Surat Al Insyirah sering disebut Surat Alam Nasyrah. Firman Allah ini mengajarkan bahwa penerimaan masalah akan membuka jalan keluar. Kerja keras adalah kunci mengatasi rintangan. Orientasi hidup harus ditujukan kepada Sang Pencipta.
Mari disimak tafsir dan penerapannya bagi seorang insinyur. Sebetulnya bisa bagi siapa saja. Akuntan. Dokter. Auditor. Dan profesi lainnya.
.
Ayat 1: Kelapangan Dada
a lam nasyraḫ laka shadrak (Bukankah Kami telah melapangkan dadamu Nabi Muhammad))
Allah SWT menegaskan bahwa DIA telah melapangkan dada Nabi Muhammad SAW untuk menerima kebenaran dan beban dakwah. Kelapangan kalbu adalah kunci utama menerima ilmu dan hidayah.
.
Bagaimana penerapan bagi Insinyur:
Engineer harus membangun mental yang terbuka (growth mindset). Seorang insinyur harus lapang menerima kritik desain, perubahan spesifikasi proyek, dan tuntutan kolaborasi di lapangan.
.
Ayat 2 & 3: Pelepasan.
wa wadla‘nâ ‘angka wizrak. alladzii anqadla dhahrak (meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu. yang memberatkan punggungmu)
.
Allah SWT meringankan beban berat (tugas kenabian) yang sebelumnya sangat memberatkan dan membebani punggung Rasulullah SAW.
.
Penerapan bagi Insinyur:
Ia mampu memecahkan masalah kompleks. Saat menghadapi beban kerja atau masalah teknis yang rumit. Insinyur dapat membaginya menjadi modul atau fase kerja yang lebih kecil agar lebih mudah diselesaikan.
.
Ayat 4: Peninggian
wa rafa‘naa laka dzikrak (dan meninggikan derajat-mu dengan selalu menyebut-nyebut nama-mu?)
Allah SWT meninggikan sebutan nama Nabi Muhammad SAW. Nama beliau selalu bersanding dengan nama Allah dalam syahadat dan pujian.
.
Penerapan bagi Insinyur:
Seorang engineer harus mau dan mampu membangun kredibilitas melalui integritas dan dedikasi pada profesi. Menjaga kualitas hasil rekayasa hingga diakui dan dipercaya oleh klien atau masyarakat.
.
Ayat 5 & 6: Kemudahan Bersama Kesulitan
fa inna ma‘al-‘usri yusraa. inna ma‘al-‘usri yusraa (Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan)
.
Penegasan mutlak dari Allah SWT bahwa di dalam setiap kesulitan pasti selalu ada kemudahan (fa inna ma’al-usri yusra). Diulang dua kali untuk memantapkan keyakinan.
.
Penerapan bagi Insinyur:
Ia pantang menyerah saat desain atau uji coba gagal. Hitung lagi. Buat Cost Estimasi lagi. Coba lagi. Tes lagi. Setiap tantangan teknis, kegagalan struktur, atau bug sistem pasti memiliki solusi rekayasa (teknik) yang bisa ditemukan melalui analisis mendalam dan eksperimen.
.
Ayat 7: Etos Kerja Konsisten
fa idzaa faraghta fanshab (Apabila engkau telah selesai dengan suatu kebajikan, teruslah bekerja keras untuk kebajikan yang lain)
.
Perintah Sang Maha Kuasa kepada Nabi SAW, apabila selesai dari suatu urusan, maka segera mengerjakan urusan yang lain juga dengan sungguh-sungguh.
.
Penerapan bagi Insinyur:
Insinyur mampu menelorkan dan menerapkan produktivitas yang berkelanjutan (continuous improvement). Saat satu fase proyek atau checklist tugas selesai, langsung beralih dan fokus pada fase pengembangan selanjutnya tanpa menunda-nunda. Sekali lagi tanpa menunda. Tekan enter, bukan ENTAR.
.
Ayat 8: Berharap Hanya kepada Allah
wa ilaa rabbika farghab (Dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!)
.
Perintah untuk menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan dan harapan dari setiap usaha yang dilakukan.
.
Penerapan bagi Insinyur:
Ini yang penting. Tiada daya upaya karena ridlo Allah. Ia perlu menyeimbangkan ikhtiar dan tawakal. Setelah melakukan kalkulasi matematis dan penerapan ilmu fisika terbaik pada sebuah proyek, serahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Semoga membawa manfaat.
Salam Insinyur Indonesia!
.
.
.
Salam takzim dengan penuh kebanggaan.
Goresan pena penyemangat bagi Perwira EFK yang akan dilantik dan diambil sumpah sebagai Insinyur pada 25 Juli 2025 pada Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.