Look With Your Feet !

look with your feet

Masa pertama kali berkerja formal, saya langsung ditempatkan di area produksi. Memegang 1 line assembling. Langsung memimpin 3 shift karyawan. Ada 4 foreman dan 10 kepala regu. Mereka leader yang bahu membahu mengelola lini perakitan yang diamanahkan kepada saya.

Saya juga mendapat meja kerja di tengah area produksi. Itu pun bergantian dengan leader yang lain. Ketika itu laporan dengan tulisan tangan masih ampuh. Belum ada handphone. Komputer pun masih langka. Ehm.. ketahuan ya, saya masuk kerja tahun berapa ? He .. he … he…

Ada satu hal yang membuat saya cepat beradaptasi. Pemahaman saya tentang produksi dan seluk beluknya mengalami akselerasi. Percepatan.

Setiap awal shift, salah satu manager atau kadang staf ahli yang berkebangsaan Jepang, turun ke lantai produksi. Ia bukan memberi ceramah. Ia jalan mengelilingi area. Bukan jalan-jalan, lho. Langkahnya kadang cepat. Tak jarang melambat. Kalau sudah begitu, saya dan salah satu leader langsung mengikuti. Tanpa disuruh.

Saat berhenti menemukan sesuatu, entah saat memungut benda. Atau tatapan mata tertuju pada sutau obyek. Ia mengungkapkannya langsung kepada kami. Ada yang baik, dipuji dan diminta untuk dipertahankan.

Acapkali yang terkena adalah ketika terjadi ketidaksesuaian. Kami ditanya kenapa terjadi ? Harusnya bagaimana ? Setelah sedikit diskusi, sang manager memberikan wejangan atau menyimpulkan hasil diskusi kami. Kadang ia membantu memberikan solusi, jika kami buntu. Jika ada yang bisa dilakukan saat itu, maka langsung ditindak. Tuntas. Tak jarang memang ada yang perlu action lebih lama. Terkait ada pembelian alat atau sarana pendukung. Kami menyepakati juga batas waktu penyelesaiannya.

Paling parah adalah jika ada tindakan yang harus dilakukan tapi tak ada progress, belum dilakukan. Melewati tenggat ! Ya sudah, kami terkena semprotan pagi. Mantaplah pokoknya.

Insightnya masih tertangkap hingga kini. Kegiatan itu menjadikan kami bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Saya jadi lebih cepat belajar. Pun jadi lumbung solusi. Ketika ada kejadian serupa, cara yang mirip kadang sedikit modifikasi yang saya pakai.

Orang Jepang menyebutnya Genba. Arti harfiahnya adalah : lokasi kejadian. Namun istilah itu diadopsi menjadi salah satu kegiatan manajemen yang dikaitkan dengan perbaikan berkesinambungan yang terintegrasi. Dikenal istilah Genba Kaizen yang berarti perbaikan kondisi lokasi secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Taiichi Ohno, Bapak Sistem Manajemen Toyota, pernah mengatakan :

“Don’t look with your eyes, look with your feet”

Ya. itulah cara pandang lain dalam mengelola tim. Menjalankan amanah.

Kegiatan itu sangat positif. Tidak hanya saya yang merasakan. Rekan saya yang ketika itu sama-sama masih bau kencur, mendapat banyak manfaat serupa ?

Mau ?

Yuk, lakukan genba. Jalan, lihat, catat, bertindak, buat laporan. Laporan itu bukan sekedar membuat atasan senang. Tapi niatkan lebih jauh sebagai pembelajaran. Lesson learnt. Semakin banyak orang yang mengambil hikmah, maka tabungan amal kita akan membukit.

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya

(HR. Muslim )

Jika dilewatkan ? Sayang, bukan ?

4 thoughts on “Look With Your Feet !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *