Takut . . .

Pernahkah sahabat dipanggil pejabat penting ? Duduk cuma berdua. Berbicara empat mata. Bangga ? Bisa jadi. Karena itu kesempatan langka. Tidak semua orang bisa merasakannya. Atau malah sebaliknya ? Takut ?

Saya pernah dapat kesempatan itu. Tapi takut setengah hidup. Apa pasal ? Dokumen impor yang saya tandatangani bermasalah. Ada 2 dokumen tagihan. Satunya dari saya. Satunya menempel pada pallet produk yang saya impor. Berbeda angkanya. Sehingga perhitungan bea masuk ada perbedaan. Masalah selesai setelah bolak-balik ke ruangan Pak Pimpinan Kantor. Pejabat tertinggi Bea Cukai di Bandara Soeta. Selama dua hari memberi penjelasan atas kejadian tersebut. Masih beruntung saya tidak ‘menginap’.

Kejadian nampak sederhana. Barang yang kami datangkan memang tidak masuk dalam rencana awal. Forecasting yang dibuat meleset. Meski perubahan yang membawa keuntungan. Permintaan meningkat tajam. Diluar dugaan. Produk habis lebih cepat di gudang kami. Meminta tambahan produski memungkinkan, namun waktu kirimnya, baru 3 bulan lagi. Setelah menyebar pemintaan bantuan ke beberapa negara, ada titik terang. Beruntung rekan di Negeri Ginseng justru overstock. Aksi kami disambut baik karena membantu mereka mengurangi persediaan. Simbiosis mutualisme.

Kami agak grusa-grusu mempersiapkan dokumen impornya. Transaksi inter company dalam satu group, kami menganggap sudah sama tahu prosedurnya. Namun meleset. Dokumen yang dibuat untuk custom clearance berbeda. Bukan menipu. Tapi ada kebijakan kami ketika ada transfer stock memang hanya biaya pokok penjualan yang ditagihkan. Itu yang menjadi dasar pembuatan dokumen pembayaran bea masuk.

Peristiwa itu pelajaran berharga bagi saya dan tim. Melakukan hal yang benar dan teliti bisa jadi peluang penghematan. Ada biaya yang tidak perlu dikeluarkan. Lho kok ? Ya. Jika memastikan sebelum bertindak, tidak berasumsi, maka proses dokumen awal bisa mulus. Dua hari ulang alik ke kantor bea cukai adalah biaya, bukan ? Meski terhindar dari penalti, tetap saja ada waktu yang terbuang. Ada tenaga yang dikeluarkan tidak pada tempatnya.

So, meski sudah ada prosedur, memastikan kembali bukan hal yang tabu. Agar tepat pada awalnya. Phil Crosby, salah satu pemikir bidang manajemen mutu, mengatakan :

“It is always cheaper to do the job right the first time.”

Mau begitu ? Mari kita lakukan hal yang tepat pada awalnya. Karena itu bisa menjadi peluang pengeluaran biaya yang tidak perlu.

Semoga pengalaman tersebut dapat menginpirasi sahabat semua.

Salam Terobosan !

This is ariWAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *