Ketaatan Itu Mahal

Ketaatan Itu Mahal
By Ari Wijaya

Dalam balapan formula 1 dikenal ada beberapa strategi. Pembalap harus ikuti arahan team managernya. Abai bisa berakibat fatal.

Perusahaan pun demikian ada arahan strategis CEO. Pun harus pula ditaati. Kalau tidak bisa jadi perusahaan tidak maju seperti yang diharapkan. Dalam lingkup yang lebih kecil, arahan dan perintah atasan harus ditaati.

Bukit Uhud adalah hikmah yang sangat besar. Perang antara pasukan Rasulullaah SAW dengan Pasukan Koalisi Kaum Quraisy. Pada awal pertempuran pasukan Nabi Muhammad SAW memukul mundur pasukan lawan yang jumlahnya 5 kali lipat. Strategi menempatkan pasukan pemanah di atas bukit sangat jitu. Itulah kuncinya. Rasulullaah SAW memerintahkan, apa pun yang terjadi pasukan pemanah tidak boleh meninggalkan posisinya. Baru boleh beranjak setelah ada perintah Nabi Muhammad SAW.

Pasukan musuh pun kocar kacir. Kemenangan nampak di depan mata. Musuh terlihat mundur, tapi perang belum usai.

Harta dan perbekalan yang dibawa musuh tertinggal di camp. Ditinggal kabur. Terlihat jelas dan banyak. Ghanimah !

Perang belum dinyatakan usai. Pasukan pemanah khilaf. Mereka ikut turun dari gunung. Meninggalkan pos. Melanggar perintah sang pemimpin, Rasulullaah SAW.

Di saat itulah, pasukan berkuda Quraisy melihat peluang. Karena pasukan di atas bukit itulah yang membuat mereka tunggang langgang. Mereka mengitari bukit. Dan menghantam balik.

Serangan balik yang dahsyat. Banyak yang gugur termasuk Paman Nabi, Hamzah RA. Tercatat 70 an orang menjadi syuhada.

Ketaatan itu mahal. Nampak sepele. Berasumsi pekerjaan sudah tuntas. Seharusnya perintah bahwa tugas selesai adalah dari sang pemberi perintah. Bukan ukuran kita sang penerima. Jika belum, maka apa pun alasannya, pekerjaan belum usai.

Semoga perang Uhud menjadi pelajaran bagi kita semua. Bagaimana menyikapi perintah. Merawat ketaatan. Ketaatan itu mahal. Abai bisa berakibat fatal.

Jabal Uhud hanya berjarak sekitar 5 Km dari Masjid Nabawi Madinah. Bukit yang menjadi saksi sejarah. Pun hikmah bagi kita semua.

Madinah, 7 Januari 2017

Selepas makan malam bersama rombongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *