Rasa Cinta

Ari @MasjidilHaram

Rasa Cinta
By Ari Wijaya

Waktu muda dulu ada istilah wakuncar. Waktu kunjung pacar. Ngapel. Seperti ritual wajib di Hari Sabtu malam. Jadi ketahuan ya, saya generasi tahun berapa.

Hari Sabtu sangat ditunggu. Rasa ingin kembali. Kalau bisa Hari Sabtu berputarnya cepat. Pingin segera jumpa. Itu semua hampir dipastikan karena ada rasa cinta. Meski hanya kepada seorang manusia. Cinta kepada lawan jenis. Kalau tidak hadir atau terlewat. Rasanya dunia hambar. Sepo ! Tak bermakna. Garing. Padahal belum tentu juga jadian, ya. Gemuruh dada tak henti-hentinya. Ehm….

Bagaimana jika itu cinta kepada Rasulullaah SAW ? Nabi dan rasul yang dikirim untuk memperbaiki akhlak kita. Dan juga cinta kepada Allah. Bisa dibayangkan ? Sudah pasti harus jauh melebihi cinta saat wakuncar.

Itulah yang kami rasakan ketika tawaf wada’. Tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Subuh tadi.

Salah satu petikan doa dan dzikir kami :

“Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke Ka’bah ini dan berilah aku rezeki untuk mengulanginya berkali-kali, dalam keadaan bertaubat dan beribadat, berlayar menuju Tuhan kami sambil memuji, Allah Maha menepati janjiNYA, membantu hamba-hambaNYA, yang menghancurkan sendiri musuh-musuhNYA. Ya Allah, perilharalah aku dari kanan, kiri, depan dan belakang, dari sebelah atas dan bawah sampai Engkau mengembalikan aku kepada keluarga dan tanah airku”

Semoga rasa cinta yang mendalam membawa kami kembali ke tanah suci.

Doa serupa saya panjatkan untuk sahabat semua. Doa kesehatan, keselamatan dan kelapangan rezeki.

Kelak, suatu saat, kita bisa bersama-sama mengumandangkan :

“Labbaik allahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syarikalak”

(“Aku memenuhi panggilanMU ya Allah, aku memenuhi panggilanMU. Aku memenuhi panggilanMU tiada sekutu bagiMU aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni’mat adalah milikMU begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMU”).

Sekali lagi, semoga rasa cinta itu membawa kami kembali.

Jeddah, 11 Januari 2017

Saat menunggu boarding kembali ke tanah air. Di lounge yang sederhana di King Abdul Azis International Airport.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *