Lima Modal Kunci

Lima Modal Kunci

Persaingan adalah keniscayaan. Benar apa betul ?

Apalagi dalam dunia usaha, jika kalah, sudah dapat dipastikan, perusahaan gulung tikar. Mati. Dampaknya juga tidak kalah dahsyat. Bisa menambah daftar pengangguran. Beban ekonomi baru.

Perusahaan digerakkan oleh manusia. Manusia yang punya daya dukung dan daya juang tinggi akan sangat membantu daya tahan perusahaan. Bak pendekar, ia pilih tanding. Ditempatkan di mana saja, ia sanggup dengan cepat beradaptasi dan segera berkontribusi.

Perlu modal memenangkan persaingan ?

Apa saja itu ?

Integrity. Miliki kejujuran yang tidak pernah dipertanyakan (be unquestionably integrity person).

Ibarat bangunan, integrity adalah pondasinya.

Kuat memegang prinsip moralitas. Dwight David Eisenhower, mantan Presiden AS yang pernah menjabat sebagai Panglima Tertinggi Sekutu di Eropa, pernah mengatakan bahwa kualitas tertinggi untuk kepemimpinan adalah integritas yang tidak diragukan lagi. Tanpa itu, tidak ada keberhasilan nyata yang mungkin. Tidak peduli apakah itu di geng, lapangan sepak bola, kemiliteran atau kantor bisnis.

Agar bangunan kuat maka ada 2 kolom atau pilar yang mendukungnya:

1. Competence. Pantaskan Diri dengan Menguasai Kemampuan yang Spesifik (Hold Core Competency)

Kemampuan menuntaskan pekerjaaan dengan cepat dan tepat. Ia bisa menjadi nara sumber. Untuk memenangkan persaingan, setiap diri insan Indonesia harus memiliki kemampuan unik yang istimewa. Ketika punya keistimewaan maka kita akan dihargai mahal. Saya sering sebut sebagai pendekar pilih tanding.

2. Resourceful. Jadilah Orang yang Banyak Akal (Be Resourceful Person)

Insan yang banyak akal. Tak mudah patah arang. Selalu mencari jalan keluar.

Mari mengamati bayi yang sedang belajar berjalan. Ternyata saat belajar berjalan, seorang bayi tidak belajar dari suatu teori tertentu. Tapi dia mencoba, jatuh, berdiri lagi, meraih sesuatu. Acapkali jatuh lagi, hingga tertatih dan mulai melangkahkan kaki selangkah ke depan. Proses itulah yang membuat kita semua bisa berjalan.

3. Collaboration. Maksimalkan Potensi (Develop Collaboration Ability)

Punya kemauan menambah daya dukung. Menyatukan beberapa potensi. Lemah jadi kuat. Kuat tambah kuat. Kolaborasi adalah tindakan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam matriks, tim terkemuka secara kolaboratif membantu mereka terlibat, bergerak melalui tahap pengembangan tim (menjadi berkinerja tinggi), memecahkan masalah dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Kemudian agar bangunan itu tetap terlindungi dan membawa manfaat, maka perlu atap bangunan.

Apa itu ?

Sharing. Berbagilah di saat lapang dan susah (Do Sharing)

Sir Winston Leonard Spencer Churchill,  pengarang yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Britania Raya, juga berpesan tentang pentingnya perilaku memberi.

Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh. Kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan”.

 Kemauan dan kemampuan berbagi. Tak kenal masa, dalam kondisi lapang dan sulit, tetap mau berbagi dengan insan yang lain. Punya sedikit dibagi sedikit. Punya banyak, apalagi, dibagi lebih lagi.

Dengan memiliki sikap dan modal utama tersebut, diharapkan insan Indonesia pun punya mental juara. Segala daya upaya dilakukan untuk memenangkan persaingan. Tentunya segala daya upaya yang dilandasi dan sesuai prinsip moralitas.

Temukan inspirasi lebih rinci di buku :

KEY, Lima Modal Kunci Insan Indonesia Memenangkan Persaingan.

#KEY #persaingan #Limamodalkunci  #memenangkanpersaingan

Silahkan share jika bermanfaat!
  • 23
    Shares

This Post Has One Comment

  1. Alhamdulillah sangat menginspirasi. Semoga dapat saya manfaafkan dan amalkan, Aamiin

Leave a Reply

three × one =