Memulai Jualan Jasa

Memulai Jualan Jasa

Memulai Jualan Jasa

 

Tak sedikit orang yang memilih memulai jualan jasa. Bhakn ada yang sudah berancang-ancang saat masih bekerja normal. Menyiapkan diri dengan bekal ketrampilan tertentu.  Menurut beberapa orang yang telah menekuninya, ada alasan yang bisa dijadikan rujukan. Bisa dimulai kapan saja dan minim investasi peralatan. Betul juga.

Sebagai contoh. ada seseorang yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi pemelihara gedung bertingkat. Ia biasa memperbaiki saluran air (plumber) baik saluran perpipaan air bersih kamar mandi hingga pembuangan limbah. Ia menguasai betul seluk beluk pipa dan air. Jika merawat gedung bertingkat yang lebih kompleks, maka untuk perumahan tumah tinggal bisa relatif lebih mudah.

Ia memulai dengan menawarkan jasa setelah lepas kerja. Terlebih saat akhir pekan. 1 hari saja. 1 hari lainnya betul-betul untuk istirahat. Promosi bisa dilakukan dengan mendompleng kepada rekan atau sejawat yang sudah punya usaha. Menjadi tenaga lepas atau job order. Tarif per jam bisa disesuaikan misalnya dengan UMR. Katakanlah Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Rp. 4,3 juta, maka upah per jam adalah Rp. 25 ribu. Jika pekerjaan ringan selesai 4 jam, maka misal dipasang tariff Rp. 150ribu (sudah termasuk uang makan). Jika pekerjaan berat dan membutuhkan seharian, memasang tarif Rp. 250 ribu. Ilustrasi seperti itu dapat digunakan untuk menghitung tarif jasa.

Bagaimana jika sudah mulai order banyak dan kewalahan. Jika sudah mandiri, maka perlu mempersiapkan kader alias tenaga yang terampil dan handal sesuai dengan spesifikasi yang diminta pelanggan. Setidaknya, kemampuannya mirip orang yang tadi sudah dipercaya. Katakanlah grade A.  Ada beberapa cara:

  • Mendidik dari awal, tentunya perlu dihitung biaya pelatihannya. Bagaimana menentukan kualifikasinya. Misal jadi kenek dulu dengan fee yang 70% dari fee tukang grade A. Bagaimana dengan biaya pelatihan, bisa dipikul bersama karyawan atau dibiayai dengan metoda semacam ikatan dinas
  • Memanfaatkan tenaga yang sudah ada di lingkungan perawatan gedung. Ini bisa lebih efisien. Karena ada saja orang yang berkemampuan namun tidak diketahui pelanggan. Ada orang berkemampuan, tapi waktu tidak dapat dijadwalkan. Disinilah dibutuhkan kolaborasi dan saling tukar informasi. Saling terbuka jasanya. Misal jika si A yang dapat order dan dibagi/mengajak tim lainnya, maka si A mendapat tambahan 5% dari fee yang dipotong dari fee rekan yang lain.
  • Menggunakan sistem. Dibuat data based tukang perawatan gedung. Di dalamnya berisi nama, alamat, nomor telpon dan skill yang telah dimiliki. Tarif bisa menggunakan sistem management fee atau marketing fee. Atau bisa juga, jualan jasa diproposalkan oleh pemilik sistem, yang terpenting tukang mendapatkan haknya sesuai dengan keahlian dan persyaratan yang umum.

Jualan jasa sangat bergantung kepada individu. Karena pijakan awal adalah kepercayaan. Ini yang menjadi kunci, sehingga kepercayaan harus pula dibangun dan ditanamkan kepada seluruh anggota tim.

Risiko terbesar usaha jasa adalah ketika satu diantara anggota tim melakukan hal yang merusak kepercayaan. Mengecewakan pelanggan. Bisnis bisa tutup. Karena biasanya merembet juga kepada nama individu termasuk pemilik usaha.

Karena nila setiti, rusak susu sebelanga.

Namun, sebaliknya, jika kepercayaan itu dijaga bahkan pelanggan puas. Tidak jarang akan menjadi pemasar gratis. Meluas dengan tidak disengaja, karena bukan kita sebagai pemasarnya, tapi pelanggan. Referral marketing.

 

 

#costoptimizer #usahamikromaju #sidomakmur #rakyatsejahtera #indonesiamaju

___Ari Wijaya @this.is.ariway | 08111661766 | Grounded Coach Pengusaha Mikro Indonesia.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

2 × 3 =