Marketing Langit by Laksita Utama Suhud

 Artikel ini ditulis hampir 2 tahun lalu oleh Pak Laks. Namun, saya sangat merasakan getarannya. Saya juga yakin masih relevan dengan kondisi kekinian dan kedisinian kita.

Perkenankan saya berbagi kepada sahabat semua  . . .

 

Marketing Langit

by Laksita Utama Suhud

 

Sehebat apa pun strategi kita..
Sehebat apa pun team kita dalam mengeksekusinya..
Seluar biasa apa pun kekuatan financial dan jaringan kita untuk menjalaninya..

Kalau Allah SWT tidak berkehendak, mau apa..

Itulah mengapa kita perlu menguasai teknik MARKETING LANGIT..

Sebuah teknik mendatangkan rezeki melalui pertolongan Allah SWT dengan pasukan malaikat langitnya yang sebenarnya sudah diajarkan kepada kita dan sudah kita lakukan sejak kita mulai memasuki masa baligh kita. Kita mengenalnya dengan istilah SHALAT ..

Sekilas ini hanyalah sebuah ritual wajib bagi kita kaum Muslimin, tetapi saya lebih melihatnya bukan lagi kewajiban.. lebih dari itu.. UNDANGAN KEHORMATAN bagi kita bertemu langsung dengan Allah SWT langsung tanpa perantara, disaksikan oleh seluruh Malaikatnya.

Mengapa saya sebut UNDANGAN KEHORMATAN ?

Bagaimana rasanya kalau kita diundang olah pejabat yang kita hormati? Oleh atasan kita?

Dimana mencari waktu untuk bisa ketemu langsung dengan mereka susahnya setengah mati. Tentu kita tidak akan menyia-nyiakan moment tersebut dengan datang tepat waktu, kalau bisa lebih awal. Datang dengan pakaian terbaik kita, dan saat ketemu pun kita juga akan berusaha sebaik mungkin mencuri simpati mereka dengan bersikap dan bertutur kata sebaik mungkin agar mereka bersimpati kepada kita.

SHALAT lebih dahsyat lagi..

Kita mendapat undangan kehormatan dari Penguasa Alam Semesta ini. Sampai kita disiapkan waktu khusus untuk menemuiNya tanpa perantaraan siapapun. Jadi seyogyanya kita datang jauh lebih tepat waktu lagi, dengan pakaian terbaik yang kita miliki, dengan tutur kata dan sopan santun terbaik yang bisa kita lakukan. Agar seluruh malaikat yang hadir di sana saat itu, juga ikut menilai baik kesungguhan kita. Dan ikut meng-aamiinkan setiap permohonan kita kepada Allah SWT saat itu.

Dan itulah saat terbaik kita berusaha sebaik mungkin mempresentasikan permohonan kita di dalam shalat kita. Langsung di hadapan Allah SWT

Selain waktu yang tepat (tepat waktu).. Agar presentasi kita betul betul mendapatkan perhatian dari para malaikat yang menilai seberapa bersungguh sungguhnya kita dan menguasainya kita akan materi di dalam presentasi proposal rahmat kita.. Kita juga perlu tahu tempat-tempat yang tepat untuk mempresentasikan proposal rahmat tersebut dalam shalat kita kepada Allah SWT.

Walaupun kita bisa melakukannya di mana saja di muka bumi ini. Bisa di rumah, di mushalah, di masjid.

Tetapi di depan Ka’bah inilah salah satu tempat terbaik dan paling ijabah di muka bumi ini untuk mempresentasikan proposal marketing langit di dalam shalat kita kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT. Agar Allah SWT berkenan segera menurunkan para malaikatnya untuk membantu semua niat dan upaya baik yang kita sampaikan dalam presentasi proposal tersebut..

Mengapa demikian ?
Karena kalau kekuatan langit sudah Allah turunkan untuk membantu kita, maka sudah tidak akan ada satu pun kekuatan di muka bumi ini yang akan sanggup menghentikannya..

