Creating Effective Breakthrough will Change Your Life

Beberapa perusahaan dan juga industri tertentu, saat ini mengalami masa sulit. Banyak pemicunya, salah satunya karena harga minyak mentah yang terus turun drastis. Bahkan harga crude oil sudah jauh lebih murah dari harga kecap dan juga air minum dalam kemasan. Parahnya, kelesuan itu diikuti oleh industri penunjangnya. Efek domino.

Ketika masa seperti ini tiba, maka seakan kita menemui jalan buntu. Namun, sebenarnya masih ada jalan lain atau bahkan kita patut membuat jalan yang baru. Secara tidak langsung, perlu disampaikan pesan bahwa sebenarnya tidak ada jalan buntu. Tiada aksi, tiada perubahan sama saja menyerah. Perusahaan bisa merugi, tidak tumbuh dan bahkan mati alias tutup. Bukan tidak mungkin gelombang PHK datang menghampiri. Bisa membuat frustrasi. Bahkan keluarga berantakan. Naudzubillaahi min dzalik. Saya yakin, tidak ada yang berharap terkena dampak seperti itu.

Kita tentunya harus bergerak. Berkreasi menciptakan terobosan pada proses bisnis. Business process breakthrough bisa hanya mengubah salah satu proses, namun bahkan bisa juga mengubah strategi perusahaan. Saya mengemukakan ada 8 langkah melakukan business process breakthrough.

  1. Petakan proses bisnis saat ini.
  2. Pilih proses bisnis yang akan diubah
  3. Identifikasi pengail perubahan (enablers)
  4. Temukan ide
  5. Rumuskan proses bisnis yang baru
  6. Uji proses bisnis yang baru
  7. Evaluasi proses bisnis
  8. Implementasi

Dalam kesempatan ini, saya akan membahas langkah 4, temukan ide. Saya share dan mengetengahkan 3 cara menemukan ide : brainstorming, benchmarking dan meminta masukan pelanggan.

Brainstorming atau curah pendapat adalah teknik mengumpulkan ide atau gagasan secara spontan dari anggota tim. Setiap anggota mempunyai kesempatan yang sama. Pendapatnya pun tidak perlu didebat. Misalnya setiap orang diberikan kesempatan mengemukakan pendapat 2 kali dalam 2 sesi curah pendapat dalam satu waktu. Seluruh ide dikumpulkan oleh team leader.

Benchmarking adalah program atau pekerjaan yang melakukan perbandingan dengan perusahaan atau industri sejenis. Bahkan saat ini juga dilakukan dilakukan pada industri yang berbeda, namun dilihat pada fungsi yang sama. Sehingga diperoleh suatu hikmah (insight) atau kondisi yang lebih baik yang dapat diadopsi untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Customer input adalah aksi yang lebih banyak mendengarkan keinginan pelanggan. Baik dari sisi produk maupun layanannya. Memang tidak semua harus dipenuhi. Hal jauh lebih penting adalah menggunakan masukan itu sebagai lompatan inovasi.

Secara garis besar dalam langkah menemukan ide, kita harus resourceful. Banyak ide. Ibarat lampu, “kagak ade matinye”, begitu kata sahabat saya yang asli Condet. Kita harus berani mencoba. Kenapa demikian ? Coba bertanya pada orang tua kita. Atau mengamati bayi yang sedang belajar berjalan. Ternyata saat belajar berjalan, kita tidak belajar dari suatu teori tertentu. Tapi kita mencoba, jatuh, berdiri lagi, meraih sesuatu. Acapkali jatuh lagi, hingga kita tertatih dan mulai melangkahkan kaki selangkah ke depan. Proses itulah yang membuat kita bisa berjalan. Begitulah Allah SWT mengirimkan pesan agar Kita senantiasa melakukan aksi dan aksi, bahkan ketika kita tidak punya pengalaman sekali pun. Ukurannya adalah kemauan. Kemauan yang gigih dan tak kenal menyerah. Kemauan yang bisa mengubah perjalanan hidup anda.

Hal itu yang menginspirasi quotes Richard Branson, founder of Virgin Group yang mengatakan :

“You don’t learn to walk by following rules, you learn by doing and by falling over”

learning-to-walk

Jika ingin mengetahui lebih dalam program program tersebut, silakan menghubungi :
Ari Wijaya | This is ariWAY | Business Process Breakthrough Trainer
WA : 0811 1661 766
email : ariwijaya@gmail.com
Twitter : @AriWijayaDj
FB : Ari WijayaDj
atau silakan mengunjungi website : www.ariwijaya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *