Pendidikan, Senjata Mengubah Dunia

Pendidikan, Senjata Mengubah Dunia

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada Pasal 3 menyatakan bahwa:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Saya coba fokus pada frase “membentuk watak”. Watak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah :

watak/wa·tak/ n sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat.

Ada pameo yang bisa jadi sudah sering kita dengar. Watuk iso ditambani, watak angel tambanane. Kurang lebih mempunyai arti batuk ada obatnya, tapi kalau watak sulit mengubahnya. Watak punya sinonim karakter.

Membangun karakter tidak semudah membangun benda fisik, seperti jalan, gedung bertingkat atau kendaraan tempur. Tapi hal yang bisa dilakukan dengan berkesinambungan dan melibatkan banyak pihak. Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti (Thomas Lickona, 2015).

Banyak metoda bagaimana melaksanakan pendidikan karakter. Salah satu yang diterapkan Rasulullah SAW dalam mengajarkan banyak hal kepada umatnya adalah pendidikan dengan keteladanan. Bagaimana pun, secara psikologis manusia butuh akan teladan yang lahir dalam naluri dan bersemayam dalam jiwa yang disebut juga dengan taqlid.

teladan/te·la·dan/ n sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya)

Metoda ini yang membuat Rasulullah SAW dan juga para sahabat hasil didikan Nabi Muhammad bisa mengubah dunia. Bahkan menciptakan peradaban baru.

“Satu keteladanan lebih utama daripada seribu nasihat” (anonim)

Semoga dampak bencana ini, memberikan kita kelonggaran lebih banyak. Mari kita cari dan simak kembali keteladanan Rasulullaah SAW dan juga para sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Salam hormat kepada guru, ustadz/ustadzah, dosen dan tenaga pendidik lainnya.

Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

11 − seven =