Itulah sebabnya mengapa.. kita mengucapkan :

inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan muslimaw wa ma ana minal musyrikin

Aku tundukkan wajah dan hatiku padamu ya Allah wahai Tuhanku Sang pencipta langit dan bumi, dengan hati yang lurus dan pasrah. Sesungguhnya hambamu ini tiada berani menyamakanMu dengan yang lain.

Mengapa “Pencipta Langit dan Bumi” sering sekali kita temukan di Al Qur’an..

Karena ukuran dan dimensi langit yang maha luas bahkan tanpa batas. Sementara ukuran dan dimensi Bumi yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan luasnya langit.

Ini adalah analogi yang berserakan di dalam Al Quran.. untuk mengingatkan kita..

Upaya kita sebagai penghuni bumi ini harus senantiasa dibarengi dengan permohonan agar Allah juga berkenan menurunkan pertolongan langitnya yang maha luas dan maha dahsyat untuk memudahkan semua urusan baik kita yang sangat kecil dan tidak berarti apapun dengan semua kekuatan Allah.

Berarti shalat itu adalah presentasi langit ?

Betul.. shalat itu adalah presentasi proposal bagi program marketing langit kita. Dalam upaya memohon dengan sebaik-baiknya perkenan Allah SWT untuk sudi mengampuni dosa-dosa dan khilaf kita serta berkenan menurunkan pertolonganNya bagi semua urusan kita.

Dan namanya juga mempresentasikan sebuah proposal, maka diterima dan tidaknya proposal kita sangat tergantung dari seberapa bersungguh-sungguhnya kita saat mempresentasikannya di hadapan Allah dan seluruh malaikatnya tersebut. Apakah presentasi kita cukup meyakinkan atau tidak untuk diproses..

Karena yang kita hadapi saat itu tahu betul.. kita ini sedang tulus atau tidak.. kita ini sedang bersungguh-sungguh atau tidak.. kita ini saat itu betul-betul bersungguh-sungguh meminta atau hanya berpura-pura..

Terima kasih ya Allah..
Telah meluruskan kembali tujuan hidup ini..

Ssst … sst … Esok Ada Apa ?

Sst.. sst…sst

Ini hari apa? Jumat, bukan ?

Terus kenapa ?

Masih ingat ?

Sabtu, 25 Maret 2017 start pukul 08.00 – 12.00 WIB ada agenda lho !

Ya, launching dan bedah buku ‘Cost Killer’ bersama Tri Sumono, Ridwan Malawi dan tentunya dengan Ari Wijaya sang penulisnya.

Tempat acara di Gedung Titan Center, Bintaro, Tangerang Selatan.

Acara dimulai dengan sarapan kudapan yang dimulai pukul 07.30 WIB. Sahabat bisa sembari berdiskusi dengan rekan bisnis. Atau bisa mulai mencari peluang bisnis. Makanya, kartu nama juga perlu disiapkan. Networking breakfast. Insya Allah bisa menjadi salah satu pembuka pintu rezeki.

”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)

Agar memudahkan mencapainya, coba dipelajari peta berikut ini :

https://goo.gl/maps/5fQuyGMTt2C2

Oh ya, tak lupa juga saya dan Manajemen AIR Business Consulting, mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan perkenan sahabat menjadi peserta pada acara tersebut.

Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah membantu persiapan acara ini.

Semoga kami bisa memberikan pelayanan yang baik dan sesuai harapan sahabat semua.

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Pengasih membalas kebaikan sahabat semua.

Semoga dicatat sebagai amal sholeh.

Sampai ketemu esok ya . . .

#CostKiller
#Launching25Maret2017

Baru Bisnis ? Bisnis Baru ?

Apakah anda baru menjalankan bisnis ? Atau masih berencana punya usaha ? Apa bisnis anda ? Atau bisnis yang direncanakan ?
Berapa rencana target omzet atau nilai penjualannya ?

Ingin usaha langgeng ? Bertahan dari gempuran ? Profitable ?

Mari ikuti tantangan ini dalam beberapa jam ke depan….

