Perempuan itu Tiang Negara

Islam menaruh perhatian khusus dan tinggi terhadap perempuan. Perempuan mempunyai peran ganda dalam kehidupan. Peran sebagai ibu dan juga sebagai istri. Perempuan sebagai istri adalah sosok yang mendukung suami dalam berkarya. Penyemangat dan pendorong, bahkan memperkuat. Sebagai ibu, ia yang melahirkan dan membesarkan anak. Perempuan sebagai ibu adalah madrasah pertama. Sekolah yang paling awal. Tak dapat dipungkiri, ia orang yang pertama dan paling dekat dengan anak. Semenjak lahir, hampir setiap waktu ibu selalu ada bersama anak. Menyusui, memberi asupan energi, merawat, dan yang terpenting adalah mengajak berkomunikasi dan mengajari berbicara.

Peran besar itulah, seorang perempuan apa pun kondisinya, dituntut untuk memiliki ilmu. Ilmu terkait tumbuh kembang anak. Termasuk yang utama, Ilmu Agama. Ibu itu role model. Anak belajar dari lisan dan perilaku sang ibu. Anak yang sering melihat ibunya beribadah, atau sering mendengar ibunya tilawah, melantunkan ayat suci Al Quran, akan tumbuh sebagai manusia yang akrab dengan kegiatan yang mendekatkan diri dengan Allah SWT. Lebih kenal dengan Sang Maha Pencipta.

Dalam skala lebih besar, perempuan memiliki peran sentral menentukan masa depan bangsa. Bagaimana tidak? Titik tonggak kehidupan bermasyarakat dimulai dari keluarga. Mereka menentukan hitam putihnya kehidupan dari mulai diri sendiri, melangkah di ruang lingkup keluarga, masyarakat dan negara. Tak heran ada kalimat hikmah dari para ulama:

Perempuan adalah tiang negara. Apabila perempuannya baik maka baik pula negara. Apabila perempuannya rusak maka akan rusak pula negara.

Yayasan Tarbiyatul Ummah-Qaulun Ma’rufun, mohon izin, untuk mengambil peran itu.Kami ingin berkontribusi, meski dalamporsi yang kecil.

Kami mengundang generasi muda perempuan, setidaknya yang sudah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas untuk bergabung pada *Program Perempuan Tiang Negara*. Nama sesuai dengan cita-cita besar. Program pendidikan yang menitikberatkan perempuan menjadi penghafal Al Qur’an (Hafizhoh) dalam 1 tahun. Plus dibekali materi keislaman dan materi sisipan bekal menjadi generasi unggul.

Apa program ini berbiaya?
Ya. Biaya yang dikeluarkan semata untuk membiayai kegiatan/pengeluaran operasional.

Jika ingin mendapatkatkan informasi lebih lanjut, mohon sudi kiranya menghubungi :

Kak Zahra : 08174170272 | Kak Vira : 089504552479

Kami juga menyediakan Jalur Beasiswa. Surat permohonan peminat dan data riwayat hidup dapat dikirimkan melalui : ariwijaya@gmail.com dengan subyek : Beasiswa Program Perempuan Tiang Negara.

Oh ya, jika sahabat ada yang bersedia menjadi orang tua asuh/angkat perempuan yang terpilih, Saya sangat senang dan bangga. Kenapa ? Usaha yang bisa berbagi bahu membahu menciptakan manusia bersumber daya unggul.

Jika berkenan, bisa langsung kontak saya, Ari melalui WA : 08111661766.

Semoga ikhtiar ini manjadi amal jariyah kita semua. Terima kasih.

Terusan Venus 58

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin.

Puji syukur kehadirat Allah azza wajalla. Atas perkenan dan ridloNYA, amanah orang tua telah kami tunaikan.

Rumah penuh perjuangan itu, usai sudah direnovasi. Rumah yang dulu dibangun dengan kondisi darurat. Ada peristiwa penting saat itu. Sehingga, kami menempati dalam kondisi belum sempurna. Dibangun secara bertahap. Pada tahun 1986 menjelang saya ujian SMP, rumah tersebut sudah kami tempati. Bapak, Ibu, saya dan adik hijrah dari rumah di Guyangan, Tlogomas. Hanya beda dusun. Rumah yang sering kami sebut, TV58. Sebutan unik sesuai alamat rumah : Jl. Terusan Venus No, 58, Tlogomas RT 01/05, Malang, Jawa Timur 65144.

Salah satu catatan dan teladan yang saya bangun adalah orang tua kami memang punya jalinan silaturahim yang luas. Aktivitas sosial dan kemauan berbaginya juga tinggi, Tak heran, rumah itu juga menjadi tempat berkumpul dan markas kegiatan. Padahal mereka pensiunan. Semasa hidupnya, Bapak dan Ibu pernah memberikan wejangan, dan menjadi cita-cita luhur orang tua saya: menjadikan rumah itu membawa manfaat kepada orang lain.

Kini, mereka sudah wafat, dipanggil kembali oleh Illahi rabbi. Bapak berpulang pada tahun 2000. Adik saya wafat 10 tahun lalu. Saat ia masih tergolong muda, 22 tahun. Ibu juga sudah tiada, 2 tahun lalu.

Oleh karenanya, kami sekeluarga bertekad menjadikan rumah itu sesuai amanah beliau. Ide besarnya, rumah itu menjadi tempat menimba ilmu. Lebih utama ilmu agama Islam. Kami menyasar yang mendasar, belajar Al Qur’an. Di tambah lagi ilmu lainnya, termasuk ilmu manajemen. Ruang kelas, hasil re-design, juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat, seperti rapat warga, kegiatan tahlilan, dan lainnya. Kegiatan tersebut diwadahi dalam yayasan, agar dikelola lebih profesional.

Kami sepakat rumah tersebut diwakafkan. Kami bekerja sama dengan Yayasan Tarbiyatul Ummah Qaulun Ma’rufun.

Renovasi rumah agar sesuai cita-cita itu telah rampung. Kami juga menyiapkan dana untuk operasional harian. Operasional kegiatan termasuk untuk para guru, musyif/musyrifah, trainer, dan juga tenaga pendukung membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Kami terus berupaya menggalang dana. Salah satu, upaya agar kegiatan bisa berlangsung dengan baik.

Bagi sahabat yang pernah singgah, ada sedikit perubahan tampak depan dan juga beberapa ruang di dalam rumah. Saat ini rumah kenangan itu kami beri nama HCQ Tlogomas (Halaqoh Cinta al Qur’an).

“Halaqoh adalah kegiatan mengajar. Seorang guru yang dipandang mumpuni mengajar para murid dalam sebuah tempat, biasanya di masjid atau serambi, dengan dilingkari para murid. Tradisi halaqah ini sebenarnya bersumber dari Nabi  Muhammad. Dicontohkan ketika melakukan bai`ah `Aqabah Kanjeng Nabi duduk dikelilingi oleh para muslim awal dari Madinah (Yatsrib).  Tradisi tersebut kemudian berkembang sebagai pengajaran di masjid-masjid di dunia Islam awal, dengan pengajarnya adalah para sahabat yang dikirim Nabi Muhammad. Para tabi`in meneruskan tradisi ini di masjid-masjid, sehingga dikenal Halaqah Imam Hasan al-Bashri, Halaqah Imam asy-Syafi`i, dan lain-lain”.

Sumber: NU online. https://www.nu.or.id/post/read/40946/halaqah

Kami sadar, punya jangkauan terbatas. Sumber daya yang tidak berlimpah. Di samping itu, niat luhur kami mengajak  berbagi peluang untuk beramal sholeh. Mengajak sahabat bahu membahu. Kami yakin dengan semakin banyak orang yang terlibat akan semakin luas manfaatnya. Menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Mau turut serta di dalam amal kebaikan ini ?

Kami mengajak sahabat untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut dengan berdonasi melalui :

Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Malang

No. Acc. : 6016106019  | Yayasan Tarbiyatul Ummah Qaulun Marufun

Terima kasih sebelumnya atas perkenan dan perhatiannya.

Jazakumullaah khairan katsiran.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak.

 

Corruption and Competition

Korupsi, sesuai Kamus Oxford (Simpson dan Weiner, 1989, hal. 974) didefinisikan sebagai:

‘penyimpangan atau penghancuran integritas dalam melaksanakan tugas publik dengan suap atau bantuan’.

Soreide (2001) dan Lanseth (2004) sependapat meski berbeda tahun penelitian. Mereka menyatakan bahwa penggunaan atau keberadaan praktik korup, khususnya pada perusahaan publik sulit untuk  didefinisikan secara tepat, tetapi efek merusaknya, tak terhindarkan. Sulit untuk diabaikan.

Meskipun bentuk, tingkat dan kelemahannya bervariasi pada suatu negara dengan negara lainnya, survei menunjukkan bahwa hampir tidak ada negara yang tidak tersentuh korupsi (Transparency International, 2004).

Korupsi sering dikemukakan ada karena kurangnya persaingan menghasilkan harga yang dapat disesuaikan secara ilegal. Gagasan umum ini sudah sering membuat orang berpikir bahwa, karena meningkatnya kompetisi mengurangi harga, itu juga mengarah pada korupsi yang lebih rendah. Rose-Ackerman (1996) menyatakan bahwa secara umum setiap reformasi yang meningkatkan daya saing ekonomi membantu mengurangi insentif korupsi.

Pengadaan publik adalah area yang banyak bermasalah. Praktik pengadaan publik membutuhkan pemilihan tawaran terbaik, memperhitungkan sejumlah pertimbangan termasuk kualitas, siklus hidup biaya dan risiko serta kinerja vendor berdasarkan evaluasi nilai uang (Value of Money Evaluation).

Untuk memastikan bahwa sumber daya pembayar pajak dihabiskan dengan hati-hati, proses pengadaan harus adil dan transparan, dengan kontraktor yang dapat dimintai pertanggungjawaban. Praktik pengadaan publik yang dijalankan oleh ketidakpercayaan memungkinkan memperbesar risiko dan biaya kontrak.

Masalah pengadaan menjadi pusat perhatian tempat korupsi cenderung tumbuh subur. Pelaku mengambil keuntungan dari hasil yang ada pada mekanisme rancangan multi dimensi. Korupsi tergantung pada tingkat daya saing lingkungan. Hasil penelitian Celetani dan Ganiza pada tahun 2001, mengidentifikasi melalui mana persaingan yang lebih tinggi mempengaruhi korupsi dan sebaliknya. Dampak dari meningkatnya persaingan di pasar pengadaan dan di pasar untuk buyer/fungsi pengadaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa membentuk efek bersih (bebas korupsi) secara fungsional dapat diperoleh dengan peningkatan jumlah pemasok potensial.

Hubungan antara persaingan dan korupsi telah menjadi objek beberapa penelitian lintas bidang studi. Ades dan Di Tella (1197) menyatakan bahwa kebijakan industri aktif meningkatkan korupsi. Hal ini didukung dengan gagasan yang terkait dengan tingkat keterbukaan terhadap perdagangan yang lebih tinggi untuk menurunkan tingkat korupsi.

Laffont dan N’Guessan (1999) melakukan penelitian serupa di Benua Afrika dan menunjukkan adanya saling ketergantungan korupsi dengan persaingan. Korupsi berkurang pada keterbukaan ekonomi pada negara yang memiliki tingkat historis korupsi yang rendah. Namun meningkat pada kondisi sebaliknya.

Wei (2000) menunjukkan bahwa ‘keterbukaan alami’ menjelaskan 60% dari variasi lintas fungsi/seksi, faktor keterbukaan tidak memiliki dampak terhadap korupsi secara signifikan.

 

Sumber:
diolah dari beberapa jurnal ilmiah.

Corporate Governance and Corruption

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) adalah badan multilateral yang mewakili kepentingan anggotanya, negara maju di dunia. Mereke membentuk beberapa kelompok kerja untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi. Salah satunya, adalah Penasihat Sektor Bisnis OECD yang didirikan pada tahun 1996. Kelompok ini ditugaskan untuk menyusun: “standar minimum tata kelola perusahaan yang seharusnya diikuti oleh negara-negara OECD” (Dignam & Galanis 1999).

Pada tahun 1999, edisi pertama Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan diterbitkan. Versi revisi terbit pada tahun 2004, untuk mencerminkan perubahan yang terjadi dalam lanskap tata kelola perusahaan, terutama setelah perusahaan sekelas Enron dan WorldCom di Amerika runtuh (OECD, 1999, 2004).

Roe (2008) mengungkapkan bahwa lembaga tata kelola perusahaan di negara-negara Barat berkembang dengan baik dan mengakar. Sebaliknya, terjadi kelemahan regulator Asia Timur, ditandai dengan Krisis Asia Timur 1997. Hal ini memicu upaya pengembangan kapasitas besar oleh bank pembangunan multilateral untuk mengatasi kelemahan kelembagaan dalam pengembangan negara.

Praktik tata kelola dapat dinilai dari faktor: keadilan, transparansi, akuntabilitas, pengungkapan, dan tanggung jawab. Seperangkat prinsip awal dirancang agar relevan untuk setiap entitas yang terorganisir, baik itu pribadi, publik, milik negara, atau tunduk pada berbagai bentuk kontrol dan kepemilikan lainnya. Prinsip-prinsipnya juga menyediakan tolok ukur pemantauan perilaku korporasi dan hasil perbaikan dan pengembangan yang dihasilkan oleh pihak yang berkepentingan seperti investor dan regulator (Jesover & Kirkpatrick 2005: 172, Iu & Batten 2001: 48).

Kanna, Kogan, Paleppu (2001), memberikan hasil penelitiannya bahwa globalisasi juga menghadirkan peluang dan tantangan bagi reformasi tata kelola perusahaan di negara-negara berkembang. Di satu sisi, globalisasi dapat mempercepat implementasi tata kelola perusahaan sesuai standar internasional. Namun, globalisasi juga dapat meningkatkan persaingan terhadap sejumlah besar perusahaan domestik yang tidak efisien. Kenapa ? Karena globalisasi di sisi lain menciptakan tekanan tinggi bagi mereka untuk menyuap agar bisa bertahan hidup.

Peran perusahaan multinasional dalam perang melawan korupsi tidak boleh diabaikan. Meski MNC (multi national company) mampu memberi dampak positif secara signifikan, namun ternyata masih saja ditemukan beberapa praktik penyuapan korporat tingkat tinggi. Beberapa contoh skandal yang memalukan itu, misalnya Xerox di India, IBM di Argentina, dan Siemens di Singapura.

Transparency International’s Bribe Payers Index menunjukkan bahwa perusahaan dari beberapa negara pengekspor terkemuka di dunia, di antaranya adalah negara yang paling mungkin membayar suap di luar negeri untuk mendapatkan keuntungan yang tidak adil atas pesaing mereka (Transparency International, 2002). Sebagai akibatnya, di era globalisasi, tata kelola perusahaan yang buruk dapat memfasilitasi ekspor praktik penyuapan lintas batas. Hal ini dapat merusak efektivitas kampanye global terkait anti korupsi.

 

Catatan :
OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) adalah organisasi ekonomi antar pemerintah dengan anggota negara berpenghasilan tinggi). OECD didirikan pada 1961 untuk merangsang kemajuan ekonomi dan perdagangan dunia. Saat ini bernggotakan 36 negara. Pada 2017, negara-anggota anggota OECD secara kolektif jika PDB nya digabungkan berkontribusi sebesar 62,2% dari PDB global (US $ 49,6 triliun).

Sumber :
Diolah dari beberapa jurnal ilmiah.

 

Corporate Governance & Corruption in Procurement (1)

Setiap perusahaan didirikan dengan harapan setidaknya untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang digeluti. Pendiri atau pemilik perusahaan berkeinginan perusahaannya bisa tumbuh berkesinambungan dalam waktu yang cukup lama. Malah ada yang berharap menjadi satu konglomerasi usaha suatu saat nanti. Manajemen perusahaan melakukan 2 hal utama untuk mewujudkannya. Pertama, menaikkan revenue atau penjualan. Kedua, menurunkan biaya. Salah satu upaya penting penurunan biaya adalah dengan pengelolaan pengadaan (procurement management).

Proses pengadaan adalah salah satu proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Ketika procurement gagal memperoleh barang dan/atau jasa dengan harga yang tepat, waktu yang sesuai, mutu yang pas, maka dapat dipastikan perusahaan gagal bertahan. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa fungsi ini sangat krusial. Perannya sangat besar menentukan untung rugi, maju mundur dan jatuh bangunnya sebuah perusahaan.

Pada business dictionary, Procurement didefinisikan:

The act of obtaining or buying goods and services. The process includes preparation and processing of a demand as well as the end receipt and approval of payment. The process of procurement is often part of a company’s strategy because the ability to purchase certain materials will determine if operations will continue.

Banyak catatan manis, perusahaan melakukan penghematan dari pengelolaan pengadaan yang lebih baik, meski pendapatan tidak mengalami kenaikan.

Namun, fungsi ini kerap menjadi sorotan. Proses audit tidak jarang melakukan pemeriksaan dan bahkan menemukan kecurangan dalam proses pengadaan (procurement fraud).

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto mengatakan bahwa kasus korupsi pengadaan barang/jasa pemerintah menduduki posisi kedua dalam kasus yang ditangani KPK. Untuk itu dibutuhkan upaya pencegahan sebagaimana telah diamanatkan dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi (Kompas, 2019).

Persaingan juga yang menjadi salah satu sebab adanya korupsi. Pelaku tidak siap bersaing secara sehat. Buyer/bagian pengadaan seharusnya memberikan pekerjaan kepada penawar yang sesuai mekanisme persaingan. Dalam prakteknya, ada yang berubah karena adanya suap dari penawar lain (Celentani and Ganuza, 2001).

Sumber:
Hasil studi literatur dari beberapa jurnal ilmiah.

CEO Pahlawan

 

CEO Pahlawan
Oleh : Dahlan Iskan*)

Gajah dirubung semut. Yang terjungkal perusahaan besar. Yang demo anak-anak muda. Yang didemo polisi/pemerintah. Korban yang jatuh: CEO Cathay Pacific.

Namanya Rupert Hogg. Orang Inggris. Alumnus Oxford. Ia mengundurkan diri Jumat lalu. Bersama wakil CEO-nya. Sebagai tanggung jawab yang harus mereka ambil, untuk menyelamatkan masa depan perusahaan. Rupert Hogg pahlawan untuk Cathay empat tahun lalu. Dialah yang berhasil membawa Cathay keluar dari kesulitan keuangan.

Belakangan ini Cathay menghadapi kesulitan lagi. Sejak demo marak di Hongkong. Termasuk berhasil memblokade salah satu bandara tersibuk di dunia itu.

Tiongkok telah membatasi gerak Cathay. Ada prosedur baru yang harus dipenuhi. Cathay tidak boleh terbang ke kota-kota di Tiongkok. Sebelum menyerahkan data siapa awak pesawat yang menerbangkannya. Pun data itu harus disetujui dulu oleh otoritas penerbangan Tiongkok. Itu, menurut Tiongkok, demi keselamatan penumpang.

Penyebabnya: awak Cathay dianggap pernah membocorkan identitas penumpang kepada aktivis. Lalu Cathay dianggap tidak membantu pemerintah Hongkong. Dalam menghadapi gelombang demo yang berlarut, yang kemarin sudah melebihi 70 hari.  Bocoran identitas penumpang itulah yang menyebabkan demo menyasar bandara. Selama lima hari nonstop. Membuat sekitar 1.500 penerbangan internasional dibatalkan.

Cathay sudah memberhentikan dua pilotnya. Juga beberapa crew-nya. Tapi belum melunakkan sikap Tiongkok. Ada indikasi Cathay mencoba-coba menantang: minggu lalu sebuah pesawat minta izin melintasi udara Tiongkok. Pesawat itu terbang dari Amerika. Tujuannya: Hongkong. Tidak mungkin tidak melintasi udara Tiongkok.

Tiongkok menolak.

Cathay pun berusaha menawar. Cathay beralasan pesawat itu kosong. Tidak berpenumpang sama sekali. Tiongkok tetap menolak. Tetap harus ada laporan identitas awak pesawatnya. Itu pun harus menunggu persetujuan. Akhirnya pesawat itu mendarat di Jepang.

Ini menjadi perkara serius. Untuk kelangsungan sebuah perusahaan besar.

Cathay pun mendadak berubah arah. Dua hari kemudian petinggi Cathay ke Beijing. Bukan sekedar petinggi. Ia chairman Swire Group. Holding company Cathay Pacific. Pemegang saham terbesar Cathay. Putra CEO Cathay Pacific pada 1950-an. Namanya: Merlin Bingham Swire. Umur 45 tahun. Alumni Oxford.

Di Beijing Merlin menemui otoritas penerbangan Tiongkok. Tidak ada bocoran yang merembes. Tapi Merlin menyatakan bahwa Cathay akan memenuhi seluruh peraturan yang berlaku. Sejak itu Cathay secara resmi mengeluarkan pernyataan tunduk pada prinsip ‘one country two system’.

Dua hari kemudian sang CEO, Rupert Hogg, mengundurkan diri. Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Cathay adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Asia. Dengan reputasi yang amat tinggi.

Cathay memang masih jadi mimpi masa lalu, masa kolonial. Perusahaan ini memang perusahaan Inggris. Cathay didirikan pada 1946, saat Inggris masih berkuasa di Hongkong. Pemegang saham mayoritasnya pun orang Inggris. CEO-nya orang Inggris. Baru beberapa tahun terakhir Air China punya saham 29 persen di Cathay. Sebagai share swap saat Dragon diambil alih Cathay.

Cathay (国泰) adalah nama lain dari China (中国). Ditambah kata Pacific di belakangnya.

Untuk jurusan kota-kota di Tiongkok, Cathay menggunakan anak perusahaannya itu: Dragon Air. Yang saya baru tahu minggu lalu: sudah menjadi Cathay Dragon.

Penumpang dari Surabaya atau Jakarta misalnya. Yang akan ke Beijing. Naik Cathay. Mereka harus ke Hongkong dulu. Dengan Cathay. Lalu sambung ke Beijing dengan Dragon.

Masih ada anaknya yang lain. Untuk bersaing dengan maskapai low cost. Namanya Hongkong Express.

Di dalam gelombang demo sekarang ini Cathay kelihatannya kembali ke prinsip bisnis. Harus menyelamatkan rute-rute Tiongkoknya. Penghasilan dari rute itu terlalu penting: 25 persen dari seluruh jalur dunianya.

Di saat politik dan bisnis berkelahi, politiklah yang menang. Tidak boleh ada yang lupa itu. Sekelas Cathay sekali pun.

Saya pernah lupa.

Cathay juga dijepit dari arah lain: Bandara Shenzhen kini sedang diperbesar. Akan menjadi sebesar Hongkong. Padahal jaraknya, dari Hongkong, hanya selemparan batu,  kalau yang melempar Hulk. Di sebelah Shenzhen masih ada Bandara Guangzhou. Yang kini sudah sebesar Hongkong. Pun kalau belum cukup. Masih ada Bandara Zhuhai. Yang jaraknya hanya satu hisapan rokok dari Hongkong. Apalagi jembatan 55 km itu sudah jadi. Yang terpanjang di dunia. Untuk kategori di atas laut. Sudah diresmikan tahun lalu: hanya satu jam naik mobil dari Hongkong.

Cathay sudah mengangkat CEO yang baru: Augustus Tang Kin. Umur 60 tahun. Dari dalam. CEO anak perusahaan. Harga sahamnya sudah naik 2 persen Jumat lalu. Tapi masih jauh dari prestasinya sebelum Juni. Demo pun masih berlangsung Sabtu-Minggu lalu. Demo Sabtu sudah lebih kecil –mungkin karena bersamaan dengan hari raya Rebutan. Mungkin juga orang tertegun: demo telah membuat CEO Cathay meletakkan jabatan.

Perkembangan selanjutnya masih harus dilihat beberapa hari ke depan.

Atau, akan muncul istilah baru di Hongkong: ‘jangan sampai di-Cathay-kan’.

*) Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN Republik Indonesia

Merdeka dan Bahagia

MERDEKA DAN BAHAGIA

By Satria Hadi Lubis *)

Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi :

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

(Bung Karno)

Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.

Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yang salah kaprah.

Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yg mengartikan kemerdekaan dalam arti yang salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Padahal, arti kemerdekaan yg sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.

Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yg dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yg mengartikan kemerdekaan dalam arti yg lebih tepat.

Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yg salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yg benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yg mulia.

Manusia yg mencari ridho Allah adalah manusia yg paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.

Salah kaprah jika ada orang yg mengatakan bahwa mereka yg menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang yg paling merdeka. Justru yg paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

(Qs. 45 ayat 23).

Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. “Tuhannya” berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yg banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi “tuhan” yang harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.

Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah).

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang”

(Qs. 13 ayat 28).

Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah SWT. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.

Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yg berhasil lulus “ujian”. Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dengan misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.

“Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku”

(Qs. 89 ayat 27-30).

Akhirnya, Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terus maju dan jaya!

 

*) Satria Hadi Lubis atau biasa dikenal dengan SHL adalah salah satu dosen di PKN STAN, Tangerang Selatan. Penulis buku best seller.