Mata Uang Baru, Mau ?

Mata Uang Baru, Mau ?

Mata Uang Baru. Mau ?
By Ari Wijaya, Master G-Coach, Cost Optimizer

Terpampang nyata di depan mata, bukan lagi yang besar mencaplok yang kecil. Saat ini, yang cepatlah yang menyingkirkan yang lelet alias lambat. Kecepatan menjadi mata uang baru dalam bisnis. Oleh karenanya, perusahaan saat ini beruaya menjadi yang tercepat di industrinya.

Di Negeri tirai Bambu, bangunan 57 lantai dapat diselesaikan dalam 19 hari. Secara teori dan lazimnya, 1 lantai saja perlu waktu 5 hari. Waktu yang dibutuhkan, seharusnya dibutuhkan waktu 285 hari. Hampir 10 bulan !

Penghematan besar yang dilakukannya. Sumber daya yang efisien. Proses yang efektif. Memang dibutuhkan alat berat yang spesial, bukan seperti biasanya. Biaya sewa per hari bisa lebih tinggi, misalnya, crane yang biasa digunakan untuk membangun secara konvensional. Atau bahkan mereka menciptakan crane sendiri. Tapi, biaya tambahan itu ditutup dengan waktu pencapaian yang lebih cepat.

Ia tidak melakukan pembangunan layaknya perusahaan jasa konstruksi pada umumnya. Ia melakukan pre fabrikasi sebelumnya. Persiapan yang matang. Konstruksi hasil pre-fabrikasi itu tinggal pasang, seperti layaknya main lego. Pre-fabrikasi membutuhkan material dan tenaga khusus. Itu bisa menambah biaya. Lagi-lagi tambahan biaya bisa di off-set dengan lebih cepat waktu untuk menyelesaikan 1 gedung. Konstruksi dengan teknologi seperti ini, persiapan menjadi kunci.

Bagaimana dengan pelanggan ? Ehm… suka cita. Bahagia. Betapa tidak ? Misalkan, jika yang dibangun adalah apartemen. Satu lantainya berisi 40 unit. Tipe studio 1 kamar tidur. Anggaplah 55 dari 57 lantai yang disewakan. Ada 2.200 unit yang siap huni pada bulan ke-2. Let’s say, 1 unit disewakan Rp. 4 juta per bulan. Maka, ia menikmati penghasilan pada bulan ke-11, Rp. 79,2 M. Itu saat orang lain, baru saja meresmikan bangunan jika dibangun dengan cara konvensional. Siapa yang nggak bahagia melihat angka itu ? Saya yakin, banyak yang mulai ngiler. Tergiur dengan extreme productivity mereka.

Perusahaan apa itu? Broad Sustainable Building, Co. Ltd. (BSB) namanya. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2009. Usianya baru menginjak 10 tahun. Ia memang bagian dari Broad Group, perusahaan multi nasional asal Cina yang didirikan pada tahun 1988.

Saya yakin, pencapaian dan kinerja BSB menggentarkan industri konstruksi di dunia. Perusahaan jasa konstruksi lainnya, kalau tidak berbenah, bisa keok mereka.

Dalam strategi bisnis, kepemimpinan biaya (cost leadership) membangun keunggulan kompetitif dengan memiliki biaya operasi terendah di industri. Kepemimpinan biaya sering didorong oleh efisiensi, ukuran, skala, ruang lingkup, dan pengalaman kumulatif perusahaan.

Pilihan teknologi bisa menghasilkan extreme productivity. Masalah besar adalah, bagaimana kita dapat mempertahankan kinerja tersebut.

Percepatan pembangunan gedung betingkat ini menjadi bukti kecepatan masih bisa ditingkatkan. Modal inilah yang membuat BSB mempunyasi keyakinan besar memasuki industri jasa konstruksi. Mereka pun dipercaya menangani pembangunan bakal gedung tertinggi di dunia, Sky City di Changsha, Cina.
Kecepatan menjadi senjata handal menghadapi persaingan. Speed menghadirkan penghematan biaya, proses yang lebih efektif. Tentu saja, menghasilkan output yang jauh lebih dahsyat. Produktivitasnya juga sangat tinggi. Belasan bahkan puluhan kali lipat.

Inilah era, saat kecepatan menjadi mata uang baru. Bisa jadi alat tukar.

Kecepatan bukan milik leader atau operator. Mari kita hargai peran kita sekecil apa pun itu. Terpenting dan yang perlu dipatri adalah mengedepankan semangat berubah. Menjadi insan yang lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Maju terus pantang mundur.

“Pion catur boleh jadi kecil, sering dikorbankan. Tapi ia tak pernah membuat langkah mundur. Meski satu per satu, langkahnya terus maju. Saat dibutuhkan, ia bahkan bisa menjelma menjadi panglima, bahkan perdana menteri sekalipun“ (Ari Wijaya, Cost Optimizer)

Anda masih sangsi ? Atau satu dari orang yang mau bergabung dengan segera. Menjadi insan yang mengedepakan kecepatan sebagai keunggulan kompetitif.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

17 + two =