Silakan tuliskan secara singkat apa bisnis Anda. Apa yang ingin Anda capai dalam tahun ini ? Apa rencana anda untuk mewujudkannya?

Kirim tulisan pada WA dengan format seperti di bawah ini :

Nama :
Lokasi :
Jenis usaha/Rencana Usaha :
TARGET Omzet per bulan :
#COSTKILLER#BisnisBaruBisnis

Isi artikel (setidaknya mencakup) : kenapa anda berbisnis. Apa yg menjadi dorongan kuat ? apa yg ingin dicapai dalam 1 tahun ini. Apa rencana aksi untuk mewujudkannya.

Kirim artikel anda by WA :
0811 9090 190

Tulisan anda ditunggu hingga 23 Maret 2017 pukul 23.00 WIB

Enam pengirim terpilih akan mendapatkan ‘tiket masuk – free of charge’ Event : Launching & Bedah Buku ‘Cost Killer’ bersama Tri Sumono, Ari Wijaya dan Ridwan Malawi pada :

Sabtu, 25 Maret 2017 pukul 08.00-12.00 WIB di Gd. Titan Center, Bintaro, Tangerang Selatan.

Sayang lho, jika kesempatan ini dilewatkan . . .

Jangan ragu dan sungkan. Ditunggu ya !

#CostKiller#BisnisBaruBisnis

Anda Tertantang ?

Bisnis anda sudah beromzet setidaknya 1 M per bulan? Ingin tetap survive? Bahkan profit meningkat ?

Yuk ikut tantangan ini dalam 10 jam mendatang  . . .

Silakan tuliskan secara singkat apa bisnis Anda. Apa yang ingin Anda capai dalam tahun ini ? Apa rencana anda mewujudkannya?

Format tulisan pada WA (mohon diperhatikan agar kami tidak salah pilih)

Nama :
Lokasi :
Jenis usaha :
Omzet per bulan :
#COSTKILLER#Bisnis1M

Isi artikel (setidaknya berisi ) : apa yg ingin dicapai dalam 1 tahun ini. Apa rencana aksi untuk mewujudkannya.

Kirim artikel anda by WA :
0811 9090 190

Tulisan anda ditunggu hingga : 22 Maret 2017 pukul 23.23 WIB

Lima pengirim terpilih akan mendapatkan ‘undangan khusus – free of charge’ acara Launching & Bedah Buku ‘Cost Killer’ bersama Tri Sumono, Ari Wijaya dan Ridwan Malawi pada :

Sabtu, 25 Maret 2017 pukul 08.00-12.00 di Gd. Titan Center, Bintaro, Tangerang Selatan.

Sayang jika kesempatan baik dan langka ini dilewatkan.

Ditunggu ya !

Salam #costkiller#Bisnis1M

Muda Mendunia

Dua-tiga hari ini saya dibanjiri informasi dari rekan sejawat. Rekan yang mengabdikan diri menjadi dosen. Pun dari yang bekerja di luar negeri. Semua memberi kabar yang membahagiakan. Tebersit juga rasa kagum dan bangga.

Mereka mengisahkan perjuangan mahasiswa UB. Anak-anak muda itu menginjakkan kaki di negeri tetangga. Mereka bertarung. Menjejakkan kaki untuk memamerkan sekaligus memacu hasil karya mereka. Ajang Shell Eco Marathon 2017. Event melombakan purwa rupa kendaraan hemat bahan bakar. Tercatat 20 negara yang ambil bagian. Kebetulan juga, kali ini, tim Indonesia mendominasi dari segi jumlah peserta.

Banyak cerita. Hingga sore ini, mereka seusai lomba juga melakukan evaluasi. Menghadirkan alumni. dan ahli. Mereka berbagi. Manambah network. Sekaligus lesson learnt dari seluruh kegiatan.

Kalian memang belum juara. Tapi itu semua membuat saya, dan tentunya alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya, bahagia dan bangga.

Kalian masih muda namun sudah mendunia. Attitude orang sukses pun telah ditorehkan. Berani. Punya kemauan. Produktif. Menjalin networks. Dan satu yang penting, mau melakukan evaluasi. Meminta masukan untuk perbaikan. Melihat karya orang lain yang lebih hebat untuk dijadikan bahan pelajaran ke depan.

