Bicara itu Pintu Berbagai Peluang

Setelah direncanakan cukup lama, akhirnya saya bisa melangsungkan training singkat yang berkerangka utama materi WannaBeTrainer (WBT, trade mark-nya Akademi Trainer). Bedanya, durasi pelatihan dipersingkat hanya menjadi 1 hari. Dipadatkan hanya menjadi 30% dari total konten. Ini disebabkan situasi dan kondisi internal. Beberapa latihan juga dilakukan tidak sebanyak aslinya. Namun, insya Allah delivery dan kualitas layanan tetap 100%. Layanan memfasilitasi yang sepenuh hati.

Ide ini didasari keinginan saya dan beberapa teman untuk membuat orang lain bisa tumbuh. Sekaligus mengangkat potensi teman-teman dalam melakukan presentasi, bicara di depan umum, dan juga ngemsi (baca : MC, master of ceremony). Peningkatan kemampuan ‘bicara’ yang tentunya membuka berbagai peluang baru. Sejalan dengan program perusahaan, baik divisi manusia bersumber daya maupun Elnusa Petroleum School. Kedua pimpinan divisi yang kebetulan perempuan tersebut mendukung sepenuh hati.

Provokasi saya kepada trainee adalah tentang penghasilan karyawan yang telah ditentukan (ditakar) sesuai tanggung jawab dan wewenangnya. Jika ingin mendapatkan yang lebih besar secara halal dan baik, maka ia harus naik pangkat. Dengan kata lain, ia mendapatkan promosi, baru ada kenaikan yang nendang. Bisa juga sih, berharap kenaikan tahunan, kenaikan berkala. Tapi tentunya itu sesuai dengan inflasi dan prestasi. Tak jarang, merit increase tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Bagaimana mendapatkan promosi jabatan, naik golongan ? Kita harus tambil beda. Punya prestasi moncer. Ide yang membawa dampak kenaikan prestasi perusahaan, misalnya. Tapi apa jadinya jika gagasan hebat itu tak pernah diketahui orang lain ? Ide itu tak pernah sampai ke atasan kita ? Dan itu semua berpangkal pada ketidakberanian kita berbicara. Tentunya ia tidak bisa mempengaruhi dan meyakinkan orang lain, hanya karena segan atau bahkan tidak berani ngomong. Sayang sekali bukan ? Tapi ini bukan sembarang bicara, lho. Berani bicara yang sistematis dan berpengaruh.

Saya pun menambahkan quote seorang guru besar Princeton University, Gregory Bens.

“Seseorang boleh saja mempunyai gagasan yang paling hebat di dunia, tapi jika orang itu tidak dapat menyampaikan kepada orang lain, maka gagasan itu tiada artinya”.

Tapi apakah ada jaminan ketika kita jago bicara, bisa dipromosikan? Tentu tidak ada jaminan. Kehidupan ini mengajarkan kita seleksi alam. Jika banyak yang hebat, namun posisi yang ada cuma satu, maka yang terhebat yang akan mendapatkannya. Layaknya kesatuan militer, kesempatan jadi jenderal, terbuka bagi siapa saja. Terbuka bagi siapa saja yang berprestasi dan juga tentunya berani bicara. Berani menyampaikan gagasan dan terobosan. Tapi, sejarah membuktikan, lulus akademi di tahun yang sama, tapi selalu hanya ada 1 jenderal.

Lha, terus apa gunanya ? Toh, bukan jaminan ? Setidaknya, kita telah menyiapkan diri. Kita menggembleng diri dalam kancah persaingan. Ibarat mau menonton pertandingan bigmatch di Gelora Bung Karno, tiket sudah digenggaman. Kita siap masuk, siap berkontribusi mendukung team. Dari pada kita tahu ada hajatan besar dan ingin masuk, tapi tidak punya tiket. Kita pun rela mengantri. Setelah mengular mengikuti antrian, pas di depan loket, tertulis dengan spidol dan kertas ala kadarnya :

“Tiket Habis!”

Ngaplo, tho ? (baca : sangat menyesal). Nyesek ! Padahal, pertandingan akbar itu bisa jadi cuma sekali setahun atau bahkan seperti Asian Games, sekali dalam 4 tahun.

Lebih baik melakukan persiapan hingga kemampuan di tangan, daripada baru siap-siap ketika dibutuhkan. Betul apa benar ?

Ayo sederek sedulur, rekan sejawat, kita asah keberanian kita berbicara. Berbicara yang sistemtis dan berpengaruh. Kemampuan bicara seperti itu mengubah diri sendiri dan memberikan energi. Belum lagi peluang lainnya. Insya Allah terbuka lebar. Apalagi ketika bicara kita bisa mengubah orang lain menjadi lebih baik. Setidaknya, kita berkontribusi terhadap kemajuan kelompok, perusahaan, masyarakat, bahkan bukan tidak mungkin, negeri yang kita cintai ini.

Semoga sedikit aksi ini menjadi amal jariyah kita.

Jika rekan sejawat, sedulur, ingin mendapatkan pelatihan yang lebih dahsyat silakan kunjungi : www.akademitrainer.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *