Pohon Pengirim Pesan

Pohon Pengirim Pesan
.
Kita tentu masih ingat bagaimana perjuangan Pangeran Diponegoro. Perang hampir lima tahun itu memporakporandakan Kompeni. Termauk keuangan mereka pun kedodoran. Pasukan Pangeran Diponegoro memang trengginas dan pilih tanding. Kumpeni Belanda pun harus menggunakan tipu muslihat untuk menangkap Pangeran Dopnegoro. Pemimpin boleh ditahan, tapi perjuangan para pengikutnya tak pernah padam. Semangat mereka untuk lepas dari penjajahan tetap membara.
.
Para pengikutnya terus menggalang kekuatan. Meski bentuk perlawanan berbeda, melawan lewat pendidikan. Bagaimana membentuk leader masa depan. Singkat cerita, mereka pun menyebar ke seluruh penjuru Jawa. Ada kesepakatan unik. Mereka menanam Pohon Sawo sebagai tetenger atau tanda bahwa mereka berasal dari satu pergerakan, satu guru. Pohon Sawo ditanam di halaman rumah guru. Tak jarang ditanam di halaman tempat mondok santri. Beberapa Kyai juga meminta muridnya yang kembali ke daerahnya juga menanam pohon ini.
.
Kenapa Pohon Sawo? Bisa jadi karena pohon ini termasuk pohon buah yang berumur panjang. Buahnya pun manis. Namun, ada juga yang mengaitkan dengan semangat perjuangan : “rapatkan barisan, luruskan barisan” alias bersatu padu. Sawwu Shufufakum. Sebuah kalimat yang sering diucapkan imam sesaat sebelum melaksanakan sholat berjamaah. Sawwu bisa terdengar SAWO.
.
Masya Allah. Memang tindakan para pinisepuh bangsa Indonesia itu penuh dengan hikmah. Sarat akan perlambang yang indah dan bermakna.
.
Oleh karenanya, jika di halaman rumah guru atau pendiri pesantren atau di halaman pesantren, utamanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tumbuh dengan besar dan kokoh, Pohon Sawo, maka bisa diartikan satu jejaring. Keberadaan Pohon Sawo seakan memberikan kabar kepada murid, orang tua murid atau pengunjung bahwa pesantren-pesantren itu adalah satu guru. Satu nafas perjuangan.
.
Pohon pun bisa mengirim pesan. Pesan sejarah perjuangan. Pesan bagaimana kita merawat cita-cita luhur para founding father negeri yang kita cintai ini.
.
Yuk.. mari, kita tanam pohon untuk memberi pesan kepada generasi mendatang. Silakan dipilih jenis pohonnya. Coba kita bayangkan jika sahabat kita, handai taulan ikut menanam juga. Tumbuh membesar dan semakin menyebar. Ehm..
Silahkan share jika bermanfaat!

Leave a Reply

3 × four =