Selamat kepada Tim APATTE 62 yang telah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di ajang Shell Eco-marathon Singapore 2017.

Salam Biru Abang ! Salam Satu Jiwa !

Special thanks to alumni @ Singapore.

Jazakallaah khair untuk Sam Charis Soeharto dan team atas hospitalities dan wejangan selama di Singapura.

 

By Ari Wijaya, Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya (IKA TMUB) @Blue Sky Lounge, Bandara Juanda.

Karyawan ? Iya. (Dan) Pengusaha ? Bisa !

Siang selepas sholat Jumat, saya mendapat keberkahan. Bertemu dengan 2 orang hebat sekaligus. Satunya trainer, motivator sekaligus pemilik usaha travel umroh. Satunya lagi, karyawan, penulis buku, dan juga pengusaha. Meski ia sendiri tak mau disebut pengusaha. Padahal usaha yang dirintisnya beberapa biji. Nah lho ?

Banyak hal disampaikan dalam diskusi singkat sembari makan Mie Ramen. Kali ini saya angkat 1 hal saja. Satu tapi kompleks.

Setiap manusia itu bisa jadi pengusaha. Hanya manusia yang tidak pakai baju, celana dan mondar mandir di jalan saja yang tidak bisa jadi pengusaha. Tahu maksudnya, kan ? Siapa dia.

Menjadi pengusaha harus punya kemauan, keberanian, komitmen, doa dan satu tambahan lagi, belajar terus.

Saya ambil satu contoh yang beliau kemukakan. Komitmen.

Ini modal yang juga tidak sulit. Gampangnya dapat dimulai dari hal yang sederhana. Ketika berjanji ketemu dengan orang lain, usahakan tepat waktu. Bukan semoyo. Banyak alasan ketika molor. Apalagi terkait dengan janji yang sudah bermuatan uang atau materi. Misalkan jika ada barang yang diambil untuk dijual lagi, maka saat menyepakati kapan akan dikembalikan, harus tepat waktu. Tidak masalah ketika tidak laku. Yang penting pada saat yang dijanjikan tetap ditunaikan. Hadir. Diceritakan juga kenapa tidak laku, dll. Jangan menunda dengan apa pun excuse-nya.

Komitmen itu attitude yang bisa membawa dan membuka pintu rezeki. Komitmen menimbulkan kepercayaan. Kepercayaan adalah barang mahal dalam dunia usaha. Banyak contohnya, bukan ? Orang tak punya modal uang, tapi tetap bisa jualan. Itu beliau buktikan sendiri.

Ya, beliau adalah Tri Sumono. Manusia empat kuadran. Karyawan iya, pengusaha juga, self employee dan juga investor. Lengkap !

Saya bersyukur beliau berkenan berbagi pengalaman dan kiat bisnisnya. Bahagianya lagi, insya Allah menjadi pembicara juga dalam acara launching dan bedah buku ‘Cost Killer’.

Ingin tahu lebih jauh ? Ingin mendapat peluang usaha juga ?

Silakan hadir pada event :

SABTU, 25 Maret 2017 : 08.00 – 12.00 WIB

Bertempat di Graha Titan Center, Jl. Boulevard Raya, Bintaro, Tangerang Selatan. Lokasi rinci, silakan klik link berikut ini.

https://goo.gl/maps/5fQuyGMTt2C2

Masih ada sisa sedikit kursi lagi. Jangan terlewat, ya !

Biaya investasi kehadiran event ini :

  • Rp. 200.000,- per orang.
  • khusus sivitas akademika mendapatkan harga special : Rp. 150.000,- per orang.

Anda akan mendapatkan paket :

  1. Voucher potongan harga biaya pelatihan sebesar Rp. 250.000,- (dapat digunakan untuk seluruh mata pelatihan AIR Business Consulting)
  2. Buku ‘Cost Killer’ senilai Rp. 63.000,-
  3. Networking Breakfast. Kudapan pagi sekaligus perkenalan dan peluang membuka usaha.

Investasi kehadiran dapat ditransfer melalui :

BNI Syariah (kode antar bank : 009)

A/C No. : 99 33 66 33 9 | An. : Yayasan Cerdas Sehat Gemilang Indonesia

Pesan tempat duduk anda sekarang. Kirimkan konfirmasi dengan format : “CK-Nama-Profesi”, melalui WA kepada :

081 190 90 190

Informasi lebih rinci dapat melayangkan surat elektronik via :

coach.sisrie@gmail.com | info@airbizconsulting.com

Sampai jumpa !

Kebiasaan Orang Kaya dan Sukses by Jamil Azzaini

Kebiasaan Orang Kaya dan Sukses

 

Banyak riset dan kajian yang mempelajari kebiasaan orang-orang sukses. Salah satu pengamatan yang populer dilakukan oleh Thomas Corley. Selama lima tahun ia melakukan pengamatan dan hasilnya dituangkan dalam bukunya :

Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals

Orang kaya yang dimaksud dalam kajian Corley berpenghasilan di atas $160.000 atau di atas 2 milyar rupiah per tahun. Punya kekayaan di atas $3.2 juta atau 41 milyar. Sementara orang miskin memiliki pendapatan dibawah $35.000 atau 455 juta rupiah per tahun dan punya kekayaan dibawah $5.000 atau 65 juta rupiah.

Apabila diringkas, ada 21 kebiasaan orang kaya yang dilakukan berbeda dengan orang-orang miskin. Namun dalam tulisan ini saya hanya menampilkan beberapa saja. Selebihnya silakan googling dan baca bukunya, ya. Hehehe…

Orang kaya ternyata punya kebiasaan menonton TV kurang dari satu jam sehari. Mereka juga tidak menyukai acara reality show di TV. Hanya 6 % orang kaya menonton reality show, sementara 78 % orang miskin menonton acara ini.

Orang-orang kaya lebih menyukai membaca buku daripada menonton acara TV. 88 % orang kaya membaca buku untuk meningkatkan kualitas diri rata-rata 30 menit setiap hari. Sementara orang miskin yang melakukan hanya 2 % saja.

Kebiasaan sederhana lain yang dilakukan orang kaya adalah mereka selalu menjaga senyum mereka. Senyum membuat mereka bahagia dan menikmati kekayaannya. Sungguh rugi, bila sudah miskin mahal senyum lagi. Tepatlah nasehat yang berbunyi:

“Jangan nunggu bahagia baru tersenyum tetapi tersenyumlah maka kau akan bahagia”.

Orang-orang kaya yang semakin kaya ternyata juga punya kebiasaan menyediakan waktu untuk membangun persahabatan. Mereka tidak hanya sibuk bekerja atau berbisnis, mereka juga senang bersilaturahmi dengan banyak orang. Sementara orang miskin, sibuk tapi “for nothing”. Terlihat sibuk tetapi hasilnya tidak signifikan.

Mereka juga selalu meningkatkan keahlian. Mereka rela mengeluarkan uang untuk meningkatkann keahliannya. Bahkan sahabat saya, rela membayar 1 milyar rupiah untuk berguru bisnis ke Amerika Serikat. Padahal biaya itu belum termasuk transport dan akomodasi untuk pergi-pulang ke negeri Paman Sam itu setiap dua bulan.

Saya pun mengamati, para trainer yang semakin kaya mereka yang juga mau belajar dengan sesama. Tidak merasa sudah serba bisa dan merasa gengsi bila harus belajar dengan sesama trainer.

Saran saya untuk para trainer, segera belajar dengan sesama trainer di acara Trainer Bootcamp & Contest yang diadakan Akademi Trainer. Hubungi segera 0812-1632-0707

Boleh saya bertanya, apakah Anda sudah punya kebiasaan orang kaya?

Salam SuksesMulia !

 

*) Jamil Azzaini dikenal sebagai Inspirator Suksesmulia, Motivator, sekaligus CEO of Kubik Leadership