Green Leaders, Apa Kabar ?

greenleaders

Guratan pena ini saya torehkan sekira setahun lalu. Saya bersemangat mengikuti program ini karena manfaat dan efek domino yang begitu dahsyat.

Apalagi ketika berbicara tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Adrenalin ini seakan bertambah dan naik kencang.

Kegiatan ini sesuai kabar terakhir, Juni 2016, berhasil mengelola 10 Ha lahan. Belum ditambah lagi. Pengelolaan dan manajemennya, masih dibenahi oleh team pemrakarsa.

Tapi itu semua tidak mengurangi keinginan saya untuk turut terus berjuang dalam barisan pemberdayaan masyarakat. Tetap turut berperan. Sekecil apa pun itu.

 

Semangat Berbuat Kebajikan

by Ari Wijaya

 

Saya sangat senang mengemudikan mobil atau motor sendiri. Jika sendirian dalam mobil, saya menikmati perjalanan sembari mendengarkan siaran radio atau mendengarkan musik. Jika ada teman dalam perjalanan, maka diskusi atau bercengkrama. Itu semua salah satu tombo kantuk (obat kantuk).

Kelemahan nyetir sendiri adalah ketika ada acara ternyata tempat parkir tidak memadai, nyarinya bisa muter-muter setengah jam. Tidak jarang harus parkir menjauh. Apalagi ketika waktu dimulainya acara sudah mepet. Duh, bisa grusa-grusu, tidak sabar, menggerutu dan ada potensi senggolan dengan mobil lain. Rententannya bisa panjang dan negatif. Sehingga biasanya diperlukan spare waktu yang lebih panjang, menyiasati agar tidak terlambat.

Kemarin saat libur nasional, saya ada 2 agenda yang sama penting. Dimulai pada waktu yang sama, namun dua acara tersebut berakhir berbeda. Sehingga saya harus memberikan skala prioritas dan tentunya perhitungan waktu yang tepat agar dua acara tetap dapat diikuti. Rencananya : pagi hari saya menghadiri wisuda anak saya yang kelas 3 SMA di BSD, Serpong. Diperkirakan siang usai sebelum dhzuhur, dan langsung menuju acara ‘green leaders’ di kawasan Tanjung Barat.

Perhitungan di atas kertas, saya masih bisa mendapatkan sisa acara yang di Tanjung Barat. Lumayan dapat 3 jam, karena dijadwalkan usai pukul 3 sore. Saya melakukan scouting pada malam sebelum berangkat. Jalan yang akan dilalui didominasi jalanan sempit, lokasi acara juga parkirnya terbatas. Sehingga diputuskan menggunakan jasa driver. Kebetulan ada tetangga yang mumpuni dan biasa menerima jasa driver lepas seperti itu. Hal ini agar di dalam mobil saya masih bisa berkomunikasi, berbenah dalam mobil dan juga bisa menghilangkan rasa terburu waktu, mengurangi dag dig dug yang nggak ketulungan.

Alhamdulillaah acara lancar, walau acara pertama sedikit molor sekira sejam. Saya pun meminta langsung diantarkan ke LPMP Tanjung Barat. Tapi keluarga tetap saya bawa turut serta, plus menunda makan siang. Karena kalau pulang terlebih dulu, apalagi makan siang, wow bisa tidak terkejar.

Tiba di Tanjung Barat sudah sedikit melewati dhzuhur. Di luar dugaan, pas masuk ada keramaian, ternyata bukan acara yang dituju. Acara lain ! Nah lho. Area gedung pun, kami kelilingi hingga dua kali, sembari menjalin komunikasi dengan PIC acara. Pas ketemu, ternyata acara ada di gedung lain walau masih sekomplek.

Penjelasan materi pun telah usai. Acara ternyata dipadatkan oleh EO-nya. Saya mengendap masuk sembari menyapu pandangan mencari sosok yang saya kenal, karena sebagian besar peserta sedang asyik makan siang. Mereka menunduk seperti tekun mengerjakan tugas berat, jadi wajahnya tak nampak. Kebetulan pemrakarsa program baru usai melahap santapan siangnya. Kesempatan sempit itu pun saya manfaatkan untuk menggali informasi tentang apa itu ‘Green Leaders’. Program pemberdayaan yang digagas Pak Jamil ini sangat menarik. Sekira setengah jam mendapatkan penjelasan dan saling tukar cerita, saya pun memutuskan melengkapi formulir dan bergabung dengan program One on One Family Empowerment.

Saya pun setelah beres, berpamitan, dan segera menuju masjid. Anak dan istri sedang menunggu di sana. Mereka ternyata sangat ingin tahu seperti apa program itu. Kepo banget ! Kenapa saya begitu bersemangat mengejar dan mengikutinya.

“Setelah sholat dan pas makan Kupat Tahu Magelang di seberang gedung ini, Bapak akan terangkan” begitu tukas saya, sembari menunjuk salah satu tempat makan favorit saya.

Gini lho ..

Program yang saya hadiri walau terlambat tadi dinamakan :

‘Green Leaders : One on One Family Empowerment’

Pada dasarnya adalah program mengangkat derajat satu keluarga oleh keluarga lain agar putus dari rantai kemiskinan. Tidak hanya itu, keluarga tersebut juga berkarakter positif, bermental pemimpin dan pada akhirnya bersedia membangun desanya sendiri. Pendampingan keluarga tadi, dilakukan selama 5 tahun. Kenapa 5 tahun ? Itu minimal lho, karena studi yang telah ada mengatakan bahwa perlu waktu setidaknya 4,8 tahun untuk membentuk karakter dan mengentaskan kemiskinan.

Bagaimana langkah pengentasannya ? Dipilih kail berupa pohon yang berkayu dan bernilai ekonomis dengan masa panen 5 tahun. Guna menunggu masa panen, keluarga yang diberdayakan mendapatkan pelatihan, coaching, mentoring, pendampingan intensif dan kegiatan sosial ekonomi yang menggerakkannya. Kegiatan sosial tersebut jelas akan menghidupkan nilai-nilai jenius lokal yang selama ini seperti akan punah. Apa itu ? Seperti gotong royong, lumbung desa, jumputan, dll. Kegiatan ini akan difokuskan untuk meningkatkan penghasilan harian, pekanan atau bulanan bagi keluarga yang mengikuti program ini.

Apa manfaat bagi keluarga yang memberdayakan atau family partner ? Ikut serta menyelamatkan dunia. Pohon identik dengan fotosintesa, menyerap CO2 menghasilkan oksigen. Berkontribusi menyelamatkan negeri. Bagaimana pun, negeri yang kita cintai ini butuh energi positif kita. Berbuat langsung, singsingkan lengan baju, action, bukan sekedar sebagai penonton. Setidaknya, upaya ini akan mengurangi urbanisasi. Penduduk membangun desanya, menjadi berdaya dan berdikari. Di samping itu, lokasi pemberdayaan bisa menjadi wisata alam bagi keluarga. Tidak lupa juga, punya hak penjualan, masih ada sisi bisnisnya lho. Tapi yang paling dahsyat adalah kegiatan ini menjadi amal jariyah, tabungan yang akan dibuka di padang maghsyar kelak.

“Gerakkan masyarakatnya, lestarikan alamnya, bangun mentalnya, dan perbaiki ekonominya”

Begitu bunyi taglinenya Green Leaders.

Semoga program ini terus bertambah luas lahannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *