Ah… Ternyata

Ah… Ternyata

AH…TERNYATA…

Oleh : Satria Hadi Lubis *)

 

Dulu dikira yang keren itu kalau bisa melafazkan Hermes, Chanel atau Louis Vuitton dengan benar…tapi ternyata apalah artinya saat gak bisa bedain lafadz huruf hijaiyah “da” dan “dza”, “ta” dan “tsa”, juga “sya”, “sho”… apalagi sampai usia segini belum bisa baca Qur’an dengan tartil…

Dulu dikira yang keren itu kalau bisa naik pesawat melancong keluar negeri lalu foto-foto di berbagai negara….tapi ternyata apalah artinya kalau tidak pernah mengunjungi Baitullah sedang usia terus habis tak bisa dikembalikan…

Dulu dikira yang keren itu kalau anak masih kecil bisa bahasa Inggris dengan fasih… sehari-hari tinggal di Indonesia tapi ngomongnya pakai bahasa Inggris campuran…. tapi ternyata apalah artinya saat ditanya rukun iman, rukun Islam gak bisa menyebutkan dengan benar…gak tau doa sehari-hari, seolah anak gak pernah hidup untuk ibadah…

Dulu dikira yang keren itu kalau suami istri berkarir bersama…sukses dengan penampilan wah… tapi ternyata apalah artinya jika gak bisa menjadi partner untuk akhirat..tidak saling tolong dan menasihati dalam agama… lebih mentingin penampilan dibanding hakikat suami istri yang sesungguhnya…

Dulu dikira yang keren itu kalau rumah bagus.. ala-ala rancangan arsitek terkini ..tapi ternyata apalah artinya jika yang paling dibenci Allah itu adalah kemubaziran…. rumah luas dan mewah padahal tidak fungsional dan jarang dipakai …apalagi jika di dalamnya tidak dijadikan tempat ibadah dan jarang dibacakan ayat-ayat Allah…lagi pula rumah tidak akan pernah dibawa mati…..

Dulu dikira yang keren itu jika punya mobil mewah…Lamborghini, Ferrari, Alphard atau punya koleksi puluhan jam mewah…terus dipamerin di youtube….katanya untuk motivasi …padahal selubung untuk pamer saja….padahal Rasulullah saja malu jika di rumahnya ada uang berlebih lalu buru-buru beliau menginfakkannya….

Dulu dikira yang keren itu kalo weekend jalan-jalan dengan keluarga ke mall atau tempat rekreasi lainnya… tampak harmonis…dan sebar foto kemana-mana …tapi akankah berkumpul kelak di akherat jika suami isteri selalu mengajak anak-anaknya pada kesenangan dan lupa hakekat hidup yang sebenarnya…orang tua bahkan tak tahu jika selama ini anaknya belum bisa berwudhu dengan benar…

Dulu dikira yang keren itu jika sekolahnya tinggi…dengan gelar segambreng…tapi ternyata apalah artinya jika tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah…malah gelar segambreng itu digunakan untuk memanipulasi orang lain dan korupsi…

Dulu yang dikira keren itu kalau jadi pejabat….jadi manajer sebuah perusahaan top…rela mengeluarkan uang milyaran untuk ikut pilkada…tapi ternyata apalah artinya jika jabatan itu digunakan untuk petantang petenteng sambil menzalimi rakyat kecil….padahal Umar bin Khatab ra menangis ketika diangkat menjadi khalifah….seakan dunia mengubur akhiratnya…sampai beliau sulit tidur karena takut rakyatnya ada yang kelaparan…

Dulu dikira yang keren itu… ah banyak lagi…
Namun semua ternyata gak ada artinya jika tidak sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Apalagi jika jelas-jelas bertentangan…

Ah ternyata ……
Dunia ini menipu..
Dunia ini senda gurau belaka..

“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Sedang negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (Qs. 6 ayat 32).

Renungkanlah….apa yang telah engkau langgar selama ini…wahai diri…
Dan segeralah menyerah kepada Rabbmu…
Sebelum kau tertipu lebih banyak lagi…

“Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu”

(QS Al An’am :31).

 

*) Satria Hadi Lubis, MM., MBA. adalah alumni Politeknik Keuangan Negara STAN. Beliau juga masih aktif tercatat sebagai salah satu Dosen di PKN STAN. Salah satu kesibukan lainnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Manajemen LP2U, lembaga yang menitikberatkan pada pengembangan human capital. Beliau juga salah satu penulis produktif buku-buku best seller.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

four × two =