Marketer ?

Marketer atau pemasar. Bisa produk, dapat juga jasa. Ini tugas siapa ?

Pertanyaan yang patut direnungkan bersama.

Pagi tadi saya diminta untuk menerangkan bisnis yang dijalani perusahaan. Keterangan untuk pemimpin tim yang langsung menjadi amanah saya. Tugas yang unik. Selanjutnya mereka akan meneruskannya kepada anggota tim lainnya. Berjenjang. Bukan tanpa maksud.

Business awareness memang perlu dimiliki oleh setiap orang yang bergabung dalam organisasi. Apalagi bisnis, berorientasi kepada keuntungan. Nilai penjualan sangat penting. Revenue ibarat darah. Tak boleh bleeding. Ia harus menjadi sarana untuk lebih memberdayakan. Membuat usaha terus tumbuh berkembang.

Era digital juga harus dicermati. Generasi milenial sudah bertaburan. Pengguna saat ini lebih banyak menggunakan media sosial. Faktor itu pun tak boleh luput dari perhatian. Teknologi harus dimanfaatkan.

Anggota organisasi mengenali dengan baik bisnisnya. Apa kekuatannya, apa kelemahannya. Maka ia juga setidaknya paham akan apa yang dijalani. Terlebih, ketika ditanya orang, tak seperti katak dalam tempurung. Ia bisa bercerita panjang lebar. Ia juga dapat mempengaruhi orang. Memberkan referensi atas produk atau jasa yang ada dalam organisasinya.

Ibarat mau perang, kita harus mengenali diri sendiri dulu. Kemudian mengenali musuh juga (baca : pesaing). Tentu saja kenal juga dengan medan tempurnya (baca : industrinya). Jika itu cermat dan cerdas kita lakukan, maka jaminan kemengan ada di depan mata.

Jadi tugas siapa menjadi marketer ? Pemasar ?

Ya, betul. Tugas seluruh anggota tim. Kita semua yang berada dalam satu biduk perjuangan. David Packard, Co-founder Hewlett-Packard (HP) pernah mengatakan :

“Marketing is too important to be left to the marketing department.”

Masih mau menundanya ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *