Cermat Hingga Akhir

Cermat hingga Akhir

by Ari Wijaya @AriWijayaDj

 

Batu bata merah atau bata bisa jadi sudah jarang digunakan sebagai bahan pembuat dinding bangunan. Mereka sebagian telah tergantikan oleh material lain. Batako. Bata ringan. Dan beberapa contoh lain.

Bata, walaupun hampir tergerus oleh jaman, namun masih menyisakan pelajaran bagi Kita. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari bata ?

Bata dibuat dari tanah liat. Pembuatnya memilih tanah liatnya. Tidak semua jenis tanah dapat dibuat bata merah. Pencetakan dan hasilnya pun disusun rapi.  Agar panas matahari mengeringkannya dengan merata. Kering tapi tidak retak.

Saat pembakaran bata itu pun disusun sangat rapi. Pembakaran adalah proses yang krusial. Tidak sembarangan. Panas api harus merata. Saat di ‘linggo’ (baca : disusun ke atas, siap dibakar), dilakukan dengan teratur. Dinding luar susunan (seperti candi), ditutup dengan tanah liat. Panas pun efektif dan efisien. Bahkan acapkali diberikan tanda dengan menancapkan cabe merah besar. Itu sinyal api/panas telah mencapai ketinggian tertentu. Panasnya cukup, atau kayu bakar perlu ditambah lagi. Tanda yang bisa jadi sepele. Tapi itu bisa menghemat pengeluaran.

Bata harus berwarna merah tua. Makanya ada istilah warna, merah bata. Merah kecoklatan. Karena merah itu menunjukkan kekuatan bata. Merah tua adalah bata yang siap dijadikan bahan bangunan.

Pada tahap pengiriman pun bata itu pun disusun rapi. Memudahkan pemuatan dan pembongkaran. Loading and unloading. Cepat dan hemat biaya. Bayangkan jika sembarangan juga. Bak truk tidak efisien. Bahkan bata bisa pecah. Sangat hati-hati. Mereka tahu, bata pecah membutuhkan waktu relatif lama untuk menyusun. Harus dirapikan sebelum dipasang. Ada kerugian. Ada losses. Artinya biaya tambahan.

Proses pembuatan bata tadi, ibarat kita akan menyusun team. Maka perlu kecermatan yang jauh lebih presisi, bukan ?

Kenapa ?

Manusia adalah salah satu sumber daya utama menyusun sebuah team. Human Capital. Kita harus memilih orang. Orang yang telah terpilih pun, harus berusaha untuk menjadi yang terbaik. Setiap individu juga harus menjadi pilihan, punya kelebihan. Ibaratdalam dunia persilatan, maka ia adalah pendekar pilih tanding. Ditempatkan di mana saja. Siap beradaptasi, Siap bersaing. Memberikan hasil sesuai bahkan lebih dari ekspektasi.

Peran leader juga perlu kecermatan. Proses pembentukan team juga harus diperhatikan karakter masing-masing anggota team. Tidak ada yang sempurna. Pemetaan perlu dilakukan. Fokus terhadap program yang menjadi peluang perbaikan pada setiap individu. Materi disesuaikan. Tolok ukur ditetapkan. Jika ada yang masih belum sesuai, maka dipoles lagi. Tentunya dengan batasan waktu tertentu. Penugasan juga disesuaikan dengan kelebihan masing-masing.

Penugasan yang tidak sesuai, masih bisa dipaksakan. Namun, tentunya punya konsekuensi. Perlu energi dan biaya tambahan. Baik dari sisi individu, maupun team secara keseluruhan. Dengan kesadaran itu, cermat pada setiap tahapan.

Ia siap menjadi salah satu soko guru organisasi yang mantap. Ia juga memberikan sumbangsih terbaiknya. Bukan rahasia lagi, begitu digabungkan dengan elemen yang lain, organisasi lebih kuat, kokoh, tak tertandingi.

Team adalah salah satu daya tahan persaingan. Kemenangan dalam kompetisi juga ditentukan oleh tim yang kuat.

“The team with the best players wins”

Begitu petuah Jack Welch, salah satu CEO kelas wahid yang idenya banyak dijadikan panutan pemimpin bisnis dunia hingga kini.

Cermat hingga akhir, layaknya bata. Bahan baku pilihan. Pemetaan atau proses persiapan, cermat. Pelatihan atau proses pembakaran, cermat. Penugasan atau penempatan, layaknya proses pengiriman, juga cermat. Hasilnya, suatu bahan bangunan yang dapat diandalkan. Siap membentuk tembok yang kokoh, kuat, sulit dirobohkan.

Anda tentunya juga ingin punya team yang kuat, bukan ? Ingin menang dalam persaiangan ?

Mari kita cermat memilihnya, mengembangkannya dai awal hingga akhir. Layaknya, kita akan menjual batu bata merah kelas wahid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *