Sebuah tim harus ada pemimpin. Jika tidak, tim bisa berantakan. Leader menetapkan tujuan dan mengarahkan tim dengan tepat. John F. Kennedy, Presiden ke-35 AS, atau lebih dikenal dengan JFK pernah menyatakan :
“Effort and courage are not enough without purpose and direction.”
Benar adanya, untuk mencapai kesuksesan, usaha dan keberanian saja tidak cukup. Ia harus mempunyai target, tujuan yang bakal dicapai. Pun perlu arahan yang tepat. Ini memberikan gambaran, bahwa menjalankan sesuatu perlu tim. Ada leader dan ada follower. Harus bahu membahu, bukan semuanya ingin bertindak sebagai pemimpin, punya ijtihad atau justifikasi sendiri. Anggotanya juga mau dan mampu mengikuti arahan pemimpin. Itulah tim yang efektif.
Guna mencapai tim yang efektif perlu pedoman arah alias kompas. Kompas menurut KBBI adalah pedoman arah. Jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara. North.
Tina Benson, Managing Director of Team Tactics Ia juga kontributor Chartered Management Institute, UK mengemukakan bagaimana leader membangun tim efektif yang bisa mempertahankan bisnis. Bahkan mampu memenangkan persaingan. Leader perlu fokus hanya pada tiga hal:
“Leadership, Ownership, and Relationship.”
Leadership, ownership dan Relationship jika disingkat menjadi LOR. Lor adalah bahasa Jawa yang punya arti Utara. Gothak gathuk matuk.
Leadership
Mengelola tim yang efektif berarti menjadi pemimpin yang efektif. Memimpin dari depan dengan memberikan contoh. Ing ngarso sung tulodho. Ditengah tim ia menyemangati dan mau mendengar. Ing madyo mangun karso. Ia juga mampu memberi dorongan, pun memberi peluang pelaksanaan ide anggota tim. Tut wuri handayani.
Ownership
Rasa kepemilikan tugas pada semua tingkatan mengambil peran sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Leader harus tahu, bahwa ia tidak hanya berada di garis terdepan, tetapi menjadi tumpuan anggota tim. Ia sepenuhnya siap untuk berbicara kepada mereka saat dibutuhkan. Karena itu salah satu cara untuk menanamkan keyakinan dalam tim. Sama seperti anggota tim harus yakin tentang tujuan proyek dan proses untuk sukses. Sense of belonging.
Relationship
Tim efektif intinya adalah hubungan tim dan bagaimana tim dipersepsikan. Ini adalah hubungan antara leader dengan follower, manajer dengan sstaf. Kualitas hubungan menentukan seberapa mulus proses delegation (pendelegasian) dan transition (transisi) dapat terjadi. Tim harus selalu menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.