Jadilah yang Istimewa

Jadilah yang Istimewa
By Ari Wijaya

Pernahkah lihat koleksi lukisan yang harganya mahal? Atau mengikuti berita lelang ? Pada salah satu berita on-line, ada yang harganya USD 100juta. Kalau dirupiahkan, setara dengan Rp. 1,3 Triliun  ! Kenapa bisa mahal ? Karena gambar itu punya keunikan. Istimewa. Dilukis oleh orang terkenal. Pablo Picasso membuat lukisan itu pada tahun 1905.

Beli martabak pun ada yang mahal. Ia dijual ditempat khusus. Itimewa juga. Pun biasanya juga, telornya lebih banyak.

Ada juga trainer yang profesional feenya mahal. Ia punya ciri khas. Rekam jejaknya mantap. Banyak tim yang ditanganinya menjadi kampiun.

Bagaiamana dengan ibadah ? Betul. Ada juga ibadah yang mendapat perhatian khusus. Istimewa ! Apa itu ? Salah satunya adalah menegakkan sholat di Masjidil Haram, Mekah Al Mukarromah. Pahala yang didapat berlipat. Ganjaran yang istimewa.

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya.”

(HR. Ahmad).

Pahala yang diberikan seratus ribu kali ! Kenapa coba ? Masjid ini ternyata punya kekhasan. Salah satu keistimewaan masjid ini adalah shaf-nya melingkar. Istimewa. Tidak dipunyai masjid lainnya di seluruh dunia.

Kenapa yang istimewa, unik, punya ciri khas, harganya lebih dari rata-rata ? Apresiasinya nggak umum ? Karena mereka punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Tidak bisa disamai benda lainnya. Istimewa.

Lalu bagaimana dengan kita ? Pingin bisa menjadi seperti itu, bukan ? Ketika punya keistimewaan maka kita akan dihargai mahal. Saya sering sebut sebagai pendekar pilih tanding.

Saya punya 3 kiat membangunnya. How to be one person who have that position.

Itu yang disebut : Integritas, competent, dan resourceful. Saya singkat, I Core !

Integritas singkatnya adalah jujur. Having strong moral principle. Punya saringan kuat atas apa yang diperoleh. Ini hakku atau bukan? Pertanyaan yang selalu diajukan pada diri sendiri atas sesuatu yang diberikan kepada kita. Sesuatu yang kita peroleh.

Competent itu adalah orang yang punya keahlian. Mengembangkan diri hingga menjadi rujukan. Nara sumber. Jadi jangan merasa kapok kalau sedikit-sedikit orang lain meminta pertolongan anda. Itu pertanda, anda memang bisa diandalkan.

Resourceful diartikan panjang akal atau banyak akal. Tidak gampang bilang, nggak bisa ! Tidak mungkin ! Susah carinya itu ! Kalimat-kalimat itu, tak ada dikamusnya. Tidak kenal jalan buntu. Selalu cari jalan baru. Menjadi pemecah masalah.

Kalau sudah punya ‘I core’ (bisa diartikan : saya jadi intinya), maka perlu ditambah attitude gemar melakukan kolaborasi dan berbagi. Saya sebut Coring. Singkatan dari kata collaboration and sharing).

Kolaborasi adalah bekerja sama dalam kebaikan. Saling mengisi dan menambah kemampuan. Sehingga satu ditambah satu tidak hanya menjadi dua, bahkan 1+1 bisa menjelma menjadi 3 atau 5. Kekuatan yang lebih dahsyat. Perpaduan yang memberikan energi positif lebih berdaya guna. Berpeluang memberikan perubahan dan jungkitan lebih besar.

Sharing dapat diartikan kemauan untuk berbagi. Termasuk ilmu, harta dan tenaga. Tanpa menunggu status tertentu. Tak perlu menunggu kaya, atau pintar, bergelar dan lain-lain. Karena parameter itu pun semu. Bias. Punya sedikit dibagi. Punya banyak apalagi. Tanpa menunggu kata : entar, nanti. Karena berbagi sejatinya adalah bersyukur.

Mari sahabat kita berupaya menjadi insan istimewa. Punya keunikan. Kekhasan. Karena yang istimewa itu akan bernilai mahal.

Ingat kiat I-CORE and CORING !

Makkah, 10 Januari 2017

Menjelang Waktu Ashar di Kawasan Ajyad. Tepatnya di Hotel Dar Al Eiman. Hotel yang menyediakan layanan shuttle Ajyad – Masjidil Haram, dengan menggunakan mobil listrik. Lumayan membantu bagi yang berangkat ke masjid saat injury time.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *