Biaya Kuncinya !

cost 1

Pada 4 hingga 6 bulan awal tahun ini, bermunculan laporan keuangan perusahaan. Utamanya perusahaan terbuka. Perseroan yang mencatatkan diri pada lantai bursa. Benar. Mereka wajib memberikan laporan kepada publik, para pemegang saham. Salah satu upaya keterbukaan informasi.

Jika dicermati, ada beberapa kondisi yang terjadi. Acapkali laporan dibandingkan capaian tahun lalu. Terlihat, ada perusahaan mengalami penurunan pendapatan, sehingga laba bersih pun ikut anjlok. Perusahaan mengalami kenaikan pendapatan, profit pun moncer. Itu masih termasuk kondisi wajar. Logis.

Tapi tidak sedikit, perusahaan yang revenue-nya menurun, namun profitnya masih tajir. Ini yang menarik untuk dikaji lebih dalam.

Bagaimana potret seperti itu bisa terjadi ? Salah satu kuncinya adalah manajemen perusahaan tersebut menelisik lagi biaya yang timbul. Mereka melakukan efisiensi biaya.

Sebagai contoh yang dikutip dari www.dunia-energi.com :

Meski pendapatan turun, Elnusa berhasil menekan beban pokok hingga turun 7,8%, sehingga mendorong laba kotor naik 35,9% menjadi Rp214 miliar. Kondisi itu juga memperbaiki rasio persentase beban pokok pendapatan terhadap pendapatan dari 83,0% tahun sebelumnya menjadi 76,7%.

Peningkatan kinerja ini didorong oleh efek dari efisiensi struktur biaya sebagai upaya kami yang cepat merespon situasi industri.

Gonjang-ganjing harga minyak mentah sangat memukul perusahaan minyak, lokal maupun dunia. Imbasnya adalah perusahaan jasa yang mendukung mereka. Tidak sedikit yang terseok-seok. Adapula yang mulai ‘tutup warung’. Elnusa adalah salah satu perusahaan jasa energi. Penghasilan utamanya masih dari jasa perawatan sumur minyak dan gas. Tak luput mengalami hal yang tak jauh berbeda, penurunan penghasilan. Uniknya, ia tak mengalami anjloknya laba.

Kondisi setali tiga uang. Harga sawit global juga cenderung menurun. Dampaknya jelas, penurunan pendapatanperusahaan , bukan ?

Serupa dengan berita tersebut, www.sawitindonesia.com juga memberitakan :

Untuk menghadapi penurunan produksi dan masih lesunya harga sawit global. Menurut Rimbun, perusahaan menerapkan Best Management Practices di seluruh kegiatan perkebunan.Saat ini, divisi riset perusahaan berupaya meningkatkan kualitas TBS terutama rendemen minyak.Rata-rata rendemen yang dihasilkan 24,2 persen.

“Kemudian, biaya produksi sangat efisien dibandingkan perusahaan sawit lain. Biaya produksi masih di angka US$ 200 per ton, ” ujar Harry Nadir, Direktur PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

Tentunya masih banyak cerita tentang bagaimana cost mengambil peran significant dalam menghadapi persaingan. Mereka selamat. Perusahaan bertahan bahkan berkembang lebih jauh.

Setahun belakangan ini, memang dunia bisnis terasa sarat tantangan. Bisa bertahan saja sudah Alhamdulillaah. Saya saja yang sebagian besar energinya menjadi karyawan, sangat merasakannya. Apalagi sahabat yang punya usaha sendiri. Betapa berat beban di pundak untuk melangkah.

Apakah sahabat mengalaminya ? Atau perusahaan tempat berkarya sahabat, juga idem ditto mengalami hal yang tak jauh beda ?

Tentunya upaya terobosan harus dilakukan. Tidak boleh tinggal diam agar tidak tergilas. Peningkatan laba, tidak hanya dengan mendongkrak penjualan. Promosi besar-besaran. Tapi, yang perlu ‘diaduk-aduk’ juga adalah biaya itu sendiri.

Biaya kuncinya !

Misalkan, biaya yang menyusun struktur harga pokok penjualan (HPP) atau acapkali disebut ‘cost of goods sold’. Di dalamnya ada biaya bahan baku. Mata biaya yang satu ini terkait dengan pengadaan. Terhubung dengan pemasok yang menjadi approved vendor selama ini.

Tentunya, membuka komunikasi dengan mengemukakan permasalahan yang dihadapi tidak ada salahnya. Sebagai contoh, permintaan discount khusus, pencarian alternatif material pengganti yang setara, keputusan pengurangan persediaan dengan frekuensi pengiriman yang diatur kembali, pembayaran tunda diperpanjang, dan masih banyak lagi.

Lho ? Apakah vendor bersedia ? Tentunya dengan bekal hubungan yang saling menguntungkan selama ini, upaya itu bukan tidak mungkin dilakukan.

Tertarik ?

Mari mengikuti diskusi dan bahasan selanjutnya.

Bagaimana mencermati biaya, how to be a cost killer.

Salam hangat,

This is AriWay

www.ariwijaya.com

Jika sahabat memperoleh manfaat dari buah pena ini, silakan dibagikan kepada relasi, kolega lain.
Silakan juga bergabung pada Facebook Group “Forum Terobosan dalam Proses Bisnis” dengan klik link ini : 
https://www.facebook.com/groups/1142862102437435/?fref=ts
Bisa juga menikmati pada Facebook Fanpage “Cost Killer Trainer” dengan klik link ini :
https://www.facebook.com/AriWijayaDj/?fref=ts
Follow twitter @AriWijayaDj

2 thoughts on “Biaya Kuncinya !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *