Ibadah Favorit

Ibadah Favorit

IBADAH FAVORIT

By : Satria Hadi Lubis

 

Idealnya, setiap muslim bisa melakukan semua rangkaian ibadah dari pagi sampai malam hari. Dari tahajjud, sholat subuh di mesjid, sholat syuruq, sunnah Rawatib, zikir, doa, tilawah al Quran, sholat dhuha, sholat fardhu di mesjid, zakat dan infaq, zikir pagi dan petang (Al ma’tsurot), shaum, sholat Tarawih, menjaga wudhu, dan lain-lain.

Namun realitanya tidak semua muslim sanggup melakukan semuanya dengan berbagai alasan. Mulai dari kesibukan kerja sampai kurangnya kemauan untuk meningkatkan amal ibadah.

Padahal posisi ibadah, terutama yang sifatnya nafilah (tambahan), sudah jelas, yakni mengangkat derajat mereka yang melakukannya ke tempat yang terpuji.

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (Surat Al-Isra’, Ayat 79).

Serangkaian ibadah tersebut sebenarnya juga dalam rangka untuk memenuhi keinginan dan potensi setiap muslim yang berbeda-beda. Ada yang hebat di Shaum Sunnah, tapi lemah di tilawah. Ada yang rajin tilawah, tapi lemah di Shaum Sunnah. Ada yang hobinya berinfaq, tapi lemah di sholat dhuha. Ada yang hebat di sholat dhuha, tapi lemah di tahajjud, dan lain-lain.

Para sahabat ra juga dikenal dengan keistimewaan ibadahnya yang berbeda-beda. Bilal ra dengan azan dan sholat wudhu, Abdullah bin Mas’ud ra dengan tilawahnya, Zainab binti Zahsy ra dengan infaqnya, Umar bin Khatab ra dengan tahajudnya, dan masih banyak lagi.

Di bulan Ramadhan ini, mari kita buat target untuk memperbaiki ibadah nafilah kita. Kalau tidak bisa semuanya, pilih mana yang kita favoritkan untuk dibenahi lebih dulu. Apakah tahajjud, dhuha, tilawah atau yang lainnya, misalnya.

Jangan sampai setelah bertahun-tahun ibadah kita sendiri TIDAK TAHU mana ibadah favorit kita. Karena semua nilai ibadah kita minus, baik kualitasnya (kekhusyukan dan pengaruhnya dari mencegah perbuatan mungkar) maupun kuantitasnya (karena sedikit dan tidak rutin).

Lalu jika begitu kondisinya, maka kita mau masuk surga dari pintu YANG MANA?

Sebab setiap muslim nanti akan dipanggil melalui pintu yang merupakan ibadah (amal) favoritnya. Dalam berbagai hadits disebutkan ada delapan pintu surga, yakni (1) Pintu Shalat, (2) Pintu Sedekah, (3) Pintu Jihad, (4) Pintu Ar-Rayyan, (5) Pintu Haji, (6) Pintu Al-Ayman, (7) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas. Pintu sisanya adalah Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Bukhari-Muslim).

Semoga kita bisa memiliki ibadah favorit, yakni ibadah yang mengungguli ibadah-ibadah lainnya, sambil terus berusaha membenahi ibadah lainnya. Lalu kita bisa memasuki surga melalui pintu sesuai dengan ibadah favorit kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

nineteen − 12 =