Corporate Governance & Corruption in Procurement (1)
Hampir tidak ada negara yang tidak tersentuh korupsi, namun upaya mengekang korupsi harus dilakukan. Upaya tradisional dengan melakukan tahapan proses pengadaan yang normal, termasuk di dalamnya menambah jumlah pemasok potensial. Upaya yang tidak kalah pentingnya adalah perlu juga ditambahkan upaya: penggunaan teknologi informasi dan memperbesar peran pemimpin melakukan perubahan.

Corporate Governance & Corruption in Procurement (1)

Setiap perusahaan didirikan dengan harapan setidaknya untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang digeluti. Pendiri atau pemilik perusahaan berkeinginan perusahaannya bisa tumbuh berkesinambungan dalam waktu yang cukup lama. Malah ada yang berharap menjadi satu konglomerasi usaha suatu saat nanti. Manajemen perusahaan melakukan 2 hal utama untuk mewujudkannya. Pertama, menaikkan revenue atau penjualan. Kedua, menurunkan biaya. Salah satu upaya penting penurunan biaya adalah dengan pengelolaan pengadaan (procurement management).

Proses pengadaan adalah salah satu proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Ketika procurement gagal memperoleh barang dan/atau jasa dengan harga yang tepat, waktu yang sesuai, mutu yang pas, maka dapat dipastikan perusahaan gagal bertahan. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa fungsi ini sangat krusial. Perannya sangat besar menentukan untung rugi, maju mundur dan jatuh bangunnya sebuah perusahaan.

Pada business dictionary, Procurement didefinisikan:

The act of obtaining or buying goods and services. The process includes preparation and processing of a demand as well as the end receipt and approval of payment. The process of procurement is often part of a company’s strategy because the ability to purchase certain materials will determine if operations will continue.

Banyak catatan manis, perusahaan melakukan penghematan dari pengelolaan pengadaan yang lebih baik, meski pendapatan tidak mengalami kenaikan.

Namun, fungsi ini kerap menjadi sorotan. Proses audit tidak jarang melakukan pemeriksaan dan bahkan menemukan kecurangan dalam proses pengadaan (procurement fraud).

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto mengatakan bahwa kasus korupsi pengadaan barang/jasa pemerintah menduduki posisi kedua dalam kasus yang ditangani KPK. Untuk itu dibutuhkan upaya pencegahan sebagaimana telah diamanatkan dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi (Kompas, 2019).

Persaingan juga yang menjadi salah satu sebab adanya korupsi. Pelaku tidak siap bersaing secara sehat. Buyer/bagian pengadaan seharusnya memberikan pekerjaan kepada penawar yang sesuai mekanisme persaingan. Dalam prakteknya, ada yang berubah karena adanya suap dari penawar lain (Celentani and Ganuza, 2001).

Sumber:
Hasil studi literatur dari beberapa jurnal ilmiah.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

7 − 3 =