Umar bin Abdul Azis baru saja diangkat sebagai khalifah. Beliau mendapat mandat seperti tertulis dalam surat wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik yang baru saja wafat. Sejarah mencatat suksesi kepemimpinan itu terjadi pada tahun 771M.
Sesaat setelah menerima tampuk pimpinan, beliau pun bersama rakyatnya mengurus pemakaman Khalifah Sulaiman. Beliau nampak kelelahan usai rangkaian prosesi pemakaman dan pelantikan tersebut. Sang Khalifah berniat untuk tidur, istirahat barang sejenak.
Belum sempat meluruskan punggung, mata pun belum sempat terpejam, terdengar suara :
‘’Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?’’
Ternyata itu suara salah satu anak beliau, Abdul Malik.
‘’Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini,’’ jawab Umar lirih.
Sang anak menimpali:
‘’Lalu apa yang akan engkau lakukan ayahanda?’’
‘’Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu dhzuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat,” ucap Umar.
Tak perlu menunggu lama, Abdul-Malik menimpali:
‘’Wahai ayah, siapa yang menjamin engkau masih hidup sampai waktu dhzuhur? Padahal sekarang engkau adalah Amirul Mukminin yang bertanggung jawab untuk mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi.’’
Mendengar peringatan sang anak, Khalifah Umar pun segera bangkit dari peraduan sembari berkata:
‘’Segala puji bagi Allah yang menghadirkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku.’’
Umar pun segera beraksi dan bekerja keras, mendarmabaktikan dirinya bagi rakyat.
Sejarah mencatat dengan tinta emas. Pada masa kepemimpinannya, negara meraih puncak kejayaan. Dan itu, dilakukan dalam 2 tahun, tepatnya 866 hari. Ya, hanya 2 tahun. Memang singkat masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Azis. Tapi, kualitas leadership beliau bisa dilihat dari hasilnya, bagaimana tatanan masyarakat dan tata negara ketika itu.
Banyak perubahan yang mengguncang kemapanan, diantaranya :
1. Melarang pejabat negara untuk berbisnis.
2. Pekerja tanpa bayaran dianggap ilegal.
3. Tanah penggembalaan dan cagar alam yang diperuntukkan bagi keluarga para pejabat tinggi dibagikan secara merata pada orang miskin dan tujuan budidaya.
4. Mendesak semua pejabat untuk mendengarkan keluhan orang-orang. Beliau pada setiap kesempatan, memberi maklumat bahwa jika ada yang melihat petugas yang memperlakukan masyarakat tidak sebagaimana mestinya, dia harus melaporkannya dan sang pelapor akan diberikan hadiah mulai dari 100 hingga 300 dirham.
Perubahan itu bisa dilakukan dan berhasil. Hanya perlu waktu 2 tahun. Itu sudah memadai.