Merajut Asa

Merajut Asa

by Ari Wijaya

 

Sebuah sunatullaah juga, saat ada kejadian, ada yang merespon ada yang tidak. Cuek bebek. Seperti era perubahan yang kita rasakan saat ini. Dunia seakan tanpa sekat-sekat lagi. Melihat fenomena ini, reaksi pun beragam. Ada yang menyesuaikan. Ikut perubahan.  Tak jarang yang membuat aksi jauh lebih cepat dari laju perubahan. See the unseen things.

 

Saya beri catatan India yang sangat mencolok saya contohkan. Beberapa nama besar tercatat memimpin perusahaan berkelas dunia. Belum lagi China, sebagai gambaran saja, mahasiswa dan pelajar China yang sedang belajar di Australia tercatat 150 ribu lebih. Mereka mulai merajut asa. Di samping menggali ilmu pengetahuan, juga menanam benih jejaring. Bukan rahasia lagi, jaringan ikatan alumni salah satu pendorong kesuksesan berbisnis. Silaturahim memang membawa keberkahan dan pembuka pintu rezeki.

Tak heran, jika lulusan berkebangsaan Cina juga merambah ke berbagai perusahaan di dunia.

 

Philipina, mereka banyak mengusai bidang kepariwisataan. Beberapa hotel besar di Dubai, Uni Emirates Arab dijejali tenaga terampil dari Filipina. Mereka membuka Tourism & Hospitality Training Center.

 

Saya menyebut warga negara di beberapa negara tersebut memiliki kesadaran bersaing. Kesadaran itu terasa sangat kuat.

 

Bagaimana dengan kita? Mampukah kita merajut mimpi itu lagi? Saya kok, yakin, kita mampu.

 

Anda mau bersama mewujudkannya?

Mari merajut asa bersama.

Ingin tahu lebih jauh ?

Insya Allah akan terbit buku terkait bagaimana memenangkan persaingan, pada bulan Agustus 2018.

Mohon doanya agar tidak ada kendala berarti dalam prosesnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *