dan sangat terbuka. Saking aktifnya, ia termasuk yang terlambat mengambil studi lanjut. Tak lain, karena semangat melayani orang lainnya yang tinggi. Hingga lupa bahwa masih ada satu jenjang pendidikan lagi yang mesti ditempuh untuk menjadikannya punya kesempatan menjadi guru besar. Salah satu capaian yang diidamkan banyak dosen. Beberapa tahun yang lalu, ia banting stir sejenak. Mengambil program doktoralnya. Meski tetap saja, tangannya tak bisa diam. Banyak sudah yang dilakukannya.

Itulah undangan yang membuat rasa ini nano-nano kayak permen. Undangan turut menjadi saksi : Ujian Terbuka Disertasi.

Ya, sahabat saya ini, insya Allah akan menyandang gelar Doktor Teknik Mesin.

Selamat dan sukses, kawan!

Sayang sekali, saya tidak berkesempatan hadir.  Mohon maaf, kali ini saya melewatkan salah satu momen penting dalam hidupmu.

Doa saya dan keluarga menyertai langkahmu. Semoga semakin manambah semangat dan daya jangkaumu untuk bisa lebih bermanfaat kepada orang lain.

Teruslah berkarya, berbagi dan melayani! Itu sudah menjadi DNAmu!
#jangankasihkendor

 

Tribute to :

Sugiarto, ST.,MT.

Dosen Teknik Mesin Universitas Brawijaya

Mendunia di Tahun 2018

Apa langkah pertama yang akan Anda lakukan di tahun 2018 untuk mewujudkan resolusi Anda?

Jika Anda membaca ini, sungguh Anda temasuk golongan orang yang sangat beruntung.

Jika Anda masih mencari pencerahan, kami akan memberikan salah satu alternatif jawabannya.

Seorang guru pernah berkata bahwa,

“Dunia hanya menyediakan tempat bagi pemberani”

Berani tampil menyuarakan gagasannya. Berani menunjukkan kepada dunia sebuah kebenaran. Berani mempengaruhi audience dengan performa kelas dunia.

Sebuah event langka yang menghadirkan 5 pembicara nasional akan menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya mendunia. Lima pembicara yang expert dan telah melalui 10.000 jam terbang akan membuka ilmunya langsung kepada Anda. Untuk selangkah lebih dekat menjadi seorang World Class Presenter .

Siapa mereka?

1. Fay Irvanto – Charisma Leadership Guru. Yang akan membantu memancarkan karisma dalam diri Anda dalam hitungan detik!

2. Brili Agung. Authormaker / Writing Mentor. Yang akan membantu Anda memilih kata kata yang menyihir untuk mempengaruhi audience Anda.

3. Andy Sukma Lubis . Seorang Slide Designer yang akan menunjukan bagaimana sebuah perubahan kecil pada presentasi Anda akan mengubah seisi presentasi Anda.

4. Ari Wijaya. Cost Killer & Corporate Supply Chain Expert. Akan membantu Anda siap menghadapi persaingan dan menjadi juara di 2018

5. Vahrudin Jayadi. Seorang Motivator Quran yang akan membuka fakta mencengangkan bagaimana sebenarnya Al Quran telah menunjukan jalan untuk menjadi presenter kelas dunia.

Semua ilmunya akan Anda dapatkan dalam satu panggung di World Class Presenter.

Ahad, 7 Januari 2018
08.30-12.00
Titan Centre, Bintaro, Tangerang Selatan

Lokasi klik disini :https://www.google.co.id/maps/place/Titan+Center/@-6.280595,106.724083,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e69f075225947d9:0xa37cc0dbb4f29931!8m2!3d-6.280595!4d106.7262717

Pendaftaran dan CP : Dee (081296137239)

Kolaborasi ini bisa jadi adalah kolaborasi yang pertama dan terakhir kelima pembicara yang siap membawa Anda menjadi berkelas dunia.

So, jangan lewatkan kesempatan emas untuk bergabung di kelasnya. Karena hanya 99 peserta beruntung yang dapat mengikuti kelas ini.

Apakah Anda salah satunya?

Take action sekarang juga!

Silakan melakukan registrasi melalui link ini http://bit.ly/WorldClassPresenter

 

 

Brawijaya untuk Indonesia !

Berkumpul kembali merajut kenangan.
Melanjutkan mimpi yang belum terwujud.
Beraksi berbagi kepada sesama.
Turut memberi solusi kepada negeri.
 
Kembali menyambangi kampus.
Kawah candradimuka saat muda.
Gemblengan guru dan sejawat membuat kita kuat.
Menemui mereka kembali adalah penghormatan.
Penghargaan.
Respect.
 
Kampus itu kini melahirkan agen perubahan.
Anak muda berwajah optimis bertebaran.
Mereka adalah generasi pembangun selanjutnya.
Kehadiran kita bisa menambah energi.
 
Mari kobarkan semangat !
Brawijaya untuk Indonesia !
 
Ayo oket, Ker !
#NgalupNgalam
Ojo lali, buka link iki, ben ora penasaran yo… :
http://reuniub.com/

Merajut Asa dari Malang

Beberapa malam ini, pesan WA dari sahabat seliweran. Satu grup secara khusus saya pantengi (perhatian serius). Mereka mengeluarkan ide bagaimana memberikan sumbangsih untuk perbaikan negeri ini. Terharu juga. Meski kadang diselingi rasa geli. Ada saja yang iseng. Terlepas itu semua, wow ternyata masih banyak anak bangsa yang ingin turut berkontribusi dalam pembangunan negeri ini. Positif !
Mencari ide yang tepat dan juga nendang bukan perkara mudah. Apalagi ini mengumpulkan berbagai disiplin ilmu. Acara yang dikemas lintas fungsi. Multi keinginan. Ada yang serius. Tetap fun. Olah raga tak ketinggalan. Ada upaya berbagi bagi sesama. Nha ini.. jangan sampai ketinggalan, melepas rindu. Ehm.. rindu teman kuliah. Yang ini tak perlu diperpanjang, bukan ? Boleh juga, kangen kampus. Melihat perkembangan kawah candradimuka yang semakin mendunia prestasinya. Nggak salah juga, jika rindu kulinernya. Rujak cingur. Tahu telor. Tahu campur. Sego pecel. Bakso Malang. Es Tawon. Kalau disebut bisa 2 halaman bolak balik ini…
Bagaimana membungkus rasa rindu yang tetap produktif. Tidak sekedar kangen-kangenan. Itulah salah satu pekerjaan rumah bagi Panitia Reuni Universitas Brawijaya.
Misi besar lain yang tak kalah penting adalah bagaimana kumpul-kumpul itu nantinya dapat memberikan sumbangsih pikiran dan karya nyata untuk negeri. Kami mengajak merajut asa bersama. Negeri besar ini perlu uluran tangan kita.
Banyak yang ingin dilakukan oleh panitia. Tapi kadang tangan kami tidak cukup. Waktu sangat tidak memadai dengan jumlah ide yang perlu direalisasikan. Tapi pilihan harus ditetapkan dengan resources yang terbatas. Mohon maaf atas kekurangan itu. Yakinlah, panitia berusaha memberikan yang terbaik.
Kami sangat terbantu jika sahabat berkenan berbagi melalui :
Bank BRI (kode antar bank 002)
0433 01 000552 569
a.n. Panitia Reuni Universitas Brawijaya
Konfirmasi bisa melalui WA Bendahara : Erny 08158057212
Dan yang lebih penting adalah kehadiran sahabat di Kota Malang pada tanggal 7-10 Desember 2017. Bisa hadir seluruh rangkaian, kami sangat berterima kasih. Hanya satu hari saja, juga tak masalah.
Umak nggak oket, nggak neam blas, Ker !
Mari catat diri untuk hadir ! Jangan segan update info via link :
Manfaatkan juga program perjalanan hemat bersama Citilink. Salah satu maskapai berbiaya rendah kebanggaan Indonesia. Ingin berangkat bareng dengan Citilink bisa kontak koordinatornya : Sam Umar Basya (WA : 085774850095) atau Ketua Ikatan Alumni terdekat.
Ladub bareng, ker !
Mari menciptakan harapan baru bagi negeri !
Merajut asa dari Malang !
Salam Satu Jiwa,
#ngalupngalam