Kecil tapi Berdampak

“If you think you’re too small to have an impact, try going to bed with a mosquito”.

Quotes tersebut dicetuskan oleh Anita Roddick, 1942 – 2007, Founder of The Body Shop

Ia dilahirkan dengan nama lengkap Dame Anita Lucia Roddick. Pendiri perusahaan kosmetik dari bahan alami dan ramah lingkungan, The Body Shop.

Roddick mulanya membuka toko Body Shop di Brighton pada tahun 1976 untuk menambah penghasilan bagi dirinya dan dua orang putrinya, Sam and Justine, ketika suaminya sedang berada di Amerika. Kesuksesan toko pertamanya diikutinya 6 bulan kemudian dengan membuka toko kedua. Dengan bantuan suaminya, sekembalinya ke Inggris, usaha Body Shop melejit. Sejumlah 700 cabang Body Shop berhasil didirikan hingga tahun 1991. Prestasi ini membuat Roddick berhak menerima World Vision Award for Development Initiative Award pada tahun 1991.

Pada tahun 2004, Body Shop sudah berkembang menjadi 1980 gerai di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, perusahaan kosmetik L’Oréal (Perancis) membeli Body Shop dengan harga £ 652 juta atau setara Rp. 12T.

Bagaimana dengan Indonesia ? Chairwoman The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, memaparkan bahwa ia pun saat ini fokus sebagai environment activist. Nampaknya Bu Suzy mengikuti jejak foundernya. Ia menetap di Bali. Posisi CEO ia percayakan pada professional muda (catatan : saya cek di media, CEO The Body Shop Indonesia sejak 2015 adalah Aryo Widiwardhono, seorang professional lokal yang mendunia). Saya bersyukur bisa hadir dan menyimak paparan beliau ketika kami berkunjung untuk penjajagan kerja sama pengembangan renewable energy. Kebetulan ketika itu CEO baru ini belum sempat dikenalkannya.

Salah satu program perusahaannya adalah BBOB (Bring Back Our Bottles). Ini menurut saya adalah breakthrough. Program yang menyasar setidaknya 3 hal menurut kacamata saya. Customer loyalty, Paradigm change, dan Save the environment.

bring back bottles

Dari sisi sales dan marketing, program itu mengandung pesan bahwa dengan pengembalian botol, ia tahu pelanggan yang setia. Pelanggan yang tidak mudah pindah ke lain hati. Jika yang mengembalikan 60% dari total botol yang terjual, mencerminkan juga jumlah loyal customer. Di samping itu pertanda repeat order, tentunya ada analisis untuk program selanjutnya. Sekaligus perusahaan memberikan insentif atas kesetiaan itu. Ada upaya menjaga komunikasi, merawat hubungan simbiosis mutualisme.

Pelanggan juga dipaksa mengubah paradigma. Bagaimana tidak, botol lama alias bekas, dibawa kembali dilakukan proses pembersihan dan diisi ulang. Penggunaan botol bekas untuk kosmetik, rasanya kok janggal. Dengan kata lain di ‘refill’ tadi. Ora umum. Tapi dengan jaminan kualitas proses, produk dan layanan, serta track record Body Shop, pelanggan percaya penggunaan botol bekas tidak mempengaruhi kualitas produk yang digunakannya.

Hal yang lebih penting dan sesuai dengan visi dan misi perusahaan adalah turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan. Mengurangi sampah. Sehingga pelanggan sadar lingkungan. Bukan tidak mungkin berdampak pada kehidupan sehari-hari pelanggan. Ada perubahan perilaku penggunaan kemasan dan hal terkait lainnya. Secara tidak langsung mewarnai pola hidup pelanggan dan orang terdekatnya yang sadar akan pentingnya merawat lingkungan hidup.

Sebuah media perempuan melaporkan bahwa jumlah pengembalian botol kosong kemasan BBOB ke store The Body Shop rata-rata mencapai 60.105 botol per bulan. Itu setara sekitar 500 botol per store per bulan.

Kalimat yang singkat, “Bring Back Our Bottles”, namun membawa dampak yang besar. Pembuktian atas nasihat Anita Roddick pada awal artikel ini. Kalimat mutiara yang sejalan dengan nasihat Dalai Lama (“If you think you are too small to make a difference, try sleeping with a mosquito”).

Mari rekan sejawat, jangan pernah merasa kecil untuk terus berbuat dan berkontribusi. Mari terus bermimpi dan beraksi membuat terobosan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, bahkan kepada negeri yang kita cintai ini, Indonesia.

Jika ingin mengetahui lebih dalam program Business Process Breakthrough lainnya, silakan menghubungi :
Ari Wijaya | This is ariWAY | Business Process Breakthrough Trainer
WA : 0811 1661 766
email : ariwijaya@gmail.com
Twitter : @AriWijayaDj
FB : Ari WijayaDj
atau silakan mengunjungi website : www.ariwijaya.com

One Reply to “Kecil tapi Berdampak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *