Bosan Jadi Pion ?

“Novendra diprediksi 3 tahun lagi dapat meraih gelar Grand Master (GM)”, begitu bunyi head line sebuah media online.

Ya, GM adalah salah satu istilah gelar pada olahraga catur. Cabang olah raga yang tidak sepopuler sepakbola di negeri ini. Gelar GM menjadi dambaan pecatur. Itu masih langka. Beberapa nama telah mengharumkan nama Indonesia. Tercatat seperti Utut Adianto, Susanto Megaranto, Irene Kharisma, Medina Aulia. Dua nama terakhir adalah GM perempuan yang dimiliki Indoensia.

Permainan Catur berisi bidak hitam dan putih yang digerakkan dan memakan lawan. Ada Raja, Ratu, Menteri, Kuda, Benteng dan Pion alias Prajurit.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya menyoroti bidak yang satu ini. Pion alias prajurit. Coba lihat dengan seksama. Satu giliran demi giliran. Ia selalu berjalan maju. Meski hanya satu-satu langkahnya. Tak pernah mundur. Tak jarang, karena kepentingan strategi, ia dikorbankan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Umpan.

Perhatikan dalam beberapa kejadian. Dalam situasi tertentu ia bisa menjadi penyelamat dan kunci kemenangan. Kapan ? Ketika ia berhasil maju hingga batas akhir. Ia bisa berganti peran menjadi Benteng, Kuda, Menteri atau Ratu sekali pun. Hampir dipastikan semangat bertambah. Aura kemenangan nampak lebih terlihat cerah.

Sahabat, tahun berganti bisa jadi posisi kita masih sama. Memang sebagian orang berkata itu kondisi merugi. Betul, jika dilihat dari sisi tidak memanfaatkan kelebihan dan kesempatan. Tapi jika posisi memang harus bertahan. Kesempatan belum ada. Kondisi perusahaan tidak beranjak baik. So, posisi sama pun patut kita syukuri. Bisa jadi pion lagi, prajurit lagi, posisinya.

Bosan jadi pion ? Ehm.. tahan. Tak perlu berkecil hati. Saran saya, jangan dipelihara, sahabat. Singkirkan  pikiran semacam itu. Setidaknya kita tetap punya semangat maju. Meski tidak secepat lainnya. Semangat bidak pion tadi patut kita ambil hikmahnya. Ia tetap maju. Paling parah, berhenti. Tapi, prajurit itu tak pernah membuat langkah mundur. Itu yang terpenting.

Bagaimana menyikapinya ? Kita tambah pengetahuan. Tambah kemampuan. Nampak seperti berhenti, bukan. Sejatinya, kita bergerak. Yah, otak dan pikiran kita terus diperkaya. Berbagai cara maju kita lakukan. Plus tiada henti bermunajat, menghamba kepada Sang Maha Pencipta.

Pion pun bisa menjadi penyelamat. Pemberi percikan semangat kemenangan. Pada saat yang tepat sang prajurit bisa punya peranan hebat.

Lha kalau pion saja punya semangat bak pendekar pilih tanding, apalagi yang lainnya, bukan ?

Yuk terus berbenah. Maju meski hanya selangkah. Terus berikhtiar dan berdoa. Insya Allah kemenangan berpihak kepada kita yang terus berusaha.

“Dan orang-orang yang berusaha untuk (mencari keridlaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”

(QS Al-‘Ankabuut : 69)

Selamat menjalankan amanah di tahun 2017 ini. Apa pun itu, mari kita niatkan sebagai salah satu amal sholeh terbaik kita.

2 Replies to “Bosan Jadi Pion ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *