Trust and Respect

Trust dan respect itu apa sih? Apa hubungannya dengan leadership.

Trust atau kepercayaan adalah keyakinan positif yang dimiliki oleh bawahan bahwa seorang pemimpin memiliki niat baik dan kemampuan untuk bertindak demi kepentingan terbaik tim dan organisasi.

Analogi yang relatif mudah untuk menerangkan apa itu kepercayaan adalah anak kecil/bayi yang diajak senda gurau oleh ayahnya. Ayahnya melempar bayi atau anak kecil itu ke udara. Si bayi malah tertawa lepas. Ia bahagia. Senang, malah ketagihan. Kenapa kok ia tidak nangis atau teriak ? Karena si bayi tahu, bahwa ia akan ditangkap kembali oleh bapaknya. Bapaknya sedang mengajak bercanda. Bukan dilempar terus ditinggal. Atau ia sedang dibuang, dilempar dalam arti sebenarnya.

Sedangkan respect atau rasa hormat adalah pengakuan dan penghargaan yang timbal balik. Pemimpin kepada anggota timnya. Pun pengakuan dan penghargaan yang diterima pemimpin dari followernya, atas nilai intrinsik/sebenarnya, kontribusi, dan keberadaan mereka sebagai individu.

Kisah panglima perang tersohor ini dapat dijadikan bahan pelajaran. Siapa yang tak kenal Khalid bin Walid. Ia tak pernah kalah jika ia diberikan kepercayaan memimpin sebuah pasukan tempur. Namun, suatu saat ia diganti mendadak oleh Khalifah Umar bin Khattab. Ia direshuffle saat sedang memimpin pasukan pula. Semua orang khawatir, akan terjadi perlawanan, perpecahan, bahkan pasukan kocar-kacir dan kalah perang. Tapi apa yang diucapkan dan dilakukannya di luar dugaan. Ia berkata:

“Demi Allah, jika kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku, aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan kamu telah dijuluki sebagai orang yang dipercaya oleh Nabi? Aku pun tidak akan pernah mencapai status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.”

Beliau mengeluarkan pernyataan itu ditujukan kepada Umar bin Khattab, pemimpin tertinggi. Ia mengucapkan saat Abu Ubaidah, panglima perang penggantinya, ada didepannya juga. Ia ucapkan sesaat setelah beliau menerima surat bebas tugas. Dan, hebatnya lagi, Khalid bin Walid bukannya memacu kudanya pulang. Beliau tetap ikut berperang di bawah komando Abu Ubaidah. Ia menjadi anggota pasukan. Ia menerima perintah dan komando Abu Ubaidah. Pertempuran itu pun dimenangkan oleh Pasukan Abu Ubaidah.

Akhlak yang patut diteladani, apalagi ketika pada posisi menjadi pemimpin. Bahkan sedang tersohor pula. Ia menaruh rasa hormat sekaligus percaya kepada pimpinannya. Ia percaya hari ini pemimpin, suatu saat bisa menjadi anggota tim. Sebaliknya yang saat ini menjadi followernya, suatu saat menjadi leader. Khalid bin Walid trust & respect kepada Umar bin Khattab, pun juga kepada Abu Ubaidah. Ia membuktikan sebagai effective leader.

Trust dan respect, dua pilar fundamental yang mutlak diperlukan dalam kepemimpinan yang efektif dan berkelanjutan. Keduanya saling terkait erat dan menjadi perekat yang mengikat pemimpin dengan pengikut. Dua hal itu sangat dipengaruhi oleh perilaku pemimpinnya sendiri.

Walk the talk.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =