Relay Run by Ari Wijaya

lari estafet

Relay Run by Ari Wijaya

 

Kenalkah anda dengan Purnomo? Christian Nenepath? Mardi Lestari? Suryo Agung? Atau nama-nama itu masih asing di telinga ?

Kalau masih sulit mengambil catatan ingatan, coba ditanyakan ke ‘Mbah Gogel’.

Apakah sekarang sudah punya informasi ? Ya, benar. Mereka adalah sprinter andalan Indonesia pada masanya. Mereka atlit pelari jarak pendek. Juara 100 m, bahkan ada yang juga juara 200m. Setidaknya setingkat Asia Tenggara. Bahkan Purnomo pernah menorehkan sejarah sebagai pelari Asia pertama yang masuk semifinal Olimpiade. Itu terjadi di  Los Angeles, AS pada tahun 1984. Level dunia, kita mengenal : Carl Lewis, Ben Johnson, Donovan Balley, Ato Boldon, Tyson Gay, Asafa Powel, Usain Bolt.

Pertanyaan selanjutnya, masih terkait urusan lomba lari. Pernahkan anda melihat perlombaan lari estafet ? Relay run ? Jika anda penggemar atletik, relay run adalah salah satu cabang lari yang sangat menarik ditonton dan diamati. Adu strategi. Adu kendali ego. Tim berisi 4 pelari cepat ini. Biasanya 4 x 100 m atau 4 x 400 m. Kuartet pelari yang dapat mengontrol ego dan kompak adalah salah satu jaminan kemenangan. Seorang pelari hebat saat juara sprinter perorangan, belum tentu bisa membawa teamnya menjadi juara relay run. Bahkan misalnya mereka merebut juara 1 hingga 3 saat lari jarak pendek perorangan sekali pun.

Lari beranting adalah lomba lari yang terdiri dari 4 sprinter. Mereka harus menyerahkan tongkat pada daerah tertentu. Serah terima tidak dilakukan dalam wesel peralihan (area serah terima), maka team bisa diberikan diskualifikasi. Termasuk jika tongkat nya terjatuh. Pelari penyambung biasanya saat peralihan tidak melihat ke belakang. Terus bagaimana peralihan berlangsung lancar ? Pelari awal memberi aba-aba tertentu. Plus punya kecepatan yang hampir berimbang. Wow, memang challenging, kan ?

“Yak !” begitu biasanya mereka menyepakati saat perpindahan.

Kode bisa beragam, saat menempelkan tongkat ke telapak tangan penerima. Dengan kata itu, pelari penyambung akan segera menggenggam tongkat dan terus menambah kecepatan. Waktu perpindahan adalah krusial. Laju lari pelari pertama dan selanjutnya, harus selaras. Sama lajunya. Tidak boleh ada jeda. Tiada waktu tunggu.

Tidak jarang kita lihat ada kelompok yang tercecer saat awal lomba ternyata bisa memperbaiki posisi. Bahkan bisa menang. Mereka melakukan peralihan pada tempat yang tepat. Kecepatan lari terjaga. Tidak ada saat melambat saat tongkat dialihkan. Pergantian tongkat estafet mereka, mulus.

Sebaliknya, ada tim yang dihuni pelari-pelari hebat. Di atas kertas mereka favorit. Bagiamana tidak, 2 dari 4 pelarinya juara 1 dan 2 saat lomba perorangan. Tapi, mereka malah tercecer. Bahkan saat peralihan ada perlambatan. Transfer tidak mulus. Pelari tidak menemukan momen yang pas. Bahkan ada yang terpaksa menghentikan lomba. Penerima tongkat estafet berlari tidak pada saat yang tepat sesuai skenario. Tongkat pun terjatuh. Alhasil, satu tim gagal finish. Tereliminasi.

Salah satu buktinya adalah Olimpiade 2012 di London. Waktu lomba perorangan, sprinter putri Jamaika Shelly-Ann Fraser menjadi kampiun. Juara 3 juga sprinter dari negera yang sama, Veronica Campbell-Brown. Carmilita Jetter pelari AS hanya menyabet perak. Namun, saat lomba estafet 4 x 100m, Carmilitta-Jetter bersama Tianna Madison, Allyson Felix dan Bianca Knight, membawa Tim AS berlari cepat. Saat final, terlihat mereka kompak. Peralihan tongkat mulus. Tim Jamaika terlihat tersendat saat melakukan perpindahan tongkat pada pelari akhir. Sorak sorai penonton, seakan menambah kecepatan Tim AS. Mereka juara. Mereka menumbangkan kuartet beranting Jamaika. Tim Favorit pula. Plus menumbangkan rekor dunia yang telah bertahan selama 27 tahun. Fantastis !

Keunikan lomba lari estafet ini bisa juga kita lihat juga pada beberapa perubahan pimpinan entitas bisnis. Bagaimana penyerahan tampuk pimpinan GE dari  Jack Welch kepada Jeff Immelt pada 2001. Jack tidak ingin performa GE labil. Ia menyiapkan penggantinya dengan sangat hati-hati. Prosesnya direncanakan lumayan lama. Ia punya strategi khusus. Ada 3 kandidat kuat pengganti Jack Welch. Saat memilih Jeff Immelt, dua orang yang tidak terpilih pun pada akhirnya menjadi CEO ternama. Salah satunya menjadi CEO Boeing. Betapa 3 kandidat yang disiapkan Jack, sama hebatnya, bukan ? Bagaimana pendapat anda tentang kinerja GE saat ini ? Menurut hemat saya, tiada goyangan berarti. GE masih berjaya. Malah ia baru saja mengambil alih Alstom untuk memperkuat bisnisnya di bidang kelistrikan.

Cerita lainnya, Lee Kun-hee mendapat tongkat estafet dari ayahnya Lee Byung-chul, founder Samsung. Siapa yang tidak kenal Samsung ? Perusahaan Korea yang mendunia. Beberapa produknya menguasai pasar. Lee Kun-hee saat ini menyiapkan Lee Jae-yong sebagai pelari selanjutnya. Jay-yong tidak lain adalah salah satu anak kandungnya. Alias cucu dari founder Samsung.

Proses peralihan kepemimpinan , tak jarang ada yang melalui jalur keturunan. Banyak pula yang memilih jalur professional. Benang merahnya adalah menyiapkan tongkat tampuk kepemimpinan kepada leader baru. Proses pembentukan dan penyiapan kader yang mempunyai kesamaan visi. Selaras dengan kecepatan sebelumnya. Sejalan dengan visi misi saat ini. Saat peralihan adalah masa krusial. Tapi, ketika tongkat sudah ditangan, maka yang lebih penting ialah bagaimana berlari lebih cepat. Berusaha dan berupaya semaksimal mungkin agar bisa mendahului pesaing. Jadi juara !.

Berkaca pada perjuangan Tim AS, saya yakin, ketika lomba itu berlangsung, penonton yang mendukungnya, akan berteriak, bersemangat ! Adrenalinnya naik ! Turut tegang. Tidak sedikit yang ikut berdiri memberi semangat. Kalau nonton siaran langsung via televisi pun, kita seakan berada di dekatnya. Seakan kita juga sedang berlari. Turut mengejar dan berlomba menampaki garis finish.

Dalam organisasi, bisa jadi kita tidak turut menentukan strategi relay run. Kita nggak ngerti. Para pelari itu punya cara memenangkan perlombaan. Kekompakan. Kesamaan visi. Dan tentunya, cara dan semangat memenangkan kompetisi. Tapi, penonton tetap bisa mengambil peran. Menjadi bagian dari strategi pemenangan itu. Dukungan tak kenal lelah. Serasa kecil memang. Tapi bukan tidak mungkin, justru upaya itu bisa menambah energi tim untuk menjadi kampiun.

Saya yakin, anda pun ingin menjadi bagian dari tim untuk meraih kemenangan. Karena ketika jadi juara, cerita sukses itu akan terasa manis untuk ditularkan. Masa perjuangan pun terkenang Indah. Ada rasa bangga terbersit di dada kita.

Mau merasakan aura kemenangan itu ? Mari berkontribusi. Mari mengambil peran. Sekecil apa pun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *