Manajemen Produksi untuk UMKM

Manajemen Produksi untuk UMKM

Manajemen Produksi untuk UMKM

 

Menjalankan usaha agar dapat  bertahan dalam persaingan, termasuk usaha yang berskala mikro, perlu dilakukan beberapa bidang pengelolaan. Pengelolaan atau manajemen yang diperlukan:  administrasi, sumber daya manusia, pengelolaan operasional/produksi, dan juga pemasaran. Semuanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Tapi harus dilakukan bersamaan. Semakin berimbang, semakin ideal dan bagus.

Pengelolaan administrasi diantaranya adalah pencatatan, baik rekap order, pembelian bahan baku, keuangan, dan masukan/kritikan pelanggan. Pengelolaan sumber daya manusia. Lha kalau semua saya kerjakan sendiri, tetap saya harus dipisahkan. Berapa lama merekap order. Berapa lama waktu dibutuhkan saat membeli bahan baku. Butuh waktu saat mengolah bahan baku menjadi produk jadi, Dan seterusnya. Kenapa penting? Karena saat kita membutuhkan bantuan orang lain atau asisten, sudah diketahui butuh berapa. Manajemen pemasaran juga perlu ditata. Apa dilakukan mandiri atau dijalankan orang lain? Pakai media apa? Frekuensi berapa kali melakukan iklan, dll.

Bagaimana dengan manajemen produksi? Ini yang coba lebih dikupas lebih dalam. Pengelolaan produksi atau manajemen operasional pada dasarnya merupakan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk atau jasa yang diinginkan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Jadi kalau membuat susu jahe instan, maka bagaimana mengolah susu, jahe dan guka menjadi produk yang diinginkan pelanggan. Tentu perlu keputusan-keputusan yang diambil agar barang dan jasa yang diproduksi memiliki nilai jual. Pemilik usaha yang menentukan suatu tingkat produksi yang dapat memberikan keuntungan lebih dengan meminimumkan biaya produksi. Disinilah bagiamana pentingnya menentukan bahan baku seperti apa yang akan dibeli dengan memaksimalnya dalam proses produksi. Mustahil usaha membuat barang jadi bisa berjalan jika tidak ada bahan yang memungkinkan dalam proses produksi itu sendiri. Banyak pendapat terkait manajemen produksi yang dapat dilakukan supaya usaha mikro yang ada tetap dapat berjalan dan berkembang lebih besar kedepannya:

  1. Bahan Baku

Produk jadi bisa memanfaatkan bahan baku yang ada di sekeliling tempat usaha. Jika tidak ada, dapat dibeli dengan biasanya memanfaatkan bahan baku yang ada disekeliling mereka. Misal, kebun sendiri, bahan yang ada di rumah, dll. Ketika tidak ada bahan baku dari lingkungan sekitar, maka bisa membeli dari pasar terdekat.

  1. Mutu Produk

Sangat penting untuk selalu menjaga kualitas dari barang yang diproduksi supaya pelanggan tidak mudah ke lain hati, eh ke lain lapak. Pemeriksaan dengan teliti terhadap bahan baku, proses produksi hingga produk perlu dilakukan. Bisa secara random atau sampling, Bila perlu dan produksi tidak terlalu besar, pengecekan bisa dilakukan satu persatu.

  1. Persediaan/Stok

Persediaan adalah salah satu pemborosan. Menjaga stok produksi barang harus dilakukan agar sirkulasi uang tetap berputar dengan baik dan lancar tidak mengalami perubahan secara drastis. Kekurangan jumlah barang yang hendak dijual, karena akan membuat konsumen kecewa. Mereka bisa pindah ke produk lain. Bahaya ini. Menimbun stok barang, juga bisa mengkhawatirkan, sementara pelanggan belum bisa ditarik minatnya secara optimal. Uang mati istilahnya. Cash flow bisa berantakan.

  1. Pergudangan (Pindah/Simpan)

Proses penyimpanan stok produk jadi perlu perhatian supaya tidak mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan produk tidak dapat dijual. Apalagi jika produk kita punya masa kadaluwarsa. Pemeriksaan dan perawatan berkala terhadap tempat penyimpanan barang perlu dilakukan secara berkala. Jika menggunakan freezer misalnya, perlu dicek bagaimana suhunya. Terlebih jika sering listrik padam di wilayah tersebut.

  1. Purna Jual

Layanan ini juga tidak boleh dilupakan. Konsumen yang telah berkenan membeli produk kita adalah kesyukuran. Keberadaan mereka perlu dirawat. Setidaknya jika ada keluhan dapat diresponse dengan cepat. Mendengar juga masukan untuk memperbaiki produk kita. Bisa masukan terkait produk, kemasan atau pengirimannya. Indikator yang relative mudah sebagai tanda bahwa produk kita diterima adalah ada pemesanan berulang dan meningkat. Di samping itu semakin luasnya masyarakat yang mengetahui tentang produk yang sedang di pasarkan.

Manajemen yang dapat diterapkan agar usaha dapat tetap berjalan bahkan berpotensi bisa berkembang menjadi lebih besar hanya dari usaha modal kecil yang ditekuni dengan serius.

 

 

 

#costoptimizer #usahamikromaju #sidomakmur #rakyatsejahtera #indonesiamaju

___Ari Wijaya @this.is.ariway | 08111661766 | Grounded Coach Pengusaha Mikro Indonesia.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

eight + 